Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Apa Kabar "Sahabat Selamanya"?
1
Suka
672
Dibaca

Sahabat? Dulu aku punya beberapa. Setidaknya, aku menyebut mereka teman dekat. Namun, mereka menyebutku sahabat.

Aku adalah pribadi yang lebih suka menyendiri, tetapi bukan berarti ingin benar-benar sendiri. Sebelum mengenal mereka, aku lebih sering “disendirikan”. Ya, mungkin itu kata yang paling tepat.

Lalu seseorang datang membawa keceriaan, harapan, dan tanpa ragu menepis sisi dinginku. Ia selalu mengajakku bermain sepulang sekolah. Hari-hariku yang kosong dipenuhi berbagai permainan sederhana khas anak-anak pada masa itu. Sore hari kami pulang membawa aroma matahari di pakaian sebagai oleh-oleh untuk rumah.

Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama. K...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Apa Kabar "Sahabat Selamanya"?
dian wahyuni
Cerpen
Rumah Tangga Tetangga
Priy Ant
Cerpen
Harapan
Cassandra Reina
Cerpen
Tempat Kerja Papa
Galang Gelar Taqwa
Cerpen
Bronze
Balada Tes CPNS
spacekantor
Cerpen
Bronze
Jima Montague
Vyas Cornanila Wahana Putri
Cerpen
Story Of My Life
idntcare
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh (Tamat)
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Kenangan Pada Sebuah Jam Tangan
Yuisurma
Cerpen
Tuan Oh Tuan
Jie Jian
Cerpen
Nala
Shofi
Cerpen
Membaca Jiwa
Imas Hanifah N.
Cerpen
Bronze
Gamophobia
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Saling Merindu
Dewi Fortuna
Cerpen
Bronze
Dua Puluh Dua Desember
Shinta Larasati Hardjono
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Apa Kabar "Sahabat Selamanya"?
dian wahyuni
Novel
Bronze
Elemen
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Ombak Senja yang Berlalu
dian wahyuni
Flash
Bronze
Si Tengil Kesayangan
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Kutunggu Kau di Perempatan Itu
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Prank Kesurupan
dian wahyuni
Flash
Bronze
Gadis Kabut
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Dia Bukan Wali
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Penantian dari Dua Benua
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Tinta Hijauku di Rumah Biru Itu
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Rumah itu, Katanya Berhantu
dian wahyuni