Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
BATAS
0
Suka
1,864
Dibaca

Besi gerbang itu berderit, suara logam beradu yang selama tiga tahun ini menjadi lonceng pengatur napas bagiku. Tapi hari ini, bunyinya beda. Tidak ada bentakan sipir atau barisan manusia berbaju oranye di belakangku.

Di depanku hanya ada aspal hitam yang memuai disengat matahari jam sepuluh pagi, dan sebuah tas kain kusam berisi satu setel baju ganti dan sisa sabun batang yang sudah mengeras.

Aku melangkah keluar. Hal pertama yang menyerangku bukan rasa syukur, melainkan rasa pening. Dunia di luar tembok ternyata terlalu bising. Suara klakson motor di kejauhan, deru mesin angkot yang knalpotnya bocor, hingga teriakan penjual es tung-tung terasa seperti hantaman godam di pelipis. Di dalam sana, duniaku sempit tapi pasti. Di sini, udara terasa terlalu luas; seolah-olah jika aku tidak berpegangan pada tiang listrik terdekat, aku akan hanyut ditelan cakrawala.

Aku meraba leherku. Tato bergambar kawat berduri yang melingkar di sana terasa gatal terkena keringat. Tato itu adalah sisa "hadiah" dari tahun pertamaku di sel, sebuah tanda wilayah agar aku tidak diganggu. Sekarang, tato itu terasa seperti label harga yang meneriakkan statusku sebagai sampah masyarakat.

Dengan gerakan kasar, aku menaikkan kerah jaket jinsku yang sudah belel, mencoba menyembunyikan masa laluku dari tatapan ibu-ibu yang sedang menunggu angkot di seberang jalan.

"Jangan nengok ke belakang, Ter," bisikku pada diri sendiri. Suaraku serak, jarang digunakan untuk bicara panjang lebar selain untuk menyahut saat absen.

Aku berjalan menuju terminal bayangan. Kakiku terasa berat. Terbiasa melangkah di ubin licin penjara, kini aku harus beradaptasi dengan kerikil dan trotoar yang pecah-pecah. Setiap kali ada mobil polisi lewat dengan sirene mati, jantungku mencelos. Ada paranoia yang tertinggal di bawah kulitku—perasaan bahwa aku masih milik negara, bahw...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
BATAS
Shanty Dewi Shanty
Cerpen
Bronze
Tertawan Mimpi
Sarah Teplaka
Cerpen
Durakim
Nada Niken Anggraeni
Cerpen
Beli Salah, Tidak Juga Salah
Elsa Ayu
Cerpen
Bronze
INSULIN
Yasin Yusuf
Cerpen
Uang Saku
Muhammad Azmi Fahreza
Cerpen
Kompas
Hai Ra
Cerpen
Bronze
By Your Side
Bisma Lucky Narendra
Cerpen
Bronze
Pelanggan Terbaik
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Nujum
Muram Batu
Cerpen
Lovely Family
choiron nikmah
Cerpen
99.99% Headshot
Veron Fang
Cerpen
Bronze
Tuleh Laju
Ayu S Sarah
Cerpen
Bronze
ᏢᎯᏁᎠᎯ 𝐟𝐞𝐞𝐥𝐬 𝐉𝐞𝐚𝐥𝐨𝐮𝐬
Langitttmallam
Cerpen
Bronze
Kanak Rinjani
ahmad yusro ahmad yusro
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
BATAS
Shanty Dewi Shanty
Cerpen
Bronze
KEPINGAN KACA
Shanty Dewi Shanty
Novel
Bronze
Topeng Di Balik Kemeja Flanel
Shanty Dewi Shanty
Cerpen
Bronze
Meja Terang
Shanty Dewi Shanty
Cerpen
Bronze
JANJI YANG KOSONG
Shanty Dewi Shanty
Novel
Hujan Di Tengah Badai
Shanty Dewi Shanty
Cerpen
Bronze
Selamat Hidup Kembali, Ra
Shanty Dewi Shanty