Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Bonsai Tangisan
0
Suka
3,435
Dibaca

Malam itu, kabut turun lebih cepat dari biasanya di Kampung Betung. Bulan hanya tampak setengah, redup di balik awan, seolah enggan menyinari tempat itu. Di tengah desa berdiri sebuah rumah tua milik Pak Suprapto, lelaki sepuh yang dikenal gemar mengoleksi tanaman langka. Dari semua tanaman di halamannya, hanya satu yang membuat orang-orang enggan mendekat. Itu adalah sebuah bonsai tua dengan batang melintir seperti tubuh manusia yang sedang mena...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Bonsai Tangisan
Nuel Lubis
Flash
Fever
Rama Sudeta A
Cerpen
Bronze
Harmoni Kegelapan
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
Noni Menanti Tahun Berganti
Silvarani
Cerpen
Bronze
Genderuwo Penculik Istriku
Yuisurma
Flash
Fame
Damia Nur Shafira
Cerpen
Bronze
Jangan Ambil Uang Itu!
Jasma Ryadi
Skrip Film
Teater
Muhammad Hendryan Alfarabi
Flash
Jurit Malam
Ravistara
Cerpen
PUKNYARTINGI "Lilis"
Iena_Mansur
Skrip Film
Raga Tanpa Jiwa
Rizqy Kurniawan
Cerpen
Besuk
Amelia Purnomo
Komik
Bronze
horor short story
mae
Flash
Bronze
Pesan Terakhir
Risti Windri Pabendan
Novel
EXT
Via Mardiana
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Bonsai Tangisan
Nuel Lubis
Novel
Bronze
Warnet Cincai
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Kala Tukang Parkir Menggugat
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Orderan Terakhir Ardiansyah
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Gara-Gara Becky
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Orang Manakah Aku Sebetulnya?
Nuel Lubis
Novel
Bumantara
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Kisah Putri Gracia
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Raja Bilyar demi Grace
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Merindukan Cinderella
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Leo
Nuel Lubis
Novel
Bronze
Isekai Everywhere
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Lampu Kuning di Ujung Kota
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Biar Bagaimanapun, Dia Tetap Papa Kamu
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Si Lola Menyebalkan
Nuel Lubis