Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Akhir Adalah Awal
1
Suka
17,934
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Awal Adalah Akhir

“Aaaaaaaaaaaaa!!!”

               Suara teriakan panjang mendominasi seperempat ruangan yang terlihat gelap. Suara nyaring itu terhenti, ketika lampu ruang kamar itu menyala. Seorang gadis berusia 15 tahun itu sedang mengatur napasnya yang tersenggal-senggal. Matanya memejam sesaat, kemudian gadis itu menghela napas gusar.

               Mimpi yang baru didapatnya tadi, seolah menyerangnya tanpa ampun. Gadis itu meneguk segelas air hingga menyisakan setengahnya. Dia sibuk menetralkan detak jantungnya yang berdebar tak karuan. Lalu, pikirannya kembali pada mimpi sialan itu. Sekelebat ucapan Ayahnya tempo hari terngiang di kepalanya. “Ubah sikapmu, Nak! Jika, kamu memang anak Ayah, ikuti apa kata Ayah. Memangnya, dengan sikapmu seperti ini Bundamu akan bahagia di sana?” rentetan kalimat panjang itu membuat dia berdecak keras sekaligus menghela napas kasar. Jadi, apakah dia akan mengikuti semua ucapan Ayahnya yang berada di mimpi itu?

               Burung bersiul-siul sangat merdu, mentari pagi yang cerah telah menampakkan dirinya di ufuk timur, seolah tengah memberikan senyum cerahnya pada bumi. Lain halnya dengan gadis yang bernama Vyana Shaline yang biasa dipanggil Vya— gadis itu berada di meja makan bersama sang Ayah dengan raut wajah yang terlihat masam. “Ayah! Vya berangkat sekolah dulu, ya.” Vya bangkit dari tempat duduknya setelah meneguk segelas susu putih. Tangan Vya terulur untuk mencium tangan Ayahnya. Ayahnya menyambut tangan Vya lembut. “Baik-baik di sekolah, ya, Nak. Pesan Ayah, jangan lupa membaca doa untuk melakukan semua kegiatan. Supaya kamu selalu dilindungi oleh Allah. Jangan lupain omongan Ayah tempo hari, ya, kamu pasti ingatkan?” ucap Ayah. Vya mendengkus. “Vya, gak suka dikekang, Yah, Vya sudah besar.” ujar Vya sedikit kesal. “Kalau gitu, Vya, berangkat dulu. Assalamu’allaikum,” Vya bergegas ke luar rumah.

               SMP M Hatta yang berada di daerah Jakarta merupakan SMP swasta unggulan dan terfavorit. Vya menginjakkan kakinya menuju kelas IX-A dengan raut wajah tidak bersahabat. Vya membanting tasnya asal ke bangku tempat duduknya. Pagi ini mood Vya benar-benar terlihat buruk. Perkataan Ayahnya itu membuat Vya semakin merasa kesal di setiap harinya. Setelah duduk di kursinya Vya membenarkan jilbabnya yang sedikit tertekuk akibat angin luar yang menerpa wajahnya saat menuju kelas.

               Segerombolan siswi perempuan menghampiri Vya dengan raut wajah penuh senyum di wajah mereka masing-masing. “Woy! Vya. Kenapa muka lo? Mesem amat,” ujar Ana dengan lagak angkuh yang merupakan sahabatnya juga. “Iya, nih. Muka kamu kenapa, Vya? Lagi sakit, ya?” Lala ikut nimbrung juga. Vya tersenyum. “Nggak, kok! Aku nggak kenapa-napa.” Jawabnya. Ana tidak peduli lagi, dia langsung duduk di sebelah ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Untill We Meet Again
Nany Parker
Flash
Kakek Warsum Mencari Tajin
Neo
Flash
Cerita Sang Kakak
Syifaanur Al Fitria
Cerpen
Bronze
Akhir Adalah Awal
Topan Adiningrat
Cerpen
Seperti Ada yang Salah....
Nursan
Novel
FIGURAN
crystal
Flash
Halo Nak
Alvin Raja
Cerpen
Bronze
Bukan Sekedar Tanggal
Anisah Ani06
Novel
Bronze
Yuko
Juli Mekariani Simbolon
Novel
Destiny
Eva ayu riandini
Novel
Elorazen
Daydreamer
Novel
Tentang Siapa Cinta
Aura Putri Cantika
Novel
Bronze
Kang Azzam: Sang Kiai dan Metamorfosa
Imajinasiku
Novel
Bronze
SEJUTA KISAH
BulanBintang
Novel
Unforgettable (Argantara)
Ai Pitriani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Akhir Adalah Awal
Topan Adiningrat
Cerpen
Bronze
Meraih Cinta dan Asa
Topan Adiningrat
Novel
Kausatif
Topan Adiningrat