Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Aisah
0
Suka
16,446
Dibaca

 Tinta jingga mencelup pepucuk menara-menara masjid, menara-menara BTS, tiang-tiang kapal di dermaga, dan awan-awan yang berarak dari arah Gunung Mahameru.

Lantunan murattal ayat-ayat suci Al-Quran bergema di tiap penjuru kota kecilku, mengalir bersama angin hingga menelisik ke sela-sela telinga. Dedaunan bergerak karena embusan angin, berjatuhan seumpama jiwa-jiwa manusia yang dihempaskan oleh nasib dan tak takdir yang tidak beruntung.

Memasuki bulan Juni, kota kecilku sudah ditinggalkan oleh hujan yang entah berselingkuh dengan siapa, meninggalkan tanpa permisi kepada katak bangkong yang memanggil-manggilnya di rawa.

Dan seperti biasa, di sore menjelang petang ini aku duduk di bangku sebuah warung kopi bambu sambil menikmati secangkir kopi hitam yang telah berubah menjadi sedingin mayat sejak tadi. Kuseruput pelan hingga mengalir di kerongkongan. Kemeja putih dan celana hitam masih lekat di tubuhku. Belum kuganti.

Di pojok sana terdengar kelakar beberapa lelaki pengunjung kopi yang tampak asyik bermain catur. Sesekali kudengar gemertak butir catur di papan berukuran 25×25 cm.

Catur memang sudah menjadi kegemaran lelaki di kampungku. Apalagi kalau menjelang hari kemerdekaan negara Republik Indonesia. Papan-papan catur digelar di atas meja-meja sampai di luar warung kopi. Para kampiun catur saling duduk berhadapan untuk saling terjang. Siapa yang menguasai peperangan, dialah yang men...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
Bronze
Aisah
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Sandiwara Cinta yang Berakhir
Ridwan Albakri
Cerpen
Untuk Hati Yang Mencari Arah
Dear An
Cerpen
His Humor Vitreous- Side story of Joshua
Tantan
Novel
Tears
swafaiss
Komik
Sunlover
7Studio
Flash
Bronze
Antara Christy dan Christine
Nuel Lubis
Cerpen
Jakarta, Baru-Baru Ini
Aneidda
Cerpen
Bronze
Arunika Maharani
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Levanter 2
Tantan
Cerpen
Gara-Gara Kondangan
anaibeterbangan
Novel
Candu Sampai Ke Nadi
Syafina novita sari
Novel
Lokasi Yang Tidak Diketahui
Moon
Cerpen
Jaenudin
Steffi Adelin
Cerpen
Bronze
Sebelum Petang
Yuli Harahap
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Aisah
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Arunika Maharani
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Bunga di Atas Kebun Api
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Mereka Bilang Istriku Teroris
Imajinasiku
Novel
Bronze
Kalam Kalam Cinta
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Ramayana Moksa
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Aku dan Mantan Kakak Iparku
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Sehidup Sesurga
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Dua Puluh Dua Tahun
Imajinasiku
Novel
Bronze
Surat Cinta yang Terbaca(Novel)
Imajinasiku
Novel
Bronze
Cinta di Balik Pesantren (Buku Terakhir)
Imajinasiku
Novel
Bronze
Cinta Pertama Cinta Terakhir
Imajinasiku
Novel
Bronze
Pintu Tauhid 2
Imajinasiku
Novel
Bronze
Bus Kota Warna Merah (Cerpen Pilihan Editor#1)
Imajinasiku
Novel
Bronze
SALWA-AZIS
Imajinasiku