Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Akar Tumbuh
1
Suka
7,840
Dibaca

═════════════════

AKAR TUMBUH

Kebun Lentera Talas

─────────────────

Kabut di kebun ini tidak pernah benar-benar putih. Ia selalu memiliki semburat abu-abu, seperti asap dari tungku yang enggan padam, atau keraguan yang menggantung di tenggorokan seorang anak yang dipaksa dewasa terlalu cepat.

Jaganara (Nara), begitu ia biasa dipanggil berdiri di tepi kebun yang liar, sepatu karetnya nyaris tenggelam dalam lumpur sisa hujan semalam. Di hadapannya, tanaman talas menjalar ke mana-mana, daun-daunnya yang lebar seperti perisai yang rusak, beberapa di antaranya sudah menguning dan berlubang dimakan ulat. Di kejauhan, rumah kayu tua berdiri dengan cat yang mengelupas, seperti luka yang tidak pernah sembuh sepenuhnya.

Nara berusia enam belas tahun, tetapi pundaknya sudah terasa memikul beban yang tidak seharusnya ia pikul. Beban itu bukan berasal dari buku pelajaran atau tugas sekolah itu terlalu ringan. Beban itu berasal dari kesadaran bahwa sejak ayah dan ibunya memilih jalannya masing-masing di kota, ia adalah satu-satunya yang tersisa untuk menjaga "titipan" ini. Kebun ini adalah satu-satunya warisan yang tidak bisa mereka jual, satu-satunya tanah yang masih mengingat langkah kaki kakeknya, Murta Wijaya.

Ia melangkah masuk, menyusuri lorong yang hampir tertutup gulma. Tangannya meraba daun talas yang terkulai, dan untuk sesaat, ia merasakan kehangatan aneh di ujung jarinya seolah tanaman itu mengenalinya, seolah ia bukan orang asing di sini.

Di beranda rumah, kursi rotan tua masih ada. Kosong. Nara mendekatinya dan menghirup udara di sekitarnya. Ada sesuatu di udara bau samar yang tidak ia mengerti. Bau arang dan getah pohon, seperti sisa tinta yang mengering di atas kertas tua. Bau itu seolah menempel di kayu beranda, meskipun ayahnya sudah bertahun-tahun tidak pernah menginjakkan kaki di sini.

Nara tidak tahu mengapa, tetapi bau itu membuat dadanya terasa lebih ringan. Ia duduk di kursi rotan itu, dan untuk pertama kalinya, ia tidak merasa sendirian.

Namun, kebun ini tidak akan merawat dirinya sendiri. Dan Nara tahu, di luar sana, ada tetangga yang sudah menunggu untuk melihatnya menyerah.


Pagi berikutnya, Nara sudah berada di kebun sebelum matahari benar-benar terbit. Ia mencabut gulma dengan tangan ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Akar Tumbuh
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
Toko Masa Depan
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
HALTE
Billy Yapananda Samudra
Cerpen
Perempuan Berambut Perak
Rafael Yanuar
Cerpen
Perhatikan Rani
Cassandra Reina
Cerpen
Bronze
Prenuptial Agreement: Antara Luka dan Logika
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Pagar Depan Rumah
spacekantor
Cerpen
Bronze
CHARLIE
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Ibu dan Segala Kompleksitasnya
Siti Aminatus Solikah
Cerpen
MENJADI KETUA RT DAN HIKMAH-HIKMAHNYA
Agung Satriawan
Cerpen
kotak hiburan
Pipo Vernandes
Cerpen
Mbak Jamu
Siska Sekar Arum Sumulyo
Cerpen
Bronze
Perjalanan
Fatimah Ar-Rahma
Cerpen
Bronze
Andai Waktu Dapat Kuputar Kembali
Ezra Jo
Cerpen
Maghdiraghar Nyurathala
Hidayanthi Alifa
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Akar Tumbuh
Tourtaleslights
Novel
Negeri Topeng Monyet: Bukan BIN Tapi DIM
Tourtaleslights
Flash
NODA KACA RETAK
Tourtaleslights
Flash
DENGUNG YANG TAK PERNAH TIDUR
Tourtaleslights
Novel
Keluarga Jamur
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
Lembar Catatan dari Pelabuhan Sunyi
Tourtaleslights
Flash
KESUNYIAN YANG MEMEKAKKAN
Tourtaleslights
Novel
Generasi Nozzel: Stempel di Meja Makan
Tourtaleslights
Flash
#2. Langit Berbintang dan Rasa Takdir
Tourtaleslights
Flash
SIMPUL YANG KUAT
Tourtaleslights
Flash
#3. Rasa Takdir dan Kebebasan
Tourtaleslights
Flash
HANTU DI LUMBUNG
Tourtaleslights
Cerpen
17 Tahun Budak Cinta III
Tourtaleslights
Novel
TERRALAZE: THE LAST FANTASY OF VALSEKAI
Tourtaleslights
Flash
RACUN DATANG BERTAHAN
Tourtaleslights