Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Self Improvement
Bronze
Bintang
0
Suka
186
Dibaca

Namaku Bintang, Bintang Adlian. Anak yang tak diinginkan oleh orang tuaku karena aku hasil dari hubungan gelap ibu dengan selingkuhannya. Menyakitkan, tapi itu yang aku dapatkan dalam kehidupan takdirku ini. Mau bagaimana pun, aku harus menerimanya kan? Semuanya sudah nasibku. Aku tidak bisa melakukan apapun, selain menerima semua kehidupan ini yang sudah di tulis oleh yang maha kuasa.

Umurku 15 tahun dan bersekolah di SMP negeri dekat dengan rumahku. Aku memiliki dua saudara, dua saudara tiri karena mereka benar-benar anak kandung dari ibu dan suami sah ibu ku. Yang pertama Kak Mela jurusan kedokteran di universitas terkenal dan Abang Roni yang akan lulus SMA tahun ini.

Aku baru tiga tahun tinggal bersama mereka karena sejak bayi sehingga tamat SD aku bersama Omaku yang sudah tiada tiga tahun lalu. Itu pun aku sadar bahwa mereka terpaksa memberikan ku tumpangan karena aku masih anak Ibu. Dan sejak itu juga aku harus menjadi pembantu dengan alasan aku harus menggantikan semua yang kudapat selama ini dari mereka.

Tapi tidak apa-apa, selama ada ibu aku akan menerimanya. Hanya ibu yang kuinginkan walaupun dia sedikit kejam padaku tapi aku bahagia dan mencintai ibuku.

Sudah jam 5 sore dan aku kini aku sedang membersihkan rumah sendiri. Biasanya bersama Bibi Ana, tapi Bibi sedang mengalami musibah di kampungnya yang mengharuskannya mengambil cuti dan pulang ke kampung. Alhasil, aku yang harus mengerjakan semuanya sepulang sekolah. Mereka akan pulang jam 5.30 sore.

Ketukan pintu terdengar dan dnegan cepat aku membuka pintu. Ternyata ayah, sepertinya dia lelah dan lihat wajahnya yang penuh kelelahan dan pakian sedikit berantakan. Aku benar-benar kasian sama beliau.

"Sudah menyelesaikan semuanya?" tanya Ayah dan dibalas anggukan dariku.

Dia langsung masuk ke kamar dan dengan cepat aku menyiapkan makan malam untuk semua sembari menunggu kedatangan yang lain. Seperti yang ku bilang, jam 17.30 mereka akan datang. Dan sekarang ibu datang dengan di susuli oleh Kak Mela dan Abang Roni. Mereka langsung ke kamar sambil membersihkan badan.

Selesai semuanya, kami makan bersama. Untungnya Ayah mengizinkan aku duduk di samping ibu ketika makan walaupun ibu sebenarnya tidak suka tapi aku bahagia. Kami makan dengan seksama dan rasanya bahagia ketika mereka makanan ku tanpa mengatakan apapun walaupun ku berharap mendapatkan sedikit pujian. Hanya sedikit.

"Bagiamana tugas kalian?" tanya Ayah.

"Baik, semuanya baik. Ayah, ku butuh uang untuk membayar praktek" ucap Kak Mela dan diangguk oleh Abang Roni.

"Benar, ayah. Aku juga, sebentar lagi akan ujian nasional dan aku butuh uang untuk bayar les untuk persiapan ujian nantinya. Boleh kan ayah?" mohon Abang Roni dan di angguk oleh Ayah.

"Aku juga Mas, aku butuh uang unt...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp4.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Self Improvement
Cerpen
Bronze
Bintang
Dingu
Flash
Bronze
Parallel Myself in Kanagawa Morning
Silvarani
Flash
Bronze
Akselerasi Politis Jakarta Bandung
Silvarani
Cerpen
Terbuang Dalam Mager
Adam Nazar Yasin
Novel
Bronze
AKU TAK PERNAH MEMBENCI DIRIMU
Muhammad Abdul Wadud
Flash
Pilu
Syifaanur Al Fitria
Flash
Bronze
Las Vegas Sin
Silvarani
Novel
Berdiri Di Ambang Dunia
Asep Saepuloh
Novel
Tak Apa Belum Sembuh
Kelisyum
Novel
Rungkad: Jalan Terjal Menuju Sukses Sebagai CEO
Arka Zayden
Flash
Rumah yang Berbicara
Hans Wysiwyg
Flash
Discount Friend
lidia afrianti
Cerpen
Yang Dia Pilih Saat Dunia Ditawarkan
Siti Sulha Darmaini
Flash
Ku usahakan yang Terbaik untuk mu
Smith
Novel
Kepin(?)
Saniatu Aini
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Bintang
Dingu
Cerpen
Bronze
GADIS
Dingu
Cerpen
Bronze
Lelaki Tua
Dingu
Novel
Bronze
Dibalik Umbrella
Dingu
Novel
Pershabatan Abadi
Dingu
Cerpen
Bronze
Cinta Ayah
Dingu
Novel
Bronze
Reinkarnasi Cinta Rain
Dingu
Cerpen
Bronze
Kenapa Dia Ayahku?
Dingu
Novel
Hidup Tanpa Lelaki
Dingu
Cerpen
Bronze
Aku iri padamu
Dingu
Cerpen
Bronze
Kisah Ibu
Dingu