Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Berjalan Menuju Merdeka
0
Suka
9,045
Dibaca


Dika dan Mer bersiap-siap mengerjakan tugas kelompok.

"Tema, kemerdekaan!" Dika menulis di buku tulisnya. Sementara Mer mengeluarkan berbagai alat warna yang dia punya.

"Terus apa?" 

Keduanya bertatapan, mereka bahkan tidak tahu bagian apa yang membuat mereka bingung. Mungkin karena mereka tidak begitu paham. Apa sih maksud dari kata yang baru saja Dika tulis? Yang mulai bulan Agustus ini seakan menempel di mata mereka, saking banyaknya spanduk dan baliho yang mereka lihat sepanjang jalan.

Mereka belum diperbolehkan punya hape oleh orang tua mereka masing-masing. Jadi tidak bisa mencari jawaban lewat browsing.

"Mau nanya siapa?"

Dika memanyunkan bibirnya.

Di rumah hanya ada satu orang lagi. Orangtuanya pergi ke tempat teman alumni SMA yang kabarnya sedang sakit.

Umur 10 tahun jelas bukan umur yang dapat dipercaya untuk menjaga rumah sendirian. Kakaknya juga tinggal di rumah karena punya tugas sendiri yang harus selesai sebelum minggu depan.

"Yuk!" Akhirnya Dika mengajar Mer meninggalkan teras, dan masuk ke ruang tamu.

"Kak Kimi!"

Kimi mengangkat kepalanya, matanya berkedip melihat adik laki-lakinya masuk memba...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Berjalan Menuju Merdeka
ardhirahma
Cerpen
Tentang Teman dan Waktu
Aura R
Cerpen
Para Lelaki yang Kududuki
Saharani
Cerpen
KALAU ADA YANG SULIT, KENAPA HARUS DIPERMUDAH?
Yunia Susanti
Cerpen
Bronze
Idolaku di Masa Lalu
Yuisurma
Cerpen
Bronze
Di Bawah Tebing Terjal Pemanjatan
Ismail Ari
Cerpen
Day to day
Keyda Sara R
Cerpen
Bronze
Malu
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Tak Kutemukan Bumi Manusia di Tanah yang Kupijak
Melinda Sintawati
Cerpen
Bronze
Pertemuan dengan Takdir
Titin Widyawati
Cerpen
Dalam Sepasang Langkah
Puan Maha Rana
Cerpen
Opini Abnormal
Nazila
Cerpen
Catatan Harian Pak Treng
Rafael Yanuar
Cerpen
Bronze
PELANGI USAI BADAI
ari prasetyaningrum
Cerpen
Alya dan Kursi Kosong
Maharani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Berjalan Menuju Merdeka
ardhirahma
Cerpen
Bronze
Penny Bertanya Tentang Cinta
ardhirahma