Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Aroma Kopi Di Bangunan Tua
0
Suka
6,598
Dibaca

Bab 1: Impian di Bangunan Tua

Citra bukan sekadar pengusaha, ia adalah seorang visioner. Di usianya yang baru menginjak akhir dua puluhan, dengan gelar magister di bidang manajemen bisnis dan pengalaman magang di beberapa startup kopi terkemuka di Jakarta, ia memiliki satu ambisi besar: menciptakan sebuah coffee roastery butik paling inovatif di Makassar. Bukan kafe biasa, tapi sebuah tempat di mana seni kopi bertemu dengan sejarah, di mana setiap biji diolah dengan presisi seorang alkemis modern, dan setiap tegukan adalah sebuah pengalaman. Ia membayangkan sebuah ruang yang hangat, modern, namun tetap menghormati akar dan warisan kota pelabuhan ini.

Pencarian lokasinya adalah sebuah perjalanan yang panjang dan melelahkan. Ia telah menjelajahi setiap sudut kota, dari ruko-ruko modern yang steril hingga bangunan-bangunan tua yang rapuh. Namun, tak ada yang memanggil jiwanya sekuat sebuah bangunan kolonial Belanda tua di pusat kota, tepatnya di Jalan Riburane, dekat kawasan Pecinan yang ramai. Bangunan itu berdiri gagah namun usang, dengan fasad putih yang kusam dan jendela-jendela tinggi berbingkai kayu yang kini ditutupi debu tebal. Pintu utamanya, yang terbuat dari kayu jati kokoh, terasa berat dan seolah menyimpan ribuan cerita di baliknya.

Bangunan ini bukan sekadar properti; ia adalah sebuah artefak. Arsitekturnya unik, dengan langit-langit tinggi, lantai tegel motif vintage yang dingin, dan lorong-lorong panjang yang dipenuhi gema. Dulunya, menurut cerita para tetua di Pecinan, tempat ini adalah gudang rempah-rempah yang sangat aktif di era kolonial, pusat perdagangan komoditas berharga dari seluruh Nusantara. Bau cengkih, pala, merica, dan kopi pasti pernah memenuhi setiap sudutnya, bercampur dengan aroma keringat buruh dan desisan transaksi dagang. Sejarah yang kaya inilah yang menarik Citra, memberikan inspirasi bagi konsep kafe yang ia impikan: "Nusantara Roast & Rempah." Sebuah tempat yang akan merayakan kekayaan rasa dan warisan budaya.

Negosiasi sewa tidak mudah. Pemiliknya, seorang Tionghoa tua bernama Pak Lim, awalnya enggan menyewakan bangunan bersejarah ini kepada orang asing yang ingin mengubahnya. "Bangunan ini punya banyak cerita, Nona," katanya suatu sore, menyeruput teh melati. "Bukan sekadar dinding dan atap. Ada napas masa lalu di sini." Citra tersenyum, menganggapnya sebagai sentimen romantis. Ia menjelaskan visinya, berjanji akan menghormati arsitektur aslinya dan hanya menambahkan sentuhan modern yang minimalis. Akhirnya, setelah berminggu-minggu negosiasi yang alot, Pak Lim setuju, dengan syarat Citra harus "menjaga kehormatan bangunan ini."

Hari pertama renovasi dimulai dengan penuh semangat. Citra mengawasi sendiri setiap detail, dari pembersihan debu tebal yang menutupi setiap sudut hingga perbaikan atap yang bocor. Ia merekrut tukang-tukang lokal yang berpengalaman dalam menangani bangunan tua, memastikan setiap sentuhan restorasi dilakukan dengan hati-hati. Udara di dalam bangunan itu terasa lembap dan pengap, dipenuhi bau apak kayu tua dan lumut. Namun, bagi Citra, itu adalah bau sejarah, sebuah kanvas kosong yang siap ia isi dengan aroma kopi dan kehidupan baru.

Bagian yang paling ia nantikan adalah pemasangan alat roaster kopi barunya. Sebuah mesin raksasa dari Italia, berwarna stainless steel mengkilap, dengan tabung pemanas yang besar dan sistem pendingin canggih. Mesin itu tiba dengan truk besar dan harus dipasang dengan hati-hati di area belakang bangunan, yang akan ia jadikan dapur roastery utama. Suara mesin yang bising saat dihidupkan untuk pertama kalinya adalah musik bagi telinga Citra, sebuah melodi modern yang akan berpadu dengan bisikan sejarah.

Minggu-minggu pertama renovasi berjalan lancar. Aroma kayu segar dari perbaikan lantai ber...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp13.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Aroma Kopi Di Bangunan Tua
Christian Shonda Benyamin
Novel
NAPAS TERAKHIR
Maria Merianti Boru Malau
Novel
MAKOM KERAMAT SYEH SIRNA JAYA
Rana Kurniawan
Novel
Fright and Fear
Roy Rolland
Flash
Senyuman Penyihir
Jaydee
Novel
Bronze
Misteri Dendam Widuri
Jasmine23Pramestia
Cerpen
Menjelajahi Teror Di Rumah Sakit Angker
May Marisa
Novel
Gold
The Boy Who Drew Monsters
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Penjara Sukma
Ravistara
Novel
PENGHUNI TERAKHIR
Endah Wahyuningtyas
Cerpen
Bronze
Kutukan Sang Arjuna
elmero_id
Novel
Gold
Fantasteen: Kuchisake
Mizan Publishing
Novel
My Boyfriend Is A Ghost
β€§β‚ŠΛšπŸ•·β€§β‚ŠΛš zozozo βœ©β‚ŠΛš.β‹†πŸ•ΈοΈβ‹†βΊβ‚Šβœ§
Flash
LAKNAT : CURSED ONES (SHOWCASE)
Donny Sixx
Cerpen
Bronze
Indigo
Christian Shonda Benyamin
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Aroma Kopi Di Bangunan Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Indigo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Kaktus Berdarah Seri 03
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Bersama Mereka
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kutukan
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
Di Balik Tirai
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suara Penyiar Radio
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rig Minyak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Boneka Bobo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dia Bukan Bayi Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kutukan Merapi Tua
Christian Shonda Benyamin