Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
ALTEZZA : Semata Karenamu
1
Suka
10,793
Dibaca

“Alea, lihat itu,” suara nyaring Tina teman sebangkuku.

“Apa sih, Tin?” tanyaku gusar.

“Bu Dewi bawa siswa baru, ganteng banget. Makanya jangan merem mulu elah,” cerocos Tina.

Alea mulai mendongakkan kepalanya melihat Bu Dewi yang datang bersama satu orang siswa yang terlihat mirip berandal. Seorang siswa yang berperawakan tinggi, cukup tampan senyumnya manis dengan hidung mancung seperti prosotan TK. Akan tetapi penampilannya seperti brandalan bajunya dikeluarkan dan sama sekali tidak rapi.

“Mirip berandalan gitu kok katanya ganteng,” sergahku.

Suara Bu Dewi mulai mendominasi memperkenalan siswa baru yang ia bawa.

“Silakan perkenalkan namamu, Nak.”

Siswa baru itu terlihat cuek, “Em, perkenalan namaku Altezza Nugraha. Panggil aja Ezza atau Al. Aku pindahan dari SMA Argantara Jakarta.”

Suara serak dan terlihat acuh, membuat beberapa siswi mulai melempar pertanyaan.

“Ezza ganteng banget sih,”

“Ezza, udah punya pacar belum?”

Kegaduhan mulai mendominasi kelas XI IPS 2 pagi itu, membuat Alea mulai geram karena jam tidurnya tergganggu.

“Sudah, jangan gaduh. Silakan duduk di belakang Alea, Nak Al.” tangan Bu Dewi menunjuk bangku kosong di belakang Alea.

Sorot mata semua siswi di kelas tertuju lurus pada Alea, menatap tidak percaya seorang Altezza akan duduk di belakangnya. Suara sahut menyahut ingin tukar tempat duduk. Langkah kaki Altezza berhenti tepat di samping Alea yang masih menumpukan kepalanya di meja.

“Aku mau duduk di sini, bisa pindah gak?” ucap Altezza dengan nada tenang.

Alea mendongakkan kepalanya, menatap lekat mata lelaki yang kini berdiri tegap di sebelah meja Alea.

“Enak aja, Kamu anak baru duduk di bangku kosong sana. Jangan ganggu jam tidur aku,” tukas Alea.

Pembelajaran Bu Dewi berjalan dengan lancar, dua jam pelajaran telah usai. Suara bel istirahat mulai berbunyi. Semua siswa berhambur keluar kelas, berbeda dengan Alea yang masih setia untuk menumpahkan wajahnya di meja untuk tidur.

“Kamu Alea, kan. Temenin aku kantin bisa?”

Tubuh Alea yang merasa di sentuh langsung mendongakkan kepalanya pelan, dengan muka bantal yang penuh kemalasan. Mata coklatnya membelalak lebar saat mendapati Altezza menatap wajahnya, ketenangan Alea diusik sejak siswa baru ini datang.

“Kamu kenapa sih? Bisa gak gausah ganggu jam tidur aku! masih banyak siswa atau siswi yang bisa kau mintai tolong. Jangan aku!” te...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
ALTEZZA : Semata Karenamu
Tinta Monyet
Cerpen
Bronze
JALAN PULANG
Bie Farida
Cerpen
A Journey of Self-Discovery
Tiisept
Cerpen
Bronze
Dia Bukan Dia
Samanta Radisti
Cerpen
Bronze
PAHIT GETIR CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Juru Kunci Makam yang Tertangkap KPK
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Bronze
When words become home
Langitttmallam
Cerpen
Hangat sebelum Ibu Hilang
nindia
Cerpen
Wajah yang Berbeda di Setiap Cermin
Nursan
Cerpen
Waktu yang Hilang
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
Dimana Surgamu, Buk?
Novita Ledo
Cerpen
Bronze
Kepergian Yu Sekar
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
A Little Secret
Brilijae(⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧
Cerpen
Bronze
Neraca Uriping Manungsa
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
KARBAK 85
Sky Melankolia
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
ALTEZZA : Semata Karenamu
Tinta Monyet