Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
AMUNG
0
Suka
8,598
Dibaca

Amung

Ubaidillah

 

 

Nemangkawi di Puncak Wijaya telah lama dilenyapkan. Orang-orang Amung  tak dapat lagi berhidmat di atas tanah sucinya. Tanah suci yang menyatukan jiwa Amungme. Tak ada altar untuk perjamuan dengan arwah suci leluhurnya. Gunung, lembah, lereng, bukit-bukit, dan segalanya telah dihisap dan dirampas. Sudah lama rasa kehilangan itu jadi kehampaan batin orang-orang Amung. Cerita hidup orang-orang Amung adalah cerita duka. Duka yang menjadi bisa di ujung mata anak panah. Dan kini sudah saatnya melepas anak panah itu pada kekuasaan yang salah.

 

***

Di atas tanah dingin Kwamki, di pinggir hutan, jazad Beanal baru saja dimakamkan. Beberapa orang Amung yang turut dalam pemakaman mulai meninggalkan tanah pemakaman. Kesenyapan turun bersama kabut. Menyekap Abe yang masih duduk termenung di sisi makam Beanal. Wajahnya penuh kedukaan. Ada kesedihan yang dibalut amarah di dadanya. Juga kekecewaan pada Beanal, adik satu-satunya yang amat ia sayangi.

Abe mengambil sesuatu dalam ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp3.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
AMUNG
Ubaidillah
Novel
Bronze
Ralyska Si Anak Angkat
Amarsya SW
Flash
Love Yourself
Rahma Pangestuti
Flash
Senja di Batas Kota
Mambaul Athiyah
Cerpen
Bronze
Harmoni Kehidupan
syamwiel nino albahri
Novel
Bronze
Secret Of Love
Sonya Mega Flourensia
Novel
Langit Cinta Kota Fukuoka
A. FADHIL
Komik
The Star in Milky Way
Afa Tazkia
Skrip Film
Yes, Way
Benita Sulaiman
Novel
Memilih menjadi Janda
Fika Fauziah
Skrip Film
Jarak Kita-Script Film (Skenario Film)
Caressa
Skrip Film
Musim Semi dan Kisah yang Hilang dalam Mimpi
Arini Putri
Cerpen
Bronze
Merpati Putih
Sulistiyo Suparno
Novel
Maaf Aku Meniduri Ranjangmu
Aji Najiullah Thaib
Novel
Finally is You
Penyukalangit_
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
AMUNG
Ubaidillah
Cerpen
Senja Memerahdi Atas Perahu Sopek
Ubaidillah