Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Aku Bersama Mereka
1
Suka
7,571
Dibaca

Bab 1 – Anak Daerah yang Beruntung

Desas-desus tentang SMA Nusa Bangsa sudah sering Randy dengar bahkan di sudut kota kecilnya, Cilegon. Konon, sekolah itu adalah salah satu institusi pendidikan paling tua, paling bergengsi, dan paling diminati di Indonesia, berlokasi di sebuah kota tua yang dipenuhi jejak-jejak sejarah kolonial Belanda. Kota itu sendiri bernama Kota Kencana, sebuah nama yang konon diberikan karena kekayaan warisan budaya dan arsitekturnya. SMA Nusa Bangsa bukan sekadar sekolah, melainkan sebuah lambang prestise, sebuah gerbang menuju masa depan cerah bagi setiap siswa berprestasi yang berhasil menembus seleksinya yang ketat. Selama bertahun-tahun, Randy hanya bisa membayangkan dirinya melangkah di koridor-koridor megah sekolah itu, berinteraksi dengan guru-guru hebat, dan bersaing dengan siswa-siswa terpilih dari seluruh Nusantara.

Maka, ketika selembar surat dengan kop resmi SMA Nusa Bangsa tiba di rumahnya yang sederhana di Cilegon, Randy hampir tidak bisa mempercayai apa yang ia baca. Jantungnya berdegup kencang, memompakan adrenalin ke seluruh tubuhnya. Matanya tak lepas dari tulisan: "Dengan bangga kami memberitahukan bahwa Saudara Randy Pradana, lulusan SMP Harapan Bangsa, telah diterima sebagai siswa baru tanpa tes melalui jalur khusus prestasi daerah terpencil." Sebuah kesempatan emas, sebuah anugerah tak terduga. Ia, seorang remaja enam belas tahun dengan cita-cita setinggi langit, akan merantau, meninggalkan rumah, orang tua, dan semua kenyamanan yang selama ini ia kenal. Ia akan melangkah ke sebuah kota asing, ke sekolah impian yang selama ini hanya ada dalam lamunannya.

Bapak Slamet, ayahnya yang seorang petani dengan tangan kasar dan tatapan mata penuh kehangatan, mendekat dan menepuk pundak Randy dengan bangga. "Nak, ini adalah jalan yang dibukakan Tuhan untukmu. Jangan sia-siakan setiap detik yang kamu miliki di sana." Wajahnya berkerut oleh garis-garis kelelahan, namun senyumnya tulus dan penuh dukungan. Ibu Lastri, ibunya yang selalu lembut dan perhatian, memeluknya erat, air mata membasahi pipinya yang keriput. "Jaga diri baik-baik, ya, Nak. Makan teratur, jangan lupa beribadah, dan jangan lupakan kami di sini." Suaranya bergetar, diselingi isakan lirih. Randy mengangguk, dadanya meluap-luap dengan campuran semangat, haru, dan sedikit rasa gugup yang tak bisa ia jelaskan.

Persiapan keberangkatan dilakukan dengan sederhana. Randy hanya membawa sebuah tas ransel yang tidak terlalu penuh berisi beberapa pakaian, buku pelajaran SMP, dan sebuah kamus usang peninggalan kakeknya. Namun, di dalam hatinya, ia membawa impian yang jauh lebih besar, sebuah harapan akan masa depan yang cerah, penuh pembelajaran, dan pengalaman baru. Di hari keberangkatan, keluarga besarnya berkumpul untuk mengantarkannya ke terminal bus. Neneknya memberikan sebungkus rendang buatan sendiri, berpesan agar Ra...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp9.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Aku Bersama Mereka
Christian Shonda Benyamin
Novel
Gold
Fantasteen Scary Teru Teru Bozu
Mizan Publishing
Novel
Bronze
WINDY ... IS CALLING
Herman Trisuhandi
Novel
Jangan Tidur di Sekolah
abil kurdi
Cerpen
Numpang Ke Kamar Mandi
Amelia Purnomo
Novel
Bronze
Bulan Madu Pengantin
Rosi Ochiemuh
Novel
Gold
Fantasteen Scary Soul Eater
Mizan Publishing
Flash
Sumi Arwah penasaran
Ismawati
Novel
Gold
The Raven
Noura Publishing
Cerpen
Bronze
Hutan Larangan
Christian Shonda Benyamin
Flash
Dibalik Liontin Merah
Sandra Arq
Cerpen
The Game of Ghost
Rama Sudeta A
Flash
Hitam
rossewoodz
Flash
Dia Punya Teman yang Lain
bomo wicaksono
Novel
Gold
Kagome-Kagome
Noura Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Aku Bersama Mereka
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Hutan Larangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Streamer Yang Tragis
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kematian Di Tanah Rawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kutukan Merapi Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kereta Cepat Whoosh
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ouija
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
19:00
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kata Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Lilo Main Dengan Siapa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Yakin Ini Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sisi Lain
Christian Shonda Benyamin