Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Ada Apa Dengan Diriku
0
Suka
9,169
Dibaca

Bab 1 – Pindah dan Berteman

Debu mengepul saat Laras menyeret kopernya yang ringkih ke dalam rumah kos barunya. Aroma apak dan cat yang mengelupas menyambutnya, namun Laras mencoba tersenyum. Ini adalah awal yang baru. Kota yang asing, udara yang terasa sedikit lebih segar—semuanya adalah kanvas kosong untuk hidup yang selama ini ia dambakan: hidup yang tenang, tanpa bayang-bayang kesepian yang menggerogoti. Di kota lamanya, setiap sudut terasa seperti cermin yang memantulkan kekosongan. Kenangan akan hari-hari sekolah yang dilalui sendirian, jam istirahat yang dihabiskan di perpustakaan, dan malam-malam panjang dengan hanya buku sebagai teman, masih melekat erat. Di sini, di perpustakaan kota yang menawarinya pekerjaan, ia berharap bisa menemukan potongan-potongan dirinya yang hilang, atau setidaknya, potongan-potongan yang bisa ia terima.

Perpustakaan kota itu adalah bangunan tua dengan langit-langit tinggi dan lorong-lorong buku yang berliku, memancarkan aroma kertas tua dan kayu lapuk. Bagi Laras, ini adalah surga kecil. Hari-hari pertamanya di sana terasa canggung. Laras adalah sosok pendiam, seringkali membiarkan rambut hitamnya yang lurus menutupi sebagian wajahnya saat ia sibuk menata buku atau melayani pengunjung dengan suara nyaris berbisik. Ia takut salah, takut menonjol, takut menarik perhatian yang tidak ia inginkan. Ia selalu merasa lebih aman di balik bayang-bayang, menyerap dunia tanpa harus menjadi bagian darinya.

Hingga muncullah Rani. Rani adalah kebalikannya. Rambutnya selalu diikat kuda tinggi, tawa renyahnya sering memecah kesunyian lorong buku, dan matanya yang besar selalu berbinar antusias. Rani, yang lebih dulu bekerja di sana, langsung menarik Laras ke dalam orbitnya. Ia punya energi yang menular, bak sinar matahari yang menembus celah awan kelabu di hati Laras.

"Laras, sudah makan?" tanyanya suatu siang, saat jam istirahat. Laras hanya menggeleng. "Ayo ikut! Ada warung pecel lele enak di pojok sana. Sambalnya nampol!"

Laras mengangguk ragu, namun hatinya menghangat. Ia merasa sedikit terintimidasi oleh keceriaan Rani, namun juga tertarik. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, ia merasa ditarik keluar dari cangkangnya. Mereka sering makan siang bersama, duduk di bangku kayu yang sudah usang di warung pinggir jalan, berbagi cerita ringan tentang buku, pengunjung perpustakaan yang aneh, dan mimpi-mimpi sederhana. Rani bercerita tentang keinginannya membuka kedai kopi kecil dengan konsep perpustakaan mini, mimpinya begitu hidup, begitu nyata. Laras, dengan ragu, berbagi tentang ketakutannya akan keramaian, tentang bagaimana ia selalu merasa asing di antara banyak orang, namun Rani mendengarkan dengan penuh perhatian, tanpa menghakimi, hanya menawarkan senyum pengertian. Laras merasa bahagia, seolah-olah ia telah menemukan sau...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp9.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Bronze
Pesan Terakhir
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Ada Apa Dengan Diriku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kembalinya Puyang
Maulana Hasan
Cerpen
Bronze
Misteri Gunung Lawu
azis nur rochim
Cerpen
LARI!
Noer Eka
Novel
Bronze
MALDEVIR
Okhie vellino erianto
Cerpen
Bronze
SETAN RUMAH B2A
Ranang Aji SP
Cerpen
Facial Pengikat Jiwa
lilla safira alhasanah
Flash
Rumah Mbakku
Amelia Purnomo
Flash
Bronze
Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Oleh-oleh
Ari S. Effendy
Flash
Astral
Suci A.D.T
Cerpen
WIRADELIMA(IB.webtoon WIRADELIMA)
icikiwir
Flash
Boo si Boneka Kelinci
Adnan Fadhil
Cerpen
Bagian dalam Dirimu
liszzah
Flash
Tanah Sengketa
Nurbaya Pulhehe
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Ada Apa Dengan Diriku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ruko Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
19:00
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kuncup Bunga Ungu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Streamer Yang Tragis
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Teror
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bus Senja
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suwanita
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bidan Sofia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jurnal Kosong
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panggilan Sumur Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Email Maut
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Mereka Ingin Menyakitiku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retha
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Elara
Christian Shonda Benyamin