Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Aku Bukan Anak OSIS
2
Suka
27,262
Dibaca

Putih abu-abu.

Kata yang memiliki sejuta arti kiasan di baliknya. Tergantung pada tinta tujuan kau berada di sana. Bisa jadi romansa atau mungkin pilihan warna lainnya. Judul langkah pertama itu adalah sutradara.

Untuk menjadi pemimpin jalan cerita yang baik, hal yang lebih penting dari alur, pemeran utama.

Aku. Yusriyyah Adibah. Gadis remaja yang akan menginjak usia 16 tahun di tanggal 6 Oktober nanti. Terlalu tua kah jika kusebut diri ini baru saja masuk Sekolah Menengah Atas? Aku pun sering menyesalkan fakta itu. Orang tua ku memilih anak bungsunya ini memulai duduk di bangku pendidikan bersama teman kelahiran 2002. Alasannya karena jika aku diikutkan dengan anak-anak seumuran yang lahir di tahun 2001, aku tergolong muda.

Setidaknya, aku masih berada di angka 15 tahun. Normal bagi siswa kelas 10. Resmi sudah menambahkan siswa SMA di belakang profil identitasku. Suatu masa yang ku tunggu-tunggu akan kebenaran rumornya.

Kuas merah muda yang siap terlukiskan layaknya sinema layar kaca, hingga diperbolehkan jalan-jalan ke pusat kota dan menginap di rumah teman.

Kak Afi selalu membuatku iri karena bisa pergi keluar hingga malam. Sedangkan aku, membeli mie instans di mini market seberang jalan selalu dikhawatirkan apakah aku akan baik-baik saja.

Dan akhirnya. Kini aku adalah siswa SMA. Suatu kewajiban bagiku untuk menuliskan 100 harapan yang muncul dipikiranku kini sebagai remaja pemilik otak siswa berseragam putih abu-abu. Berbarengan dengan cuplikan adegan esok hari, semangat ini semakin membuka impian lama.

Huh, tidak sabar bangun dari tidur dan naik bus yang selalu lewat depan rumah. Menuju tempat yang akan menjadi saksi bisu 3 tahun seorang Yusriyyah Adibah mencapai daftar 100 harapan dalam tulisan jeleknya.

 

***

 

“Hai, boleh aku baris disini?” kepalaku menoleh ke arah sumber suara. Seorang siswi tersenyum tipis itu baru saja meminta izin untuk berdiri di samping kiri ku.

“Iya,” jawabku singkat masih dalam mata tanpa kedip terkejut.

Aku bukan pemeran utama perempuan cantik nan kaya mendekati sempurna anakpemilik sekolah ini. Jangan tinggalkan fakta kalau ini sekolah negeri. Siapa saja bebas baris dimanapun tanpa perlu bertanya begitu. Ya, aku tahu itu hanya sapaan perkenalan awal, tapi aku tak suka orang lain basa basi begitu. Sebaliknya, aku malah orang yang selalu bertanya ini itu pada orang lain. Kau bisa bilang diriku aneh. Aku tidak marah, justru aku menyukainya.

“Namamu siapa?” aku cenderung menjadi orang yang memimpin percakapan. Walau pasti merasa sebal bila berhubungan dengan orang yang aku suka. Kesannya aku adalah wartawan yang ingin tahu banyak hal tentangnya.

“Ami,” sungguh tidak penting sebenarnya, semua orang pasti bisa melihat badge nama yang terjahit di atas saku seragam.

“Aku Yusri,” sebelum Ami balik bertanya, aku mendahuluinya. Oh! Aku lupa. Salah satu harapanku adalah, nama panggilan selama di SMA bukan nama depanku, tapi Adiba. Kau pasti tahu lah alasannya. Tunggu, jika dipikir lagi, banyak juga teman satu SMP ku yang bersekolah di sini. Huh, jadi ya, sama saja.

“Dari SMP mana?” begitulah seterusnya belasan pertanyaan ku lontarkan hingga apel pembukaan persiapan Pengenalan Lingkungan Sekolah di mulai.

Berkumpul di indoor yang luas ini, berbaris sesuai kelas PLS, singkatan Pengenalan Lingkungan Sekolah, yang dulunya lebih dikenal dengan MOS.

Membahas rumor lagi, MOS itu pasti dipenuhi oleh kesibukan. Mulai mencari barang-barang aneh sesuai ketentuan hingga cerita-cerita miring tentang Kakak OSIS yang galak.

Aku punya satu kakak dan dua kakak sepupu. Tak hanya itu, anak tetangga yang umu...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp50.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Gold
Go Where Your Heart Takes You
Noura Publishing
Novel
The journey starts tonight
fasya aditya
Cerpen
Bronze
Aku Bukan Anak OSIS
Adiba
Novel
Our Dreams Together
Emma N.N
Novel
Nona Aneh dan Tuan Menyebalkan
el tsuki
Skrip Film
The Insurance
Bella Puteri Nurhidayati
Flash
Bronze
Cincin di laci sebelah
Okhie vellino erianto
Cerpen
AMELIA
Darbi Writing Club
Novel
Gold
The Grand Sophy
Noura Publishing
Novel
Bronze
Mimpi yang Menjadikanku Sampah
Seli Suliastuti
Novel
Bronze
Lentera
silvi budiyanti
Novel
Bronze
Rumah Dalam Angan Perempuan
Yuisurma
Skrip Film
Ada Cinta di Penjara
Rachman Hakim
Flash
Bronze
Takdir Cinta
Reza Lestari
Flash
Pejalanan
Selvi Diana Paramitha
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Aku Bukan Anak OSIS
Adiba
Novel
Somewhere in Hannamone
Adiba
Novel
Sebelum Melihat Langit Prancis
Adiba
Skrip Film
Kesempatan dan Dana Umum
Adiba
Novel
Somewhere in Elsiontra
Adiba
Skrip Film
Aku Bukan Anak OSIS
Adiba
Novel
Pion
Adiba
Novel
Somewhere in Dialogue
Adiba
Novel
Bronze
De La Lu Na
Adiba
Novel
Bronze
Aku Bukan Anak OSIS
Adiba
Cerpen
Ulang Tahun di Tanggal 6 Oktober
Adiba
Novel
Somewhere in Danlira
Adiba
Novel
Somewhere in Dokukan
Adiba
Novel
Bronze
De Na Nu La
Adiba
Novel
Somewhere in Greya
Adiba