Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Belalang dan Ramalan yang Tak Selesai
0
Suka
8,692
Dibaca

Sudah tiba saatnya warga Sei Suka memilih pemimpin. Desa itu harus segera bangkit. Dan, pemilihan pemimpin adalah salah satu cara untuk menuju kemakmuran – cara yang dianggap paling penting dan yang harus pertama dilakukan. Karena itu, ketika waktu menyisakan satu pekan, warga jadi sibuk, menyusun strategi hingga merancang muslihat agar pilihan mereka menang.

Begitupun dengan Pak Ngah. Bedanya, Pak Ngah tak peduli dengan tiga pasang pemimpin yang gambar wajahnya sudah memenuhi kampung itu. Yang dia pedulikan adalah tumpukan uang di kedai kopi. Ya, hiruk-pikuk pemilihan pemimpin telah menyeret sebagian warga untuk berjudi. Bertaruh bak pertandingan sepakbola.

Dan, Pak Ngah memilih mendatangi rumah Belalang. Tokoh yang dimaksud ini aslinya bernama Syahrul. Dia mendapat panggilan Belalang karena nasibnya persis dengan cerita Pak Belalang – cerita rakyat yang memang masih begitu hidup di Sei Suka. Dengan kata lain, Syahrul telah menjadi Pak Belalang di zaman sekarang, ahli ramal terpercaya.

“Belalang, kau pasti tahu maksudku kemari ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Belalang dan Ramalan yang Tak Selesai
Muram Batu
Cerpen
Bronze
HRD Negeri Sipil
spacekantor
Cerpen
Peran
Adrikni LR
Cerpen
Bronze
Ruth Pergi Sendiri ke Surga
Johanes Gurning
Cerpen
Bronze
Rungkat
artabak
Cerpen
-2. Rumpang
Rumpang Tanya
Cerpen
Bronze
( dalam Kurung )
Yasin Yusuf
Cerpen
Revived.
Amalia Nurrahmah
Cerpen
Bronze
Kerja, Kerja, Dikerjain
spacekantor
Cerpen
Bronze
Delusi
Nisa Dewi Kartika
Cerpen
Bronze
Pelajaran Menulis Cita-Cita
Nana Sastrawan
Cerpen
Bronze
Cinta yang Terlupakan
Novita Ledo
Cerpen
Bronze
Memulung Murung
hidayatullah
Cerpen
Bronze
Dikejar-kejar Polisi
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pergi Dengan Angin
Viona fiantika
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Belalang dan Ramalan yang Tak Selesai
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Dilarang Berharap pada Gigi Palsu
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Tengkorak Kakek di Makam Pahlawan
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Restaurant Jang Kie
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Sejakartanya Jakarta
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Sipanggaron
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Transkrip
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Buruh di Tanah Sendiri
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Dongeng Pulau Merah dan Pengarangnya
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Jam Malam di Warung Kopi
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Kisah yang Diakhiri dengan Kata Maki
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Atas Nama Anjing
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Masjid Pensiunan
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Kerah Baju dan Balon Ungu
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Pembunuh Cicak
Muram Batu