Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Bidan Sofia
0
Suka
10,799
Dibaca

Bab 1: Kedatangan di Lembah Kabut

Sofia menutup pintu mobilnya, suara klik pelan terdengar di antara keheningan yang mencekam. Udara dingin langsung menerpa wajahnya, menusuk hingga ke tulang. Tidak seperti Jakarta yang selalu gerah dan pengap, dengan hiruk pikuk klakson dan bau knalpot yang menyesakkan, Desa Gunungrejo menawarkan kesejukan yang menusuk, bahkan di siang bolong. Kabut tipis masih bergelayut manja di lereng pegunungan yang mengelilingi desa, seperti tirai misterius yang menyembunyikan sesuatu, menjanjikan keindahan sekaligus menyimpan rahasia. Sofia menarik napas dalam, aroma tanah basah, dedaunan pinus yang gugur, dan bau samar kayu bakar mengisi paru-parunya. Sebuah aroma yang asing, namun entah mengapa, terasa menenangkan sekaligus mencurigakan.

Ini bukan kepindahan yang direncanakan Sofia dalam peta kariernya. Lulus dari fakultas kebidanan dengan predikat cum laude, ia selalu membayangkan praktik di rumah sakit modern, dengan peralatan serba canggih, tim medis yang kompeten, dan jadwal yang teratur. Namun, sebuah program pemerintah yang menjanjikan bonus besar dan pengalaman unik, ditambah lagi dengan dorongan kuat dari sebuah idealisme yang ia genggam erat setelah kejadian setahun lalu—kematian adiknya, Luna, karena kurangnya penanganan medis di sebuah daerah terpencil—mengantarnya ke tempat antah-berantah ini. Luna, yang menderita demam berdarah parah, tak bisa diselamatkan karena keterbatasan akses dan fasilitas kesehatan di desa tempat ia KKN. Sejak saat itu, Sofia bersumpah pada dirinya sendiri, tidak akan ada lagi yang harus mengalami nasib serupa, tidak ada lagi nyawa yang terbuang sia-sia hanya karena jarak dan kemiskinan fasilitas.

"Selamat datang, Bu Bidan Sofia," suara berat menginterupsi lamunannya, membuyarkan ingatan pahitnya. Seorang pria paruh baya dengan kulit gelap terbakar matahari dan tatapan mata yang dalam, hampir terlalu dalam, berdiri di depannya. Rambutnya memutih di pelipis, dan kerutan di wajahnya menandakan usia serta kerasnya hidup. Itu Pak Kades, Bapak Kepala Desa, yang sebelumnya berkomunikasi dengannya melalui telepon. Ia mengenakan baju batik lusuh yang warnanya sudah memudar dan peci hitam yang sedikit miring.

"Terima kasih, Pak Kades. Maaf saya terlambat sedikit," jawab Sofia, senyumnya sedikit kaku, memaksakan kehangatan yang sebenarnya tidak ia rasakan sepenuhnya. Perjalanan dari kota memang jauh dan melelahkan, melewati jalanan berliku yang sesekali berbatu dan terjal, membuat perutnya mual beberapa kali.

Pak Kades h...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp8.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Bidan Sofia
Christian Shonda Benyamin
Flash
Sembilan
Fajar R
Novel
DARAH DENDAM
Trajourney
Flash
Setelah Aku Mati
Vanillarose
Cerpen
Bronze
Tersesat Di Desa Sesat
Novita Ledo
Flash
Bronze
PENJEMPUT
Mxxn
Flash
Bronze
DITEROR MAHKLUK MISTERIUS
Shofiatul hasanah
Flash
Waktu
Dark Specialist
Flash
Bronze
Satu (1)
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Senandung Lukisan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Di Balik Layar
Johanes Gurning
Novel
Bronze
Darah Di Belakang Sekolah
Nabilla Shafira
Cerpen
Bronze
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Novel
Gold
The Ho[S]tel 2
Bentang Pustaka
Flash
Bronze
Indri dan Musiknya
Rere Valencia
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Bidan Sofia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Senandung Lukisan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tak Ada Percaya Pada Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suwanita
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dia Bukan Bayi Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Keabadian
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Tidak Sakit
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rig Minyak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Delusi Atau Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Lilo Main Dengan Siapa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kutukan Polaroid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ujung Koridor
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
#fyp Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Dalam Cermin
Christian Shonda Benyamin