Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Bayang Bayang Dokter
2
Suka
7,544
Dibaca

Klinik Terapi Harapan Baru

Aroma lavender dan antiseptik menyeruak begitu Aria melangkah masuk, aroma yang terlalu manis untuk menjadi alami, seperti mencoba menutupi bau busuk yang tersembunyi. Di balik pintu kaca buram bertuliskan “Klinik Harapan Baru”, terpampang lobi minimalis serba putih, dengan beberapa lukisan abstrak yang dingin. Warna putih dominan, dari dinding hingga lantai keramik yang memantulkan cahaya lampu LED, menciptakan kesan bersih yang berlebihan, steril sampai-sampai terasa hampa. Aria, seorang jurnalis investigasi yang terkenal berani, mengencangkan genggaman pada tas selempangnya. Hari ini, ia bukan Aria, sang pemburu berita. Hari ini, ia adalah seorang wanita muda rapuh dengan trauma masa lalu yang dalam, mencari kesembuhan.

Ia telah mendengar desas-desus. Bisikan-bisikan di kalangan komunitas jurnalis tentang “Klinik Harapan Baru” yang aneh, tempat pasien datang dengan beban mental dan pulang dengan... kedamaian yang terlalu sempurna. Bahkan, beberapa mengatakan, dengan tatapan mata yang kosong, seolah ada sesuatu yang telah dicuri dari mereka. Informasi ini awalnya hanya gumaman samar, namun semakin hari semakin banyak laporan dari keluarga pasien yang merasa ada "sesuatu yang salah" dengan orang terdekat mereka setelah menjalani terapi di sana. Ini cukup aneh untuk menarik minat Aria, cukup mengerikan untuk membuatnya rela menyamar.

Seorang resepsionis berambut pirang sebahu, dengan tatanan rambut yang terlalu rapi dan senyum beku, menyambutnya. Matanya yang biru jernih tidak memancarkan kehangatan apa pun. “Selamat datang di Klinik Harapan Baru, Nona Wijaya. Kami menantikan kehadiran Anda.” Nona Wijaya adalah nama samaran yang ia gunakan, sebuah identitas yang telah ia bangun dengan cermat, lengkap dengan riwayat medis palsu yang cukup meyakinkan.

Aria duduk di salah satu sofa kulit putih di ruang tunggu, mencoba terlihat gelisah namun di dalam hati ia adalah seorang pengamat yang cermat. Ia mengamati setiap detail. Lampu gantung kristal yang mewah, namun sinarnya terlalu terang, menusuk mata. Rak buku diisi dengan judul-judul tentang mindfulness dan penyembuhan diri, namun semua terlihat tak tersentuh, seperti properti belaka. Beberapa pasien lain tampak gelisah, ada yang terus-menerus menunduk dalam-dalam, ada yang menggerakkan kaki tanpa henti, manifestasi dari kecemasan yang mendalam. Mereka adalah pasien baru, seperti dirinya.

Namun, ada segelintir yang lain. Mereka adalah pasien yang sudah lama berada di sini, atau yang sudah menjalani sesi terapi. Seorang wanita paruh baya dengan gaun bunga yang ceria, namun wajahnya tanpa ekspresi, duduk tegak dengan punggung lurus, tatapannya terpaku pada sebuah majalah yang ia genggam tanpa membalik halamannya, bahkan tanpa berkedip. Senyum tipis yang tak sampai ke mata, seolah terpahat di wajahnya. Lalu seorang pria muda bertubuh kekar, yang seharusnya memancarkan vitalitas, duduk diam di sudut, seperti patung marmer, hanya bernapas, matanya kosong menatap kekosongan di depannya. Mereka semua memiliki aura ketenangan yang mengganggu, semacam mati rasa yang menyelimuti. Sebuah kedamaian yang bukan ketenangan, melainkan kehampaan yang menakutkan.

“Nona Wijaya, Dr. Reinhardt siap menerima Anda.” Suara suster jaga itu lembut, nyaris berbisik, namun memiliki resonansi yang aneh. Aria menoleh. Suster itu, seorang wanita beru...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp11.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Dokter
Christian Shonda Benyamin
Flash
Parade Kunang-kunang
Ragiel JP
Flash
Bronze
Jaga Malam
Fidiya Sharadeba
Novel
A
Salsa Rahmadani
Cerpen
Kodok Jantan Yang Tak Diundang
Wafa Nabila
Novel
GRAMOFON
Embart nugroho
Novel
Tafakur
Tri sukoco
Novel
NANDANA
Shinbul
Novel
Kotak Pandora
Rizky Dini Anjani
Novel
Hantu Kelapa Sawit
Kenon BB
Flash
Attack
Laila NF
Novel
Dendam Dibayar Dengan Kematian
Theresia Erni
Cerpen
Dendam Arwah
Amelia Purnomo
Flash
FF Pembisik
DianOnasis
Novel
MISTERI RUMAH BAMBU DI BUKIT WINGIT
Embart nugroho
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Dokter
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Kaktus Berdarah Seri 03
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ouija
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kultus Sebuah Lagu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Sudut Mata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Siapa Tamu Rumahku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Siaran Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Anatomi Bayangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Teman Kamar Yang Kasat Mata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penjara Abadi
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rantai Pemicu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kamera Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Mencium Melati
Christian Shonda Benyamin