Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
BIOLAKU DAN LAGU INDAH UNTUK NENEK
5
Suka
27,818
Dibaca

BIOLAKU DAN LAGU INDAH UNTUK NENEK

 

Oleh : M.Yusuf Putra Sinar Tapango

SELESAI meeting proyek bersama, aku mengajak Yani sahabatku menuju lantai atas gedung kantorku. Kuajak Yani berdiri di tepi gedung. Angin yang berhembus kencang di atas gedung sore itu mempermainkan rambut kami. Namun kami menikmatinya. Sambil bersenda gurau seperti biasa, kami terdiam memandangi jembatan layang tepat di seberang gedung kantor ini. Kuambil biolaku lalu memainkan sebuah lagu kenangan kami. Pikiranku melayang jauh mengenang masa lalu.

***

Kembali pada masa 12 tahun yang silam…

 

           Siang itu aku berangkat sekolah seperti biasa. Tiba-tiba kulihat seorang nenek yang sedang kebingungan, sepertinya ingin menyeberang jalan. Aku kemudian menghampirinya.

“Nek, mau kemana? Sini biar saya bantu nyebrang.”

“Eh iya, cu’, tolong pegang tangan nenek. Nenek mau pulang kerumah tapi lupa jalannya kemana.” Aku memegang erat tangan si nenek. Kuperkirakan usianya sekitar 60an. Badannya tinggi, berkulit putih. Tiba di seberang jalan ia hanya terdiam, membuatku bingung.

”Nek, sekarang mau kemana?”

”Ndak tau cu’ nenek mau pulang kerumah tapi lupa.”

”Nenek benar-benar lupa alamat rumahnya di mana? Atau paling tidak daerah mana?”

”Ndak tau cu’..nenek tadi kesasar. Maaf nenek jadi merepotkan. Kamu mau kemana?”

”Nenek nggak ngerepotin kok. Saya mau sekolah nek, deket dari sini .”

”Ooh...yah sudah sekolah dulu sana, ndak usah ngurusin nenek. Biar nenek di sini aja dulu di bawah jembatan layang ini”. Kata si nenek dengan suara berat berdialek jawa. Aku pun dengan berat hati pamit dan meninggalkannya. Langkah demi langkah menuju sekolah, hatiku gundah. Wajah nenek itu bermain di kepalaku. Aku berhenti, dan menoleh kembali kearah jembatan. Lalu berlari kembali kesana. Kulihat nenek tadi bersandar di dinding jembatan sembari mencoba memejamkan matanya. Aku menghampirinya.

”Nek, kita ketempat saya aja yah. Nanti nenek istirahat di sana dulu. Kalau udah inget rumahnya, baru saya anterin p...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Ineffable
nisaaa
Komik
THE IDIOTS
Andini zsa regita oktariani
Flash
Bronze
Persahabatan atau Cinta
Ika nurpitasari
Cerpen
Bronze
BIOLAKU DAN LAGU INDAH UNTUK NENEK
M. Yusuf Putra Sinar Tapango
Cerpen
Bronze
Shakira dan Magis Rasa Senang
Nailu Chirzati
Cerpen
Semua Orang Pergi, Tak Ada yang Benar-Benar Pulang
HaiiStory
Skrip Film
Senyuman untuk Dunia
Anna Maria Kresna Handayani
Flash
Selamat Pagi Tugas, Tisha
Martha Z. ElKutuby
Cerpen
Bronze
Kabayan; Harmonisasi sosial
Moch Agni Nuryahya
Cerpen
Jangan Seperti Bapak
Haris Fadilah Hryadi
Novel
Refaleo
Ndiejpank
Novel
WARNA RASA DISETIAP HUJAN
Vy
Flash
Bronze
Penghuni Sebelumku (Membicarakan Adam 12)
Silvarani
Novel
Bronze
LUKA
krasivaya
Novel
Bronze
Seribu Surga Untuk Ibu
Esteh.maniez
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
BIOLAKU DAN LAGU INDAH UNTUK NENEK
M. Yusuf Putra Sinar Tapango
Cerpen
Bronze
Gadis Senja di Pantai Palippis
M. Yusuf Putra Sinar Tapango
Cerpen
Purnama Gelap di Mata Keysa
M. Yusuf Putra Sinar Tapango
Cerpen
Bronze
Secuil Rindu Diantara Hujan
M. Yusuf Putra Sinar Tapango