Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Anatomi Bayangan
0
Suka
4,397
Dibaca

Seorang jurnalis kriminal bernama Mira mengepak barang-barangnya dengan tergesa-gesa. Sudah dua bulan ia mencari apartemen yang cocok, dan akhirnya, ia menemukan sebuah bangunan tua bergaya art-deco di pusat kota. Apartemen itu tampak sempurna, dengan langit-langit tinggi, jendela-jendela besar yang menghadap ke jalanan ramai, dan sebuah lorong panjang yang memisahkan ruang tamu dari kamar tidur.

Meskipun usianya sudah puluhan tahun, bangunan itu tetap terawat dengan baik. Dinding-dindingnya dihiasi dengan lukisan-lukisan abstrak, dan lantai kayunya yang mengilap memancarkan kehangatan. Mira tidak sabar untuk pindah ke sana dan memulai hidup baru. Ia membayangkan dirinya duduk di dekat jendela, menikmati secangkir teh hangat sambil menulis artikel-artikelnya.

Namun, malam pertama di apartemen baru itu, harapan Mira berubah menjadi kegelisahan. Ia terbangun di tengah malam karena suara yang aneh. Suara itu terdengar seperti langkah kaki, tapi tidak seperti langkah kaki biasa. Lebih mirip seretan, seperti seseorang yang menyeret kakinya perlahan di lantai kayu. Suara itu berasal dari lorong panjang yang gelap.

Mira menahan napasnya, mencoba mendengarkan lebih saksama. Langkah-langkah itu semakin jelas, semakin dekat. Jantungnya berdebar kencang, ia merasakan keringat dingin membasahi punggungnya. Ia melirik jam di samping tempat tidurnya, pukul 03.00 dini hari. Ia yakin tidak ada orang lain di apartemen itu selain dirinya.

Suara langkah kaki itu berhenti tepat di depan pintu kamarnya. Mira memejamkan matanya, berharap suara itu akan menghilang. Tetapi, suara itu justru semakin jelas, diiringi dengan suara ketukan pelan di pintu. Mira merasa seperti ada orang yang sedang mencoba membobol pintu kamarnya. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia ingin berteriak, tapi suaranya tercekat di tenggorokan.

Tiba-tiba, suara ketukan itu berhenti. Hening. Mira membuka matanya perlahan. Ia menyalakan lampu, dan pandangannya langsung tertuju pada pintu. Tidak ada seorang pun di sana. Ia menghembuskan napas lega. "Hanya imajinasiku," gumamnya, mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

Keesokan harinya, Mira mencoba mencari tahu tentang apartemen itu. Ia bertanya pada pengelola dan tetangga-tetangganya, apakah mereka pernah mendengar suara aneh di malam hari. Semua orang menggelengkan kepala.

"Tidak, Nona. Saya sudah tinggal di sini selama 20 tahun, dan tidak pernah mendengar suara aneh apa pun," kata pengelola apartemen.

Mira merasa aneh. Apakah hanya ia yang mendengar suara itu? Ia mulai merasa paranoid. Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu hanya ilusi, bahwa ia terlalu lelah. Namun, saat malam tiba, ia kembali mendengar suara itu. Langkah kaki yang menyeret, ketukan pelan di pintu. Kali ini, ia memberanikan diri. Ia membuka pintu kamarnya, dan melihat ke lorong.

Tidak ada seorang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp12.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Anatomi Bayangan
Christian Shonda Benyamin
Novel
Pasar Malam Terkutuk
Yaraa
Novel
Bayangan Jogoalam
R.A Utami
Novel
Mantra Cinta Mengintai
Jagat Aripin
Novel
Rumah Bertuah
Serenarara
Flash
Tak Sengaja Lewat Depan Rumahmu
Oktabri
Flash
Bronze
The Mermaid Who Wouldn"t Kiss
Silvarani
Cerpen
Kerajaan di balik Kabut
nadya angelica
Cerpen
Dunia Ihsan
Freya
Cerpen
The Enforcer
Kevin Geoffrey
Flash
MAWAR BIRU JADI PILU
Feffi
Cerpen
Bronze
Teror Pocong Si Nina
Nisa Dewi Kartika
Novel
Bronze
Mayat Wanita Bercadar itu, Istriku (Bukan Pesona Cleopatra)
Alibnu A.
Flash
Misteri Penerbangan 709
Ika nurpitasari
Novel
Erat
I M A W R I T E
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Anatomi Bayangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Terkutuk
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Cermin Kedua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Lonceng Berdentang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tuan Baru
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Luka Di Kota Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
19:00
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Sudut Mata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Losmen Berdarah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kutukan Merapi Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kereta Cepat Whoosh
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suara Dari Frekuensi Mati
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rumah Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin