Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Anak Cermin
2
Suka
7,406
Dibaca

Kehidupan kampus bagi para mahasiswa baru di Universitas Rasa Kota telah dimulai. Mahasiswa dari setiap jurusan telah berkumpul di aula tempat diselenggarakannya upacara pembukaan mahasiswa baru oleh Rektor Universitas Rasa Kota. Suasana yang riuh dan wajah-wajah antusias tampak memenuhi aula.

"Perhatian untuk semuanya, upacara penerimaan mahasiswa baru akan segera dimulai." Ujar MC yang menjadi penanda bagi seluruh mahasiswa untuk diam.

Di tengah keheningan itu, seorang pemuda berlari kecil menuju tempat duduk mahasiswa baru jurusan sastra. Wajah simetris dengan hidung mancung dan rahang tegas, kulitnya putih bersih serta tubuh yang tinggi dan tegap, membuat semua mata meliriknya. “Apa masih ada kursi kosong?” Ujarnya.

Tanpa aba-aba para mahasiswi langsung berusaha mencari kursi kosong di jajaran tempat duduk mahasiswa di depan mereka dan menunjukkan padanya. Pemuda itu pun tersenyum dan berjalan ke arah depan meninggalkan para mahasiswi histeris dalam keheningan.

#

“Eh, lo semua liat gak tadi cowok ganteng yang dateng telat?”

“Iya, iya liat. Gila ganteng banget!”

Obrolan itu berhasil memecah kecanggungan antara mahasiswi baru jurusan sastra yang tengah beristirahat menunggu sesi selanjutnya di gedung jurusan.

Btw, kenapa dia belum keliatan ya? Harusnya bareng anak-anak cowok kan?” Sikha, mahasiswi yang memulai obrolan tadi mengedarkan matanya mencari sosok yang tengah diperbincangkan.

“Eh itu bukannya dia ya?” Salah satu temannya menunjuk ke arah pintu yang langsung berhadapan dengan tangga, menampilkan sosok pemuda tampan yang berjalan santai ke arah ruangan. 

Tak ada mata yang tak memperhatikannya, perempuan bahkan laki - laki pun memandanginya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Perhatian itu membuat pemuda itu semakin percaya diri, dia memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celana dan merapikan sedikit rambutnya dengan tangan kanannya. 

Bak gula yang dikerubungi semut, pemuda itu langsung disambut sapaan dari para mahasiswi dan mahasiswa yang juga ikut penasaran dengannya.

Sikha langsung mengambil kesempatan emas dengan duduk di depannya. “Kenalin gue sikha, tadi gue sama temen-temen yang bantu nyariin lo kursi pas di aula.” Ia mengulurkan tangannya.

Pemuda itu menatapnya tanpa menyambut uluran tangannya...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
ALFA
Alfasrin
Novel
Maybe, Probably
Pia Devina
Novel
Rumah Sang Bidadari
DMRamdhan
Novel
Bronze
After School
Nadya Wijanarko
Komik
David and his ordinary life
Tri Agustinauli
Skrip Film
Airmata di Sujud Terakhir
Dani Manesah
Flash
Hanya Singgah
Ujang Nurjaman
Flash
Dreaming
just a author
Flash
Bronze
Mom's Precious Flower
Damia Nur Shafira
Cerpen
Bronze
JANGAN RAMPAS WAKTUNYA
Aizawa
Cerpen
Bronze
Anak Cermin
Hilwa Athifah
Skrip Film
SISA KEMARIN
Risna Dabliyuti
Skrip Film
About Dream
Arie Nur Wahyu Putra
Flash
Unconnected Twin
Anita Jun
Novel
Gold
Mau Minum Obat Seumur Hidup
Mizan Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Anak Cermin
Hilwa Athifah
Flash
Sesi Hipnoterapi
Hilwa Athifah
Flash
Airnya Gak Nyala
Hilwa Athifah