Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Apa Boleh Aku Memilih?
0
Suka
16,617
Dibaca

Hujan malam itu masih menyisakan genangan air di halaman rumah. Dingin masih menyelimuti setiap sudut ruangan yang ada di dalam rumah. Entah mengapa, Sisi justru merasa dirinya kesepian. Lagi-lagi penyebabnya adalah tidak ada orang lain di dalam rumah selain dirinya. Kedua orang tua Sisi selalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, dengan dalih jika itu untuk menunjang kehidupan Sisi agar selalu hidup enak. Tapi nyatanya, gadis yang masih duduk di kelas 3 SMP ini sedang membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya.

Sisi berbaring di sofa ruang TV. Sendirian, hanya berteman kan ponsel yang semakin lama semakin membuatnya bosan. Ia butuh teman, teman yang nyata, bukan teman dunia maya.

Di tengah isak tangisnya, seseorang men...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp15.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Arga My First Love
Nita Fitriana
Novel
A Straight Rain: A Story about Their Gathering in Tokyo
Anis Maryani
Novel
Bronze
RUMAH ANDINIE
YOHS SUWONDO
Novel
Bronze
Mimpi yang Menjadikanku Sampah
Seli Suliastuti
Novel
Family Bound
Didik Suharsono
Novel
Menyekolahkan Sekolah
YanDev
Skrip Film
Anggrek Bulan di Tengah Malam
Noen Indraputra
Cerpen
Bronze
Semua Rumah Ada Tikus
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Bronze
Apa Boleh Aku Memilih?
Fataya
Novel
Bronze
Kumpulan Cerpen Cadis Luz
Cadis Luz
Novel
Bronze
LUKA RAMA
Aldibilalagi
Komik
RECLIMB
Katsuri
Skrip Film
Growth: Story of the Inner Child
Azkiatunnisa Rahma Fajriyati
Flash
Bronze
Bye-Bye Suami Miskinku
silvi budiyanti
Novel
Memeto Mori
Hana
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Apa Boleh Aku Memilih?
Fataya
Cerpen
Bronze
Ada Aku
Fataya
Cerpen
Bronze
Pudar
Fataya
Flash
Bronze
Ibu, Maaf
Fataya
Cerpen
Bronze
Senyummu Berbeda
Fataya
Cerpen
Bronze
Kopi Tanpa Gula
Fataya
Novel
Promise For You
Fataya
Flash
Bronze
Jangan Peluk Lukamu Sendiri
Fataya