Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
ALTEZZA : Semata Karenamu
1
Suka
11,150
Dibaca

“Alea, lihat itu,” suara nyaring Tina teman sebangkuku.

“Apa sih, Tin?” tanyaku gusar.

“Bu Dewi bawa siswa baru, ganteng banget. Makanya jangan merem mulu elah,” cerocos Tina.

Alea mulai mendongakkan kepalanya melihat Bu Dewi yang datang bersama satu orang siswa yang terlihat mirip berandal. Seorang siswa yang berperawakan tinggi, cukup tampan senyumnya manis dengan hidung mancung seperti prosotan TK. Akan tetapi penampilannya seperti brandalan bajunya dikeluarkan dan sama sekali tidak rapi.

“Mirip berandalan gitu kok katanya ganteng,” sergahku.

Suara Bu Dewi mulai mendominasi memperkenalan siswa baru yang ia bawa.

“Silakan perkenalkan namamu, Nak.”

Siswa baru itu terlihat cuek, “Em, perkenalan namaku Altezza Nugraha. Panggil aja Ezza atau Al. Aku pindahan dari SMA Argantara Jakarta.”

Suara serak dan terlihat acuh, membuat beberapa siswi mulai melempar pertanyaan.

“Ezza ganteng banget sih,”

“Ezza, udah punya pacar belum?”

Kegaduhan mulai mendominasi kelas XI IPS 2 pagi itu, membuat Alea mulai geram karena jam tidurnya tergganggu.

“Sudah, jangan gaduh. Silakan duduk di belakang Alea, Nak Al.” tangan Bu Dewi menunjuk bangku kosong di belakang Alea.

Sorot mata semua siswi di kelas tertuju lurus pada Alea, menatap tidak percaya seorang Altezza akan duduk di belakangnya. Suara sahut menyahut ingin tukar tempat duduk. Langkah kaki Altezza berhenti tepat di samping Alea yang masih menumpukan kepalanya di meja.

“Aku mau duduk di sini, bisa pindah gak?” ucap Altezza dengan nada tenang.

Alea mendongakkan kepalanya, menatap lekat mata lelaki yang kini berdiri tegap di sebelah meja Alea.

“Enak aja, Kamu anak baru duduk di bangku kosong sana. Jangan ganggu jam tidur aku,” tukas Alea.

Pembelajaran Bu Dewi berjalan dengan lancar, dua jam pelajaran telah usai. Suara bel istirahat mulai berbunyi. Semua siswa berhambur keluar kelas, berbeda dengan Alea yang masih setia untuk menumpahkan wajahnya di meja untuk tidur.

“Kamu Alea, kan. Temenin aku kantin bisa?”

Tubuh Alea yang merasa di sentuh langsung mendongakkan kepalanya pelan, dengan muka bantal yang penuh kemalasan. Mata coklatnya membelalak lebar saat mendapati Altezza menatap wajahnya, ketenangan Alea diusik sejak siswa baru ini datang.

“Kamu kenapa sih? Bisa gak gausah ganggu jam tidur aku! masih banyak siswa atau siswi yang bisa kau mintai tolong. Jangan aku!” te...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
panana paapa nanaada panapapana
Marhaeny Benedikta
Cerpen
Bronze
ALTEZZA : Semata Karenamu
Tinta Monyet
Cerpen
Bronze
Kakek dan Bisma
Anggrek Handayani
Cerpen
Guru Honorer Gaji 300k Menghadapi Hidup
Yovinus
Cerpen
Bronze
Tidak Benar Benar Terlihat
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Sabar Kurang Sabar
Titin Widyawati
Cerpen
My Annoying Boss
Rein Senja
Cerpen
Aku Bersimpuh di Hadapan Kopi yang Tengah Ku Seduh
Galang Gelar Taqwa
Cerpen
Bronze
Utas Rupa Manusia
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Virus Mulut Tetangga
Khairaniiii savira
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh Part-7
Munkhayati
Cerpen
Bronze
NADINE
glowedy
Cerpen
Bandang
Hans Wysiwyg
Cerpen
Nenek Penyapa Jalan
zain zuha
Cerpen
Influencer Istana
zain zuha
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
ALTEZZA : Semata Karenamu
Tinta Monyet