Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Sejarah
Bronze
A DILEMMA: Between Thought And Duty
1
Suka
1,846
Dibaca

Berlin, Musim Dingin 1811.

Salju tipis menempel pada jendela kecil bangunan batu kelabu yang dulunya bekas barak militer. Kini, bangunan itu dikenal sebagai Büro für Klassische Revision (Biro Revisi Klasik), sebuah kantor kecil dengan puluhan ruang, dihuni oleh masing masing pekerja di bawah Ministerium der Geistlichen, Unterrichts- und Medizinalangelegenheiten (Kementerian Urusan Rohani, Pendidikan, dan Kesehatan) Kerajaan Prusia.

Jauh di ujung lorong yang jarang dilewati, terlihat sebuah ruangan sempit dengan cahaya remang, berada di paling pojok dari barisan ruang-ruang sempit lainnya. Di balik ruangan dingin, yang hanya tercium bau tinta dan kertas tua itu, duduk seorang pria dengan postur membungkuk, sedang menelusuri kalimat demi kalimat naskah Yunani kuno dengan pena bulu yang nyaris habis ujungnya. Dia Emmerich Verholt, seorang pria muda berusia 27 tahun, berasal dari keluarga menengah intelektual, menempuh pendidikan di Collegium Fridericianum di Königsberg (Sekolah humaniora klasik dengan fokus Yunani dan Latin). Verholt menghuni ruangan tersebut, sebagai pekerja di bawah Königliche Kommission für Bildung und Moralische Zucht (Komisi Kerajaan untuk Pendidikan dan Penertiban Moral).

Sudah hampir dua musim dingin berlalu sejak Verholt pertama kali duduk di meja itu, menelusuri setiap baris filsafat Yunani kuno, menyalin, menyusun ulang, dan menyesuaikan materi pelajaran agar selaras dengan pedoman kurikulum baru yang sedang disusun oleh Kementerian.

Masa masa krisis ini bermula beberapa tahun lalu, saat Militer Prusia dikalahkan secara telak oleh Pasukan Prancis di bawah Napoleon Bonaparte dalam Pertempuran Jena-Auerstedt pada 1806. Kekalahan itu tidak hanya menyebabkan Prusia kehilangan wilayah dan tanah, tetapi juga martabat dan kepercayaan diri sebagai bangsa. Para pejabat tinggi Prusia menganggap kekalahan itu bukan semata militer Prancis lebih unggul, tetapi akibat kelemahan moral rakyat dan hilangnya semangat nasional yang sejati.

Dari puing-pui...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Cerpen
Bronze
A DILEMMA: Between Thought And Duty
Nathalie
Novel
The Storyteller, Macedonia
Neza
Novel
Bronze
Desa Langit Indah
Gema Surya Hendrawan
Novel
Bronze
Legenda Negeri Bharata
Putu Felisia
Novel
Bronze
Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam
Madhiyah Izati Hasanah
Cerpen
Luweng Grubug
Tia Dia
Novel
Bronze
Dialektika Mei
Lukita Lova
Novel
Asisten Dokter: Pengganti Tugas Nyonya
Desy Cichika
Novel
Suami Pelit Bin Medit
Dara Apriliani
Novel
Bronze
KAPULAGA
glowedy
Cerpen
Bronze
Bayangan Putih di Karelia
kisyfaelfata
Novel
Bronze
Benteng Terakhir Pernikahan
Alexa Rd
Novel
Gold
Man's Search for Meaning
Noura Publishing
Novel
Gold
Creator.Inc
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Death in Babylon, Love in Istanbul
Bentang Pustaka
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
A DILEMMA: Between Thought And Duty
Nathalie