Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Akar Tumbuh
1
Suka
6,183
Dibaca

Langkah-langkah kaki Nara berderap pelan di jalan tanah yang membawanya ke kebun keluarga. Di sekelilingnya, pepohonan besar menjulang tinggi, rantingnya saling menjalin seperti lengkungan alami yang melindungi jalan setapak dari terik matahari. Udara pagi terasa lembab, membawa aroma tanah basah yang bercampur dedaunan yang mulai menguning.

Nara berhenti sejenak, memandang kebun yang tampak tak terurus di depannya. Kebun ini adalah peninggalan terakhir dari orang tua mereka, warisan yang kini menjadi tanggung jawabnya. Ia menghela napas dalam-dalam, mengingat kata-kata ayahnya, "Kebun ini akan terus hidup selama kita mau merawatnya dengan ketekunan dan cinta."

Namun, Nara tahu tugas ini tak semudah kata-kata. Setelah kepergian orang tuanya, ia mendapati bahwa menjaga kebun ini bukan hanya soal bekerja keras, melainkan juga melawan pandangan skeptis dari orang-orang desa. Tatapan mereka seolah menilai bahwa dia, seorang gadis muda, tak akan mampu mempertahankan kebun yang luas ini. Nara sering mendengar bisik-bisik di pasar atau di jalan-jalan desa, suara lirih yang menyampaikan keraguan mereka, "Sepertinya kebun itu akan terlantar. Sayang sekali."

Pagi ini, ia berdiri di ambang kebun, berusaha mengabaikan bayang-bayang keraguan yang menyusup ke pikirannya. Bodo amat, pikirnya, mengingat apa yang pernah ia baca dari sebuah buku yang diwarisi ibunya. Hidup bukan tentang memenuhi harapan orang lain.

Ia melangkah masuk, menyusuri lorong tanaman talas yang tumbuh liar dan gulma yang menjalar di mana-mana. Ada rasa getir yang merayap, perasaan kehilangan yang sulit diabaikan. Setiap kali ia melihat tanaman yang merangg...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Akar Tumbuh
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
Keluarga bahagia dibalik senyum sederhana
Ryan Wijayanto
Cerpen
Cinta yang Tersisa
SURIYANA
Cerpen
1/2 Nakal & 1/2 Polos (Tetangga Ku)
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Bronze
Topeng Keindahan
Cicilia Oday
Cerpen
Rumah Harapan
Binti Uti
Cerpen
Retak Dinding Rumah Petak
Duwi Rachmawati
Cerpen
Royadi dan Jin Ifrit dari dalam Kendi
Ryan Esa
Cerpen
Bronze
Mat Tabik
Bonari Nabonenar
Cerpen
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Utas Rupa Manusia
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Satu Tahun Setelah Kehancuran
lia Karnilawati
Cerpen
Bronze
Kepak Sayap Gurindam
Supriyatin Yuningsih
Cerpen
MENUJU JALAN SETAPAK
Septia Arya Nugraha
Cerpen
Bronze
Harapan dari Sepiring Nasi
Saifoel Hakim
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Akar Tumbuh
Tourtaleslights
Cerpen
SBDM-MCFP
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
The Famtrip Flores
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
Airdrops Bingo
Tourtaleslights
Cerpen
17 Tahun Budak Cinta
Tourtaleslights
Novel
Pejabat Negeri Sonoharu
Tourtaleslights
Novel
Keluarga Jamur
Tourtaleslights
Novel
Warisan Tanah Keluarga
Tourtaleslights
Novel
17 Tahun BUCIN
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
Negri Sonooharu
Tourtaleslights
Flash
Bronze
#2. Langit Berbintang dan Rasa Takdir
Tourtaleslights
Cerpen
Terra Valley Rise of The Golem Empire
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
Macaronion
Tourtaleslights
Flash
Bronze
#3. Rasa Takdir dan Kebebasan
Tourtaleslights
Flash
Bronze
#1. Aroma Sakura di Tengah Kekacauan
Tourtaleslights