Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Aku Saksi Semuanya
0
Suka
6,754
Dibaca

Bab 1 – Radio

Aroma apak dan debu tebal menyelimuti setiap sudut toko loak Pak Kusno, menusuk hidung Raka begitu ia melangkah masuk. Cahaya sore yang temaram dari celah-celah genting menyoroti tumpukan barang-barang usang: lemari reyot, patung kayu yang kehilangan mata, dan gunungan buku kuning yang rapuh. Bagi Raka, mahasiswa teknik elektro tingkat akhir, tempat ini adalah surga. Bukan karena pesona barang antik, melainkan potensi tersembunyi di balik karat dan lapuk. Ia mencari komponen, mungkin sisa-sisa sirkuit lama yang bisa ia preteli untuk tugas akhirnya, sebuah proyek transmisi gelombang radio mini.

Pandangannya tertumbuk pada sebuah radio tua di pojok, tergeletak di antara tumpukan piringan hitam yang retak. Bodinya terbuat dari kayu mahoni gelap, ukirannya rumit, dan tombol-tombol putarnya mengkilap meskipun berkarat di beberapa bagian. Radio itu seakan memanggilnya, berbisik dari balik waktu. Ada sesuatu yang lain, sesuatu yang lebih dari sekadar daya tarik estetika. Sebuah getaran aneh, seperti resonansi samar yang hanya bisa ia rasakan. "Berapa ini, Pak?" tanyanya, menunjuk radio tersebut.

Pak Kusno, dengan kacamata melorot di hidung, menoleh. "Oh, itu... peninggalan kakek saya. Sudah rusak puluhan tahun. Angkut saja, Nak. Anggap saja hadiah."

Raka terkejut. Hadiah? Sebuah radio seantik ini? Ia menimang-nimang radio itu, merasakan dinginnya kayu dan beratnya mesin di dalamnya. Ada rasa penasaran yang kuat, seolah radio ini punya cerita yang ingin dibagikan. Ia mengucapkan terima kasih dan bergegas pulang, tak sabar untuk membongkar dan memeriksanya.

Malam itu, kamar kos Raka berubah menjadi bengkel dadakan. Lampu meja menyoroti diagram sirkuit, kawat-kawat tipis berserakan di meja, dan bau timah solder memenuhi udara. Ia membersihkan radio dengan hati-hati, memeriksa setiap komponen. Anehnya, sirkuit di dalamnya masih utuh, bahkan terlihat baru di beberapa bagian, seolah radio itu baru saja dirakit. Ia menemukan slot baterai yang aneh, tidak seperti baterai biasa, dan memutuskan untuk menyambungkannya langsung ke adaptor listrik.

Ketika saklar on ditekan, tak ada yang terjadi. Hanya desisan statis, seperti siaran yang gagal menangkap gelombang. Raka memutar tombol frekuensi, jari-jarinya menelusuri angka-angka usang. Tiba-tiba, di antara desis dan gemerisik, sebuah suara muncul. Jernih, namun penuh dengan distorsi yang aneh, seolah datang dari lorong waktu yang gelap.

Suara seorang penyiar laki-laki, bariton, dengan aksen kolonial yang kental. "Siaran Radio Batavia melaporkan tragedi pilu di desa terpencil di Jawa Barat. Pembantaian massal oleh tentara Kompeni, menewaskan puluhan warga sipil tak bersalah..."

Raka terpaku. Radio ini... berfungsi? Dan siarannya... tahun 1924? Itu mustahil. Ia menajamkan pendengaran. Suara penyiar melanjutkan, detail-detail mengerikan tentang rumah-rumah yang terbakar dan mayat-mayat yang bergelimpangan. Kemudian, hening sesaat, disusul oleh suara yang membuat bulu kuduk Raka berdiri: jeritan. Jeritan pilu, memilukan, seolah-olah ditarik dari kedalaman penderitaan. Jeritan perempuan, anak-anak, disusul suara tembakan yang memekakkan telinga.

Jantung Raka berdegup kencang. Ia mencoba mematikan radio, menekan tombol off berkali-kali, tapi tidak ada respons. Suara-suara itu semakin kuat, semakin nyata. Bau gosong dan darah samar-samar tercium di udara, meskipun ia tahu itu han...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp11.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Novel
Bronze
PKL DI DESA GOSAN
Nunung Hartati
Cerpen
Bronze
Aku Saksi Semuanya
Christian Shonda Benyamin
Novel
Gadis Merah
Andam Aulia
Novel
Pesantren Warisan
Rexa Strudel
Flash
Hari Ibu
Dark Specialist
Novel
The Fifth Sense
Iqsal Anaqi Santosa
Novel
Wolves Heart
Roy Rolland
Flash
Bronze
Liturgi Daging Yang Bernyanyi
Nguyen Rakai Pikatan
Novel
GILIRAN
Indra S Miraj
Flash
Mengakhiri Kesendirian
SURIYANA
Flash
Bronze
Kutukan kastil tua
HERLIYAN BERCO
Novel
Mengawat Kisikan
heriwidianto
Skrip Film
TELUH
RF96
Flash
Tatapan
Ariq Ramadhan Nugraha
Flash
SEBUAH LUKISAN TENTANG ORANG-ORANG YANG KELAPARAN
Reiga Sanskara
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Aku Saksi Semuanya
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tuan Baru
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Hutan Larangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Elara
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Putih
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bunker Jepang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Luka Di Kota Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Hidup Di Dunia Lain
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Teror
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Catatan Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Harmoni Kegelapan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Sudut Mata
Christian Shonda Benyamin