Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Airdrops Bingo
1
Suka
17,691
Dibaca

Pandemi COVID-19 menghantam dunia ketika Noir baru saja menuntaskan studi di jurusan bisnis makro. Ijazah barunya seakan tidak berarti di tengah gelombang PHK dan penurunan ekonomi global. Setiap pagi, dia mencari pekerjaan dengan harapan yang memudar. Hari-hari berlalu tanpa panggilan yang sesuai dengan impiannya, Noir menatap layar laptop, berharap menemukan pekerjaan yang cocok. Namun, hari-hari berlalu tanpa kabar.

Di satu sisi, Noir merasa bahwa dunia sudah berubah, bahwa pekerjaan konvensional mungkin tidak lagi menjanjikan stabilitas yang pernah dibayangkan. Namun, kedua orang tuanya memiliki pandangan yang berbeda. Setiap kali dia menyampaikan keinginannya untuk mencari peluang di dunia digital, orang tuanya selalu mengingatkannya tentang nilai-nilai "pekerjaan stabil" dan "gaji tetap." Ayahnya, seorang pegawai negeri sipil yang sudah hampir memasuki masa pensiun, kerap kali menasihati Noir untuk "menjadi orang yang realistis" dan "tidak mengambil risiko."

Noir merasa terpojok, tersesat di antara harapan dirinya sendiri dan tuntutan keluarganya. Keinginan untuk bekerja sesuai jurusannya seakan bertabrakan dengan kenyataan, apalagi dalam kondisi pandemi. Ia mencoba menekan keinginannya dan mematuhi nasihat ayahnya, tapi, setiap kali berusaha untuk "realistis" dan melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang konvensional, hasilnya selalu mengecewakan.

Suatu malam, setelah makan malam yang diwarnai percakapan penuh tensi tentang "kapan dapat pekerjaan," Noir merasa amarah dan frustasinya memuncak. Ia mengurung diri di kamar, mengabaikan ketukan ibunya yang cemas di pintu. Dia duduk di atas ranjang, menatap kosong ke arah laptop di mejanya. Pikiran tentang masa depan membebaninya hingga dada terasa sesak.

"Noir, kamu mau sampai kapan begini?" suara ayahnya di benaknya mengganggu pikirannya, bercampur dengan kata-kata yang terus terulang di setiap kesempatan makan malam, "kamu itu lulusan perguruan tinggi. Masa iya malah mau jadi pen...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Serenada
Revalina Aulia N
Cerpen
Bronze
Airdrops Bingo
Tourtaleslights
Novel
Bronze
TODAY
Martha Z. ElKutuby
Novel
Bronze
Aksara Bersandiwara Mantra
R.J. Agathias
Flash
Bronze
Lonely
Ika nurpitasari
Novel
Fatty Boyfie
Fauziyyah Jihad Noor Yahya
Komik
Little Things
Alfi Zakira
Skrip Film
FREKUENSI
Tira Riani
Flash
Bronze
Kapan Nikah : Flash Fiction Spesial Lebaran
Silvarani
Flash
Cahaya Dibalik Senja
Ika nurpitasari
Flash
Bronze
Dua Petani
Ahmad Muhaimin
Skrip Film
Calon Istri Ayah
Eko Hartono
Flash
Bronze
Coretan Cinta
Sia Bernadette
Flash
Berbagi Luka
Rizky VP Nusantara
Cerpen
Museum Kecil di Ruang Tamu
muhaibra
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Airdrops Bingo
Tourtaleslights
Cerpen
17 Tahun Budak Cinta
Tourtaleslights
Novel
Warisan Tanah Keluarga
Tourtaleslights
Novel
Pejabat Negeri Sonoharu
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
Akar Tumbuh
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
The Famtrip Flores
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
Negri Sonooharu
Tourtaleslights
Cerpen
Terra Valley Rise of The Golem Empire
Tourtaleslights
Novel
Keluarga Jamur
Tourtaleslights
Novel
17 Tahun BUCIN
Tourtaleslights
Cerpen
SBDM-MCFP
Tourtaleslights
Flash
Bronze
#4. Rasa dari Keputusan yang Belum Terungkap
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
Macaronion
Tourtaleslights
Flash
Bronze
#3. Rasa Takdir dan Kebebasan
Tourtaleslights
Flash
Bronze
Jembatan Negeri Rasa
Tourtaleslights