Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
ANAK AJAIBKU
Sejak kecil anak itu sudah membuatku curiga bahwa ia sebenarnya memang tidak membutuhkan orang tua. Umurnya belum dua tahun ketika ia mulai menari. Bukan menari seperti anak kecil yang menggoyang-goyangkan badan karena mendengar musik. Ia mendengarkan lagu sampai selesai, lalu tubuhnya bergerak mengikuti nada. Saat musik naik, tangannya ikut terangkat. Ketika irama berhenti, ia berhenti. Kadang ia seperti menunggu ketukan sebelum kakinya bergerak lagi.
Aku sering duduk di lantai memandanginya sambil tertawa. “Anak siapa ini?” Ia tidak menjawab. Tentu saja. Ia masih terlalu kecil untuk menjawab pertanyaan semacam itu. Ia hanya terus menari. Kalau sedang tidak menari, ia bernyanyi. Suaranya bening. Entah dari siapa bakat itu turun. Aku bukan penyanyi. Ibunya juga bukan. Tetapi anak itu bisa menyanyikan lagu dengan pitch control yang tepa...