Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
AKAR SEGALA DUSTA
0
Suka
5,157
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

        Karya : Depriansyah (Deps)

Dia Ada Sebelum Penciptaan, Dia Tetap Ada Setelah Ke-tiada-an.

Dia Yang Awal, Dia Tidak Akan Berakhir.

Dialah Satu Tanpa Bandingannya, Dialah Satu Tanpa Tandingannya.

Erlin baru saja menyelesaikan paragraf pertama Cerita Pendek yang harus ia karang untuk memenuhi tugas Ujian Praktik Bahasa esok hari. 

Ia menghela nafas panjang sembari menyeka keringat yang mulai deras membanjiri wajahnya. Gadis dengan perawakan urak-urakan itu sebenarnya sangat cantik. Matanya Sipit dan memiliki lesung pipi di sebalah kiri dan kanan wajahya. Kulitnya cerah dan halus. Itu juga yang melatar- belakangi banyak siswa laki-laki menaruh hati padanya.

Namun Erlin mengesampingkan semua itu. Ia lebih suka menjadi dirinya sendiri - tomboi. Ia memilih membebaskan dirinya. Bermain dan berkumpul membentuk Genk bersama sahabat laki-laki disekolahnya. Pemalas, suka bolos dan bergabung bersama mereka di kantin kosong sekolah yang disebutnya markas besar tongkrongan.

Saat ini, kepalanya benar - benar pusing tujuh keliling. Betapa tidak, seharusnya satu minggu yang lalu ia dapat memulai mengerjakan tugas - tugas ujian praktik yang diberikan padanya. Termasuk tugas membuat cerpen ini. Akan tetapi ia malah asik menghabiskan waktu bersama genk-nya bahkan tak menggubris hal tersebut.

Nilai ujian Semesternya sangat jelek sehingga pada ujian Praktik kali ini, ia harus mendapatkan nilai yang sempurna untuk dapat lulus dan melanjutkan keperguruan tinggi yang dicita -citakannya.

Matanya melotot lurus tertuju pada keranjang sampah dibawah meja belajarnya. Keranjang sampah tersebut mulai dipenuhi kertas-kertas remuk akibat ke kesalan demi kesalahan pada coretan ketas - kertas putih yang tak berdosa. Karena ia tak menemukan paragraf pembuka yang menarik untuk melanjutkan cerpennya. Air matanya sesekali menetes. 

Andai ia mendengarkan apa yang diucapkan Ayah-Ibunya sebelum mereka meninggalkan dirinya sendirian untuk Pekerjaan baru mereka di luar Kota, pastilah ia tidak akan mendera perasaan bingung - pusing seperti ini.

Lagi-lagi kepalanya berdenyut kencang. Sesekali rasa sakit akibat pikiran yang bertabrakan dalam benaknya melahirkan gerutuan yang memaki-maki dirinya sendiri.

"Dasar Bodoh, apa...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp20.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
AKAR SEGALA DUSTA
Depriansyah
Novel
Tanda Lahir
Era Chori Christina
Novel
Gold
Hotelicious
Bentang Pustaka
Skrip Film
Permission to Dance
SKY
Flash
Bronze
Bodyguard Cilik di Tenda Kampanye
Silvarani
Flash
Bronze
Prometheus, Franz Kafka; penerjemah ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Jaket dengan Lubang Bekas Peluru
Habel Rajavani
Novel
Kisah LDR paling jauh
Ari Septiana
Flash
Bronze
Belenggu Rumah Tipe 36
kutipan.izs
Flash
Ditikung Teman Berakhir Kandas
kutipan.izs
Cerpen
Bronze
ada apa?
ayumi gizzalea
Novel
Bronze
Kisah Cintaku : Terjebak dalam Cinta
Rigwaldy SInaga
Novel
CINTA BUNGA LILY
Permadi Bakhtiar
Novel
SUKMA: Masa bermain yang hilang
Anggy Pranindya Sudarmadji
Skrip Film
Buku Catatan Papa (Script)
Jaydee
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
AKAR SEGALA DUSTA
Depriansyah