Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Malam turun perlahan di Kampung Cipanganggiran. Kabut tipis mulai turun dari perbukitan, menyapu jalanan tanah yang membelah sawah-sawah gelap di pinggir kampung. Lampu rumah penduduk satu per satu padam, menyisakan beberapa cahaya temaram dari jendela kayu yang belum ditutup sempurna.
Di ujung kampung, berdiri sebuah pos ronda kecil beratap seng. Bangunannya sederhana. Dindingnya hanya setengah badan dengan papan-papan tua yang mulai lapuk dimakan hujan. Sebuah lampu bohlam kuning menggantung di tengah langit-langit, berkedip pelan karena aliran listrik kampung yang sering naik turun.
Di depan pos, api unggun menyala kecil. Asap tipisnya melayang ke udara dingin malam. Empat orang duduk melingkar di dekat api itu.
Dadang, Oman, Tayat dan seorang bapak berusia sekitar lima puluhan bernama Parman. Mereka sedang ronda malam.
Tumpukan kayu terbakar pelan di sela bara merah. Aro...