Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
ALIBI
1
Suka
14,491
Dibaca

                      

 ALIBI

 

 Kami memasuki pintu gerbang desa Tadung Kepayang. Segera saja kedua sisi jalan diteduhi rimbunan bambu hijau yang tingginya menyamai pohon kelapa. Rupanya inilah tadi yang kami lihat dari kejauhan sekilas seperti gugusan-gugusan pulau, seperti lukisan-lukisan zaman duhulu yang menggambarkan permai alam pedesaan. Bachdim tak putus-putus merekamnya dengan kamera. Ada gairah alami yang tiba-tiba menjalari rombongan kecil kami. Gairah yang biasa dirasakan seorang gamer ketika mulai dapat memahami pola sebuah permainan.

Decak kagum kami makin menjadi-jadi ketika dua menit kemudian minibus memasuki wilayah desa yang sebenarnya. Di kiri kanan jalan, sejauh mata memandang, hamparan padi menguning hingga ke sisi-sisi perbukitan. Cahaya matahari petang melukisi pemandangan itu dengan membiaskan kembali separuh warna obyek yang terkena terang. Campuran warna antara obyek-obyek alam dan pantulan cahaya matahari petang, membuat kami seakan tersedot ke sebuah negeri impian. Kami melihat ratusan topi dan caping tersebar di segala penjuru ladang. Puluhan gerobak sapi parkir di kedua sisi jalan. Sementara para pengendaranya sendiri merumput dengan damai, terikat pada tonggak-tonggak kayu di sepanjang jalan.

“Saya akan usul ke penerbit, siapapun dia, agar pemandangan ini ditambahakan ke dalam ilustrasi History of Java-nya Raffles! Ini ful klasik!” Bachdim meledak-ledak. “Coba, mana ada di Indonesia lain yang begini? Yang ada cuma abab dan congor pejabat!”

“Jangan-jangan kita tersesat ke dunia paralel nih, ” Titi si jerawat mengulurkan tangan keluar,” mirip banget sama setting Chronickle of Narnia.”

“Gue jadi pingin pipis nih!” Tarzan ternyata tidak bercanda. Minibus berhenti. Si kribo itu turun. Membuka celana dan langsung menunaikan hajatnya dengan menggunakan seekor sapi sebagai tameng. Kedua perempuan dalam rombongan kami melonjak-lonjak kesu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Surat Talak
Pramudya Utari
Cerpen
Bronze
ALIBI
Abdurrazzaq Zanky
Novel
Bronze
One Persen Of People
Renita Sylvia
Novel
Bronze
Naif, Bahagia Atau Luka
Aylani Firdaus
Novel
Bronze
Unexpected Encounter
Lalita Tandayu
Novel
Bronze
Pengantin 98
Herman Sim
Skrip Film
My Last 20s
kvease
Skrip Film
SUNYA
Ghaisani Larasati
Flash
Yang Tak Nyata
Sena N. A.
Flash
I DONT KNOW
Alviona Himayatunisa
Flash
Hitchhiking Diary
Luca Scofish
Flash
Bronze
Kumerindu
Gia Oro
Flash
Bronze
Sibuk
Vivianhervian
Flash
Bronze
Catatan Jumat Pagi
Fatimah Ar-Rahma
Cerpen
INNOCENT
Momo hikaru
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
ALIBI
Abdurrazzaq Zanky
Cerpen
Bronze
Perempuan Dengan Dua Ronce Melati
Abdurrazzaq Zanky
Novel
GENOSIDA KESUNYIAN
Abdurrazzaq Zanky
Cerpen
Bronze
NINI TAMBAK
Abdurrazzaq Zanky
Cerpen
Bronze
Tangkara
Abdurrazzaq Zanky
Cerpen
Bronze
DZUL
Abdurrazzaq Zanky