Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Keheningan di Balik Deru Mesin
Dunia tidak berhenti hanya karena satu nyawa telah sirna. Itulah pelajaran kejam yang harus diterima oleh lingkaran persahabatan yang terjalin erat itu. Rutinitas kembali, perlahan, memaksakan diri.
Arman, Indra, dan Soni mulai kembali fokus pada pekerjaan mereka masing-masing di pabrik. Namun, kehangatan yang dulu terasa telah hilang, seolah sebagian besar cahaya telah meredup seiring kepergian Raka.
Rio, anak rantau yang menemukan keluarga di tanah ini, kembali ke rutinitas paginya, memotong ayam untuk dijual, bergerak dengan ketekunan dan ketulusan hati. Dialah kini pilar kedua bagi ibu dan adik-adik Raka yang kehilangan sosok sandaran utama.
Sementara itu, Sahril dan Ayu mengambil langkah yang paling drastis. Mereka memilih resign dari pabrik. Memilih melepaskan diri dari hiruk pikuk yang sarat kenangan pahit itu, mencari kedamaian yang tak mungkin ditemukan di tengah bayangan tragedi. Adab berpisah dengan kesibukan, memilih jalan hening.
Namun, ada satu orang yang tak mampu melupakan semua itu begitu saja.
Sosok Soni, si anak slengean yang selalu bertingkah konyol, kini terperangkap di antara ingatan. Setiap aktivitas yang ia lakukan, selalu terlintas bayangan Raka yang tersenyum. Setiap ia berdiam diri, bayangan Raka yang riang dan tegar datang menagih janji persahabatan yang belum tuntas. Soni tahu, ia tidak akan pernah bisa mengikhlaskan jika ia masih hidup dalam kenyamanan yang sama. Kenyamanan inilah, ia yakini, yang telah merenggut sahabatnya.
Ia butuh rasa sakit yang lain, rasa sakit yang nyata dan terarah, untuk menutupi lubang menganga di hatinya. Ia butuh sebuah jalan yang memaksa dirinya untuk kembali tegar, bukan untuk orang lain, melainkan untuk Raka.
Di tengah keheningan malam yang dingin, saat ia merebahkan diri di kasurnya yang terasa hampa, Soni akhirnya membulatkan tekad. Ia akan mencari tempat di mana persahabatan diukur bukan dari tawa dan canda, tetapi dari disiplin, ketegaran, dan ambisi yang ditempa dari api. Ia akan mencari jalan untuk mengikat dirinya pada sebuah rencana yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri
Titik Balik Sang Pemberani
Hari-hari yang Soni lalui terasa sangat hambar. Candaan yang selama ini hadir bersama Raka, perlahan mulai memudar seiring berjalannya waktu. Bahkan sahabatnya yang lain merasa kasihan.
Mereka terus mencoba memberikan semangat, terutama Rio dan Arman, tetapi itu terasa sia-sia. Ora...