Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Arwah penasaran
0
Suka
23
Dibaca

"waduuuhhhh !! Kok ngamuk hantunya

Jadi suatu malam saat Amira di Asrama putri dia mengalami hal yang menakutkan, dalam semalam dia di datangi beberapa hantu.

Ada yang kepala besar bertanduk badan normal seperti manusia, ada lagi sosok nenek-nenek yang marah-marah dari suara si nenek dia marah karena tempatnya di buat kotor katanya dengan menggunakan bahasa Sunda, dan ada lagi suara anak kecil sekitar umur 4 atau 3 tahun dari suaranya Amira menebak.

Ada juga sosok kuntilanak satu rambut panjang satu lagi rambut pendek, entah kenapa malam itu Amira merasa dia dapat merasakan kemarahan dari penunggu asramanya.

Hanya dia yang mengalaminya padahal malam itu sangat berisik Amira tidak bisa tidur semalaman karena dia di perlihatkan semuanya

Amira : " lebih baik pura-pura tidur" ,

Dan ternyata ketika Amira mencoba untuk mengabaikan makhluk halus itu mengetahuinya kalau Amira bisa melihat mereka, Amira mencoba menutup mata, herannya ketika dia mencobanya serasa badannya ada yang mengibar-ngibarkan selimut ke arahnya sehingga terasa sangat dingin dan menggigil.

Amira mencoba untuk mengintip di balik selimut, ternyata di depannya ada kuntilanak berabut panjang terurai sosok itu menatap Amira, dan menunjuk Amira, seketika Amira menutup lagi selimutnya dan selimut itu seperti ada yang menarik kearah kaki.

Saat itu Amira kesulitan bergerak, dia memaksakan diri untuk setengah duduk dan kuntilanak itu masih di posisi sebelumnya dekat dengan kasurnya dekat sekali, untunglah wajahnya tidak terlalu menakutkan hanya pucat sedikit transparan dan kakinya memang tidak terlihat menapak lantai..

Belum pergi kuntilanak rambut panjang muncul lagi kuntilanak rambut sebahu dia muncul seperti org yang berjalan ke arah Amira namun jalannya begitu cepat seperti angin.

Si kuntilanak rambut pendek berkata dengan bahasa sundanya " Aing hayang paehan eta lalaki" yang artinya " aku mau matiin itu laki-laki" kuntilanak rambut panjang tersenyum menakutkan pada Amira sambil perlahan pergi seperti angin mereka berdua.

Amira : " berkata dalam hatinya apa hantu ini ada dendam atau kah ingin membalas dendam, ya Ampun kenapa dengan malam ini, kenapa hanya aku yang di perlihatkan semua ini", kenapa mereka yang tertidur sama sekali tidak terganggu atau mendengar suara yang sangat ramai ini..

Amira mencoba untuk tenang karena ini bukan hal baru yang di alaminya sebelum masuk asrama pun Amira sering melihat makhluk-makhluk halus..jadi lumayan untuk melatih mental.

He...e...e...m...hemmmm !! Ada suara yang menangis tepat di dekat kasur Amira, Amira kaget lho kok kamu disini dek, entah dari mana anak ini datang, dia menangis meminta Amira untuk memberikannya air minum, sedangkan botol minum kosong sekali tidak ada sedikitpun untuk di berikan.

Amira sangat bingung karena malam itu sekitar pukul 02.00, jika Amira mengambil air keran yang bisa langsung di minum otomatis dia harus turun dari gedung ke bawah dan menuju keran itu berjarak kurang lebih hampir 100 meter, melewati perpustakaan, pohon besar, dan ada 3 makam disana.

Amira membangunkan temannya untuk meminta tolong mengantanya ke keran bawah, tapi satupun tidak ada yang terbangun.

Terpaksa Amira nekat pergi sendirian menuruni tangga sambil membawa botol minum, di perpus Amira melihat wanita yang duduk santai rambutnya panjang baju putih seperti gamis dia sendirian, dan setelah Amira melewati perpus Amira melewati makam dia melihat ada anak kecil yang berputar-puta mengelilingi makam sambil tertawa.. Amira sangat merinding dan dia sangat terburu-buru.

Amira berjalan sambil berfikir dan mengingat "kok anak tadi mirip sama yang di atas gedung yang meminta air minum" Amira sangat kebingungan,

Dan dia mencoba mengabaikan segala hambatan, tujuannya hanya ingin ke keran untuk ambil minum.

Tak di sangka keran semua mati, karena memang keran itu biasa di hidupkan jam 04.30 pagi, Amira sangat sedih dia tidak mau usahanya sia-sia niatnya ingin menolong seorang anak kecil.

Amira berdoa saat itu dengan kesungguhannya dan memohon untuk di berikan air, keajaiban pun terjadi..

"Air mengalir deras dari toren, Amira sangat bersyukur dan lega tanpa pikir panjang langsung mengisi botol tersebut".

Amira bergegas kembali ke gedung entah mengapa jalan yang di laluinya terasa sangat ramai namun sepi, tapi sangat berisik seperti pasar, anak yang di lihat Amira dimakan masih ada dan hanya berdiri terdiam menunduk ke makam..

Amira menambah kecepatan berjalannya..dadanya terasa sesak sekali entah mengapa jalannya seperti lambat sekali padahal dia sudah sekuat tenaga untuk mempercepat langkah kakinya.

Di perpustakaan pun masih ada wanita itu dia hanya menundukkan kepala wajahnya sudah tidak di perlihatkan lagi..

Akhirnya Amira sampai di tangga dan menuju ke kasurnya si anak itu masih terbaring ke hausan.

Amira : " dek ini minum dulu ",

Adek : " iya kak, haus sekali"

Badan adek itu gemetar sambil meminum air yang telah Amira berikan, akhirnya dia tidur kembali, air 600 ml di habiskannya tanpa tersisa.

Pagi tiba sekitar jam 04.20 si adek itu sudah tidak ada, entah kemana, tapi Amira sangat lega terasa seperti mimpi tapi itu nyata, setelah melakukan sholat subuh berjamaah di masjid Amira kembali ke Asrama.

Ada teriakan : "Kak..kak..kakak, yang semalem kasih aku air minum, makasih ya kak !! ",

Amira : " masih bingung, oh berarti semalam aku tidak bermimpi," iya dek sama-sama kamu jaga diri ya".

Adek: " iya kak, kalau bukan kakak kasih aku minum mungkin aku sudah mati dehidrasi ",

Amira : " ya berarti kamu di pertemukan dengan orang yang tepat sebagai perantara tuhan untuk menolong mu ".

Adek : " iya kak ".

Akhir mereka pergi dengan kegiatannya masing-masing !!

Malam berikutnya, Amira terbangun sekitar jam 01.00 pagi dia punya kebiasaan pipis tengah malam, dia membangunkan temannya untuk mengantarnya, akhirnya temannya pun terpaksa mengantar karna dia juga mau pipis, di atas tangga sebelum kami turun ke bawah, entah kenapa di bawah itu ramai sekali ada yang bawa ember lari-lari ada yang teriak-teriak layaknya aktifitas kami jika menjelang subuh.

Akhirnya Amira dan temannya pun bergegas turun menuju ke ramaian itu tapi mengapa semakin kita mendekat semakin orang-orang itu menghilang entah kemana sampai satu orang pun tidak ada.

Amira dan temannya saling menatap tidak percaya, seramai itu dan sebanyak itu manusia kenapa tiba-tiba satu pun tidak ada, yang ada hanya hembusan angin tengah malam yang dingin.

Teman : " mir ada yang aneh gak sih"?

Amira : " ya, tapi udah kamu tenang jangan lari lho ya, ninggalin aku sendirian"

Teman : " Iya .. gak lah, tapi sumpah mir aku takut ",

Amira : " Udah stop jangan bicara begitu, Istigfar coba !! ".

Teman : " Iyah Iyah".

Akhir Amira dan teman melanjutkan ke tujuan awal yaitu ke toilet, lampunya hanya di bagian luar yang menyala, toiletnya tidak ada lampu di dalam..sangat gelap !! Mereka saling sahut menyahut, setelah selesai mereka bergegas untuk kembali ke gedung Asrama, kesulitan disini adalah toilet yang di luar gedung semua dan jaraknya lumayan jauh.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Arwah penasaran
Scorpio19
Novel
GHOST FAMILY
Herman Siem
Novel
Gold
Spooky Stories: Penghuni Keempat
Noura Publishing
Novel
Gadis Merah
Andam Aulia
Flash
Hadiah
Dark Specialist
Cerpen
Bronze
psychosis.
Faisal Susandi
Flash
Legenda gunung Dalem
ocha novianti
Novel
Bronze
Hizib
Topan We
Novel
Gold
Fantasteen Ghost`s Whisper
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Ritual Darah Ular
Novita Ledo
Cerpen
Rumah Istimewa
Sucayono
Cerpen
Bronze
Selamat Tidur
Rere Valencia
Cerpen
Ssst ... I See You
winda aprillia
Flash
Bronze
1000 SUARA
Alvin Suhadi
Flash
Rumah Kunci
Putri Rafi
Rekomendasi
Cerpen
Arwah penasaran
Scorpio19
Novel
Makam tempat kami bermain
Scorpio19
Cerpen
Rumah Nenek
Scorpio19
Novel
Wanita berambut panjang penunggu perpustakaan
Scorpio19