Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
AKU JADI JANDA KARENA JANDA
1
Suka
14,631
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

AKU JADI JANDA KARENA JANDA

Janda yang Datang Tanpa Diundang

“Bu, ada tamu,” suara ART-ku, Rasti, terdengar lirih dari balik pintu ruang tamu.

Aku masih sibuk melipat pakaian di kamar atas. Tangan berhenti sejenak. Siang itu panas, kipas angin di dinding hanya mengusir gerah seadanya. Aku mengangkat alis, sedikit curiga. Siapa yang datang tanpa kabar?

“Siapa, Rast?”

“Katanya namanya Bu Dira. Katanya temennya Pak Arman…”

Aku langsung berdiri. Nama itu—Dira—seperti sengatan listrik ke jantungku. Aku menelan ludah, pelan-pelan menaruh baju ke atas ranjang, lalu turun.

Langkahku pelan, tapi hati berdegup kencang.

Di ruang tamu, perempuan itu duduk santai. Cantik, anggun, dan... ya, aura janda itu jelas terpancar dari ujung rambut sampai ujung kaki. Bukan karena aku bisa lihat status orang. Tapi karena aku tahu Dira memang janda. Dan bukan sembarang janda—janda yang dulu katanya cuma teman kantor Arman.

“Assalamu'alaikum,” sapaku sambil menahan nada.

Dira menoleh dan tersenyum manis. Terlalu manis.

“Wa’alaikumussalam. Hai, Mbak Rani. Akhirnya bisa juga mampir ke rumah Mbak,” katanya sambil berdiri.

Aku tak menyambut uluran tangannya. “Ada perlu apa ya?” tanyaku singkat.

Dia masih tersenyum. “Maaf ya, aku langsung saja. Aku cuma mau ngomong baik-baik, karena aku rasa kita sudah cukup dewasa untuk tidak main belakang.”

Aku duduk. “Ngomong soal apa?” tanyaku, walau aku sudah tahu ke mana arah ini akan dibawa.

Dira menghela napas, seperti sedang memainkan peran dalam sinetron jam tujuh malam. “Tentang Arman.”

Aku meneguk ludah. “Suami saya?”

“Mantan suami, mungkin tepatnya,” katanya tanpa ragu.

Mataku membelalak. “Apa maksud kamu?”

Dia membuka tasnya, mengeluarkan selembar surat. Dengan elegan dia meletakkannya di meja. Surat cerai. Ada tanda tangan Arman.

“Dia sudah ajukan cerai tiga bulan lalu. Mbak kan nggak pernah hadir di pengadilan, jadi diputuskan verstek. Hari ini resmi turun dari pengadilan.”

Aku terdiam. Napasku tercekat. “Kamu… kamu yang suruh dia ceraikan aku?”

Dia ters...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
AKU JADI JANDA KARENA JANDA
Hadi Hartono
Novel
Bronze
A Gift For Everyone
Fann Ardian
Novel
Mendadak Jadi Nyonya Mafia
Dista rumanasari
Flash
Bronze
Cangkir Ketiga (Membicarakan Adam 17)
Silvarani
Novel
Bronze
Believe
lisa wijaya
Novel
Bronze
Di Atas Atap
izul rahman
Flash
Anonim di Argo Parahyangan
Cheri Nanas
Novel
HEY AYAH
Safinatun naja
Novel
Dia Pergi
Dina Ivandrea
Novel
Kelana Bumi Langit
Adrindia Ryandisza
Novel
EMPING SIMBOK
Joen YH
Flash
Final Piala Dunia
Rere Valencia
Novel
My Amnesia
Nela Vitriani
Novel
Bronze
My Name is Mawar
Renny Juldid
Novel
HEALING
Penyukalangit_
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
AKU JADI JANDA KARENA JANDA
Hadi Hartono
Cerpen
Bronze
Algoritma, Di Mana Tuhan?
Hadi Hartono
Cerpen
Bronze
PENDEKAR CIDURIAN
Hadi Hartono
Cerpen
Bronze
CINTAKU DI BALKON ROMEO & JULIET
Hadi Hartono
Cerpen
Bronze
PESUGIHAN NYI RORO KIDUL
Hadi Hartono
Cerpen
Bronze
NOTIFIKASI DARI LANGIT
Hadi Hartono
Novel
Bronze
Clara: Cinta Ambisi dan Darah
Hadi Hartono
Novel
Bronze
Di Balik Tirai Bursa
Hadi Hartono
Novel
Bronze
Isteriku Ternyata Sudah Tidak Perawan
Hadi Hartono
Novel
Bronze
Isteriku Selingkuh Dengan Mafia
Hadi Hartono
Novel
Bronze
Tuhan Izinkan Aku Selingkuh
Hadi Hartono
Novel
Bronze
MALAM JAHANAM
Hadi Hartono
Novel
Bronze
Sang Diplomat
Hadi Hartono