Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Anatomi Bayangan
0
Suka
6,471
Dibaca

Seorang jurnalis kriminal bernama Mira mengepak barang-barangnya dengan tergesa-gesa. Sudah dua bulan ia mencari apartemen yang cocok, dan akhirnya, ia menemukan sebuah bangunan tua bergaya art-deco di pusat kota. Apartemen itu tampak sempurna, dengan langit-langit tinggi, jendela-jendela besar yang menghadap ke jalanan ramai, dan sebuah lorong panjang yang memisahkan ruang tamu dari kamar tidur.

Meskipun usianya sudah puluhan tahun, bangunan itu tetap terawat dengan baik. Dinding-dindingnya dihiasi dengan lukisan-lukisan abstrak, dan lantai kayunya yang mengilap memancarkan kehangatan. Mira tidak sabar untuk pindah ke sana dan memulai hidup baru. Ia membayangkan dirinya duduk di dekat jendela, menikmati secangkir teh hangat sambil menulis artikel-artikelnya.

Namun, malam pertama di apartemen baru itu, harapan Mira berubah menjadi kegelisahan. Ia terbangun di tengah malam karena suara yang aneh. Suara itu terdengar seperti langkah kaki, tapi tidak seperti langkah kaki biasa. Lebih mirip seretan, seperti seseorang yang menyeret kakinya perlahan di lantai kayu. Suara itu berasal dari lorong panjang yang gelap.

Mira menahan napasnya, mencoba mendengarkan lebih saksama. Langkah-langkah itu semakin jelas, semakin dekat. Jantungnya berdebar kencang, ia merasakan keringat dingin membasahi punggungnya. Ia melirik jam di samping tempat tidurnya, pukul 03.00 dini hari. Ia yakin tidak ada orang lain di apartemen itu selain dirinya.

Suara langkah kaki itu berhenti tepat di depan pintu kamarnya. Mira memejamkan matanya, berharap suara itu akan menghilang. Tetapi, suara itu justru semakin jelas, diiringi dengan suara ketukan pelan di pintu. Mira merasa seperti ada orang yang sedang mencoba membobol pintu kamarnya. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia ingin berteriak, tapi suaranya tercekat di tenggorokan.

Tiba-tiba, suara ketukan itu berhenti. Hening. Mira membuka matanya perlahan. Ia menyalakan lampu, dan pandangannya langsung tertuju pada pintu. Tidak ada seorang pun di sana. Ia menghembuskan napas lega. "Hanya imajinasiku," gumamnya, mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

Keesokan harinya, Mira mencoba mencari tahu tentang apartemen itu. Ia bertanya pada pengelola dan tetangga-tetangganya, apakah mereka pernah mendengar suara aneh di malam hari. Semua orang menggelengkan kepala.

"Tidak, Nona. Saya sudah tinggal di sini selama 20 tahun, dan tidak pernah mendengar suara aneh apa pun," kata pengelola apartemen.

Mira merasa aneh. Apakah hanya ia yang mendengar suara itu? Ia mulai merasa paranoid. Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu hanya ilusi, bahwa ia terlalu lelah. Namun, saat malam tiba, ia kembali mendengar suara itu. Langkah kaki yang menyeret, ketukan pelan di pintu. Kali ini, ia memberanikan diri. Ia membuka pintu kamarnya, dan melihat ke lorong.

Tidak ada seorang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp12.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Anatomi Bayangan
Christian Shonda Benyamin
Flash
Ibu Lupa
Hanif Ilham Mahaldi
Novel
GHAMABETA
Titon Adrinanto
Novel
HUAT123
Huat 123
Flash
Lindur: The Shadow
Silvia
Novel
Bronze
ISSUES
Athar Farha
Cerpen
Undressed
Ida Ayu Saraswati
Flash
Bronze
Keluarga
Hesti Ary Windiastuti
Novel
Sabrina dan aku
abbo
Novel
Nyi Kemretek
Puput Sekar K
Flash
Hilang
Mas Sojo
Flash
Bronze
Sssstttt!
mahes.varaa
Cerpen
Bronze
Kolam Ikan
Hekto Kopter
Flash
Bronze
Menjadi Kucing
Ron Nee Soo
Cerpen
KOTAK MERAH
Hans Wysiwyg
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Anatomi Bayangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Email Maut
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kata Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jumat Akhir Bulan Juli
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Boneka Bobo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Losmen Berdarah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penunggang Kuda Hitam
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kaca Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Lonceng Berdentang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Imajiner Yang Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kabut Asap Pelabuhan
Christian Shonda Benyamin