Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Kadang tempat paling menakutkan bukan yang gelap dan sunyi — tapi yang terang, ramai, dan terasa normal, sampai kamu sadar sesuatu tidak beres. Enam orang. Satu ruangan. Satu malam yang tidak akan pernah berakhir seperti yang mereka kira.
Premis
Saat pemadaman listrik total melumpuhkan sebuah rumah sakit kecil, enam orang asing terjebak bersama di ruang tunggu IGD.
Malam berlarut, staf tak kunjung muncul, dan satu per satu dari mereka mulai menyadari kejanggalan: tak satu pun ingat dengan jelas bagaimana mereka bisa sampai di sana — dan tak satu pun benar-benar sedang menunggu orang yang masih hidup.
Pengenalan Tokoh
Di sebuah rumah sakit kecil, listrik padam total tanpa peringatan. Genset gagal menyala, sinyal telepon mati, dan staf medis seolah lenyap. Di ruang tunggu IGD, enam orang asing—Dinda, Pak Wisnu, Sari, Rendra, Bu Marni, dan Alif—terjebak bersama, masing-masing dengan alasan berbeda untuk berada di sana.
Awalnya mereka saling curiga karena kepribadian yang bertabrakan. Namun seiring malam berlarut, kejanggalan demi kejanggalan muncul: jam dinding yang berhenti di waktu yang sama, ingatan yang kabur soal bagaimana mereka tiba, dan kesadaran bahwa tak satu pun benar-benar tahu siapa yang sedang mereka tunggu.
Ketegangan memuncak saat rahasia masa lalu Pak Wisnu dan Rendra terkuak saling berkaitan lewat sebuah kecelakaan lama. Alif sendiri mengaku ambulansnya kosong malam itu—ia tak ingat pernah mengantar siapa pun. Perlahan, kebenaran yang jauh lebih gelap mulai terkuak: mereka semua adalah korban dari kecelakaan beruntun yang sama beberapa jam sebelumnya, dan ruang tunggu ini bukanlah bagian dari dunia yang mereka kenal.
Di tengah penerimaan yang menyakitkan, Bu Marni—sosok paling tenang sejak awal—mengungkap perannya yang sebenarnya: menuntun mereka melewati ambang antara hidup dan yang setelahnya, sebagaimana ia sendiri pernah dituntun bertahun-tahun lalu di tempat yang sama.