Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Aksi
Bronze
ASTRAJINGGA: Tawa Cepot
0
Suka
10
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

 

Di lereng perbukitan Pasundan, sawah-sawah bertingkat membentang seperti tangga menuju langit. Di kaki bukit berdiri Kampung Cikalong. Di sanalah Cepot menjadi raja—raja yang menghibur. Pagi-pagi ia bangun kesiangan dan menyalahkan ayam. Siang hari ia mencari alasan untuk menghindari pekerjaan. Malamnya ia tidur dengan perut kenyang dan hati ringan.

Wajah Cepot merah menyala seperti cabai. Kata orang kampung, ibunya terlalu banyak makan sambal saat mengandung. Golok kayunya patah di ujung—sisa kejadian minggu lalu, ketika ia berpura-pura menebas Demang Kartam tetapi malah mengenai kepala demang itu sungguhan. Tawa selalu mengiringi hari-harinya.

“Kalau dia tidak jatuh, kampung ini mungkin tidak akan tertawa,” kata Demang Kartam.

Sejak tiga bulan lalu, kursi di beranda rumah panggung itu kosong. Kursi milik Bapak Semar. Kayunya hitam dan biasanya dipoles dengan minyak kelapa setiap minggu. Kini debu menumpuk di sandarannya. Semar pergi ke barat tanpa pamit. Dawala mengurus sawah warisan di desa sebelah, sedangkan Gareng telah merantau lima tahun tanpa kabar.

Cepot kerap menatap kursi kosong itu, lalu berlatih mengayunkan golok kayunya. Ayunannya tetap lambat dan lemah. Kadang-kadang ia bertanya-tanya apakah nama Astrajingga yang pernah disebut Semar memang pantas disandangnya. Semar pernah mengatakan bahwa nama itu bukan gelar bagi orang yang tak pernah jatuh, melainkan pengingat agar Cepot tidak malu pada dirinya sendiri. Cepot belum memahami maksudnya. Ia pun segera mengusir pikiran itu dengan tawa kecil.

Malam itu, Cepot terbangun mendengar ranting patah. Langit gelap. Angin terasa dingin dan lembap, membawa bau tanah terbakar. Di sela dinding, sesosok kecil melompat dari satu pohon ke pohon lain. Mat...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Cerpen
Bronze
ASTRAJINGGA: Tawa Cepot
Rian Nugraha
Skrip Film
The Strength Of Life
Dian Febriyanti
Cerpen
Bronze
Jagat
Rosidawati
Cerpen
ARKA DAN MALAM PENUH AKSI
Penulis N
Flash
JAWATA KINGDOM - 37: "Pertarungan Pemangsa"
Hidayanthi Alifa
Cerpen
Bronze
Langkah Awal di Kampus Impian
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
SRIGALA BERDZIKIR DI AKHIR WAKTU
Ranang Aji SP
Cerpen
Di Tengah Hutan Belantara
Benni Indo
Novel
My Sweet Mission
Poetry Alexandria
Novel
Collateral Romance
Azerhays
Flash
Hate to Love
Elvira R
Cerpen
Cyber Security
Vitri Dwi Mantik
Flash
Bronze
Monoton
Noveria
Cerpen
Bronze
Yang Terkuat
NUR FARKAN
Novel
Gold
Magnus Chase and the Gods of Asgard
Noura Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
ASTRAJINGGA: Tawa Cepot
Rian Nugraha
Flash
Bronze
Homofobia
Rian Nugraha
Cerpen
Bronze
AUL
Rian Nugraha
Novel
ADA
Rian Nugraha
Novel
Kenapa?
Rian Nugraha
Cerpen
Bronze
BLACKOUT!
Rian Nugraha
Novel
Bronze
Perang Informasi
Rian Nugraha
Cerpen
Bronze
Anak Haram?
Rian Nugraha