Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Bayang Bayang Dokter
2
Suka
8,481
Dibaca

Klinik Terapi Harapan Baru

Aroma lavender dan antiseptik menyeruak begitu Aria melangkah masuk, aroma yang terlalu manis untuk menjadi alami, seperti mencoba menutupi bau busuk yang tersembunyi. Di balik pintu kaca buram bertuliskan “Klinik Harapan Baru”, terpampang lobi minimalis serba putih, dengan beberapa lukisan abstrak yang dingin. Warna putih dominan, dari dinding hingga lantai keramik yang memantulkan cahaya lampu LED, menciptakan kesan bersih yang berlebihan, steril sampai-sampai terasa hampa. Aria, seorang jurnalis investigasi yang terkenal berani, mengencangkan genggaman pada tas selempangnya. Hari ini, ia bukan Aria, sang pemburu berita. Hari ini, ia adalah seorang wanita muda rapuh dengan trauma masa lalu yang dalam, mencari kesembuhan.

Ia telah mendengar desas-desus. Bisikan-bisikan di kalangan komunitas jurnalis tentang “Klinik Harapan Baru” yang aneh, tempat pasien datang dengan beban mental dan pulang dengan... kedamaian yang terlalu sempurna. Bahkan, beberapa mengatakan, dengan tatapan mata yang kosong, seolah ada sesuatu yang telah dicuri dari mereka. Informasi ini awalnya hanya gumaman samar, namun semakin hari semakin banyak laporan dari keluarga pasien yang merasa ada "sesuatu yang salah" dengan orang terdekat mereka setelah menjalani terapi di sana. Ini cukup aneh untuk menarik minat Aria, cukup mengerikan untuk membuatnya rela menyamar.

Seorang resepsionis berambut pirang sebahu, dengan tatanan rambut yang terlalu rapi dan senyum beku, menyambutnya. Matanya yang biru jernih tidak memancarkan kehangatan apa pun. “Selamat datang di Klinik Harapan Baru, Nona Wijaya. Kami menantikan kehadiran Anda.” Nona Wijaya adalah nama samaran yang ia gunakan, sebuah identitas yang telah ia bangun dengan cermat, lengkap dengan riwayat medis palsu yang cukup meyakinkan.

Aria duduk di salah satu sofa kulit putih di ruang tunggu, mencoba terlihat gelisah namun di dalam hati ia adalah seorang pengamat yang cermat. Ia mengamati setiap detail. Lampu gantung kristal yang mewah, namun sinarnya terlalu terang, menusuk mata. Rak buku diisi dengan judul-judul tentang mindfulness dan penyembuhan diri, namun semua terlihat tak tersentuh, seperti properti belaka. Beberapa pasien lain tampak gelisah, ada yang terus-menerus menunduk dalam-dalam, ada yang menggerakkan kaki tanpa henti, manifestasi dari kecemasan yang mendalam. Mereka adalah pasien baru, seperti dirinya.

Namun, ada segelintir yang lain. Mereka adalah pasien yang sudah lama berada di sini, atau yang sudah menjalani sesi terapi. Seorang wanita paruh baya dengan gaun bunga yang ceria, namun wajahnya tanpa ekspresi, duduk tegak dengan punggung lurus, tatapannya terpaku pada sebuah majalah yang ia genggam tanpa membalik halamannya, bahkan tanpa berkedip. Senyum tipis yang tak sampai ke mata, seolah terpahat di wajahnya. Lalu seorang pria muda bertubuh kekar, yang seharusnya memancarkan vitalitas, duduk diam di sudut, seperti patung marmer, hanya bernapas, matanya kosong menatap kekosongan di depannya. Mereka semua memiliki aura ketenangan yang mengganggu, semacam mati rasa yang menyelimuti. Sebuah kedamaian yang bukan ketenangan, melainkan kehampaan yang menakutkan.

“Nona Wijaya, Dr. Reinhardt siap menerima Anda.” Suara suster jaga itu lembut, nyaris berbisik, namun memiliki resonansi yang aneh. Aria menoleh. Suster itu, seorang wanita beru...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp11.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Dokter
Christian Shonda Benyamin
Flash
Terrorist
Dark Specialist
Novel
Gold
Fantasteen Scary: Noroi
Mizan Publishing
Cerpen
RIN
Rico Tsiau
Novel
Gold
Fantasteen Ghost Dormitory in Paris
Mizan Publishing
Novel
Sarandjana : Terjebak Malam
Adam Wiradi Arif
Novel
JALUR ILEGAL
Hendra Wiguna
Novel
Kala Gaib Menggoda "Cincin Merah Delima"
Yani Larasati
Cerpen
Bronze
AMIRA
Gie_aja
Novel
Gold
Fantasteen: Kage
Mizan Publishing
Skrip Film
Mauliate Gendis (ScreenPlay)
Fitri Handayani Siregar
Flash
Bronze
Tuan Kepala Terbalik
Nisa
Novel
SONGKO
M A R U T A M I
Flash
Kursi Kosong di Sebelahku
Listian Nova
Flash
Jangan Menimpali!
Jasma Ryadi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Dokter
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kultus Sebuah Lagu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Boneka Bobo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kakek Memanggil
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Reno
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Luka Di Kota Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rantai Pemicu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retha
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tuan Baru
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penunggang Kuda Hitam
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Lilo Main Dengan Siapa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Hutan Larangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panggilan Sumur Tua
Christian Shonda Benyamin