Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Batu-Batu Lapar
Rabindranath Tagore
Aku dan kerabatku sedang dalam perjalanan pulang ke Kalkuta dari perjalanan Puja ketika kami bertemu lelaki itu di kereta. Dari pakaian dan sikapnya, awalnya kami mengiral dia seorang Muslim pedalaman, tetapi kami bingung ketika mendengarnya berbicara. Dia berceramah segala hal dengan begitu yakin sehingga kau mungkin berpikir Sang Pengatur Segala Sesuatu selalu berkonsultasi dengannya dalam segala hal yang Dia lakukan. Sebelumnya kami sangat bahagia, karena kami tidak tahu bahwa kekuatan rahasia dan tak pernah terdengar sedang bekerja, bahwa Rusia telah mendekati kami, bahwa Inggris memiliki kebijakan yang mendalam dan rahasia, bahwa kebingungan di antara para kepala suku pribumi telah mencapai puncaknya. Namun, teman baru kami itu berkata dengan senyum licik: "Ada lebih banyak hal yang terjadi di surga dan bumi, Horatio, daripada yang dilaporkan di surat kabar Anda." Karena kami belum pernah keluar rumah sebelumnya, sikap lelaki itu membuat kami tercengang dan takjub. Sesepele apa pun topiknya, ia akan mengutip sains, atau mengomentari Weda , atau mengulang syair dari beberapa penyair Persia; dan karena kami tidak berpura-pura memiliki pengetahuan tentang sains, Weda , atau Persia, kekaguman kami kepadanya semakin meningkat, dan kerabatku, seorang teosofis, sangat yakin bahwa rekan seperjalanan kami pasti telah diilhami secara supernatural oleh suatu "magnetisme" atau "kekuatan gaib" yang aneh, oleh "tubuh astral" atau sesuatu semacam itu. Ia mendengarkan ucapan paling klise yang terucap dari bibir rekan kami yang luar biasa itu dengan penuh bakti, dan diam-diam mencatat percakapannya. Aku rasa lelaki luar biasa itu melihat ini, dan sedikit senang karenanya.
Ketika kereta tiba di persimpangan, kami berkumpul di ruang tunggu untuk melanjut...