Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
bayi
0
Suka
45
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Siang hari, di sebuah kontrakan. Sebuah keluarga kecil sedang menghabiskan waktu dengan kegiatan masing-masing: sang suami mencuci piring, sang istri menatap galeri foto-foto masa lalunya saat wisuda dan bekerja di ponsel, sedangkan sang anak semata wayang mereka sibuk menghabiskan susu dari botol dot.

Rumah kontrakan yang berwarna hijau ini terdiri dari tiga petak: ruang depan, kamar tidur, dan ruang belakang yang berisikan dapur dan kamar mandi. Kamar tidurnya terasa hangat tanpa ventilasi dengan kipas angin yang meniupkan udara yang tak sejuk.

"Yang, aku mulas," ucap sang istri.

"Mau buang air?”

"Bukan, Yang, ini beda."

"Ah, masa iya itu sih? Belum waktunya, masih sebulan lagi."

"Yang, tapi ini...” Sang istri menatap ke arah kasur di bawah pangkal pahanya yang sudah basah, cairan itu turun bebas tanpa bisa ia kendalikan.

Si pria mendatangi istrinya di kamar. "Kamu ngompol?"

"Ih, bukan! Tapi ini... ini sudah pecah!"

"Eh, kok cepat banget?"

"Tidak tahu, Yang, aku mulas!"

"Yah, tahan ya tahan.” Pria itu segera menyambar ponselnya. “Aku pesan taksi online dulu.” Sigap ia melepaskan ponselnya yang sedang mencari pengemudi, dan mengeluarkan sebagian isi lemari lalu memasukkannya ke dalam ransel. “Yah, belum ada yang ambil ordernya.” Ia kembali meletakkan ponselnya dan mengganti pakaian anaknya yang berusia dua puluh lima bulan itu. "Dapat nih sopirnya, tapi jauh. Sabar ya, Yang, semoga baik-baik saja."

Pria itu mengenakan ransel yang sudah membelendung dengan isi yang beragam, lalu ia menggendong anaknya dan membopong istrinya menuju muka gang yang berjarak puluhan meter dengan langkah yang pendek-pendek.

Di sisi jalan raya, si wanita duduk di sebuah bangku milik kios nasi goreng yang hanya buka pada malam hari. Ia terus saja memegangi perut dengan wajahnya yang berkeringat dan gigi yang ia rapatkan. Sedangkan suaminya menatap tajam jalanan dan sesekali memandangi layar ponsel.

Kendaraan lalu-lalang menembus bias kuning matahari yang menyengat, beberapa kendaraan tua memuntahkan asap dari pantatnya.

Sebuah mobil murah ramah lingkungan berwarna merah dengan kaca terbuka...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
bayi
Pipo Vernandes
Cerpen
Mimpi Setinggi Menara
Muhammad Nur Syafi'i
Cerpen
Bronze
Aku, Mawar, dan Bedebah
Laila Hikmah
Cerpen
Tak ada nama dikota ini
Raudatul Jannah
Cerpen
Bronze
SAATNYA KEMBALI
Citra Rahayu Bening
Cerpen
Bronze
Takdir Berbalik
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Bukan Dari Mereka
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Tukang Tipu
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
HRD Negeri Sipil
spacekantor
Cerpen
Bronze
Harapan Mirari
Shaina Uta Anggawa
Cerpen
Kepala Batu
Lusiana
Cerpen
Dua Peron, Satu Lambaian
Dhiandra Jatu
Cerpen
Bronze
AKU PULANG, MAK
Citra Rahayu Bening
Cerpen
Hal Yang Lucu
Cassandra Reina
Cerpen
Bronze
Grooming
Alya Nazira
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
bayi
Pipo Vernandes
Skrip Film
Bergumul Dengan Tuhan
Pipo Vernandes
Cerpen
Bronze
Babuy
Pipo Vernandes
Cerpen
Bronze
Bergumul Dengan Tuhan
Pipo Vernandes
Cerpen
Bronze
Cugak
Pipo Vernandes
Cerpen
Bronze
Icak-icak
Pipo Vernandes
Cerpen
Bronze
Catatan Kotor Ayah
Pipo Vernandes
Novel
Bronze
HAYALISM : Antusiasm
Pipo Vernandes