Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Kalau melihat ranjang itu, jangan pernah berbaring di atasnya."
"Kalau melihat keranjang itu, jangan pernah menggesernya, walau satu inci."
Itulah pesan terakhir Opa dan Oma sebelum mereka meninggal.
Tak ada penjelasan. Tak ada alasan.
Selama puluhan tahun, seluruh keluarga mematuhinya tanpa pernah bertanya.
Sampai seseorang menganggapnya sebagai takhayul.
Sejak malam itu, rumah tua yang diwariskan turun-temurun mulai memilih siapa yang boleh keluar... dan siapa yang harus tinggal.
Karena ada larangan yang dibuat bukan untuk ditaati demi sopan santun.
Melainkan demi tetap hidup.
Premis
Setelah Opa dan Oma meninggal dunia, sebuah rumah tua diwariskan kepada anak-anak dan cucu-cucunya. Bersamaan dengan warisan itu, mereka menerima dua pesan yang terdengar tak masuk akal:
"Jangan meniduri ranjang Opa."
"Jangan memindahkan keranjang Oma."
Tak seorang pun mengetahui alasan di balik larangan tersebut. Sebagian menganggapnya sebagai pesan orang tua yang sudah pikun, sementara yang lain memilih mematuhinya demi menghormati wasiat terakhir.
Namun ketika salah satu larangan dilanggar, kejadian-kejadian ganjil mulai menghantui seluruh penghuni rumah. Mimpi terasa lebih nyata daripada kenyataan, ingatan berubah, dan rumah itu perlahan memaksa mereka mengungkap rahasia yang selama puluhan tahun disembunyikan oleh keluarga sendiri.
Kini mereka harus mencari tahu mengapa ranjang itu tak boleh ditiduri dan mengapa keranjang itu tak boleh dipindahkan... sebelum rumah tersebut menentukan siapa yang akan menjadi penghuni
Pengenalan Tokoh
Sudah puluhan tahun rumah tua di ujung desa itu kosong, tetapi tak pernah benar-benar ditinggalkan. Setelah Opa dan Oma meninggal, rumah itu diwariskan kepada anak-anak dan cucu-cucu mereka dengan dua pesan yang sama sekali tak masuk akal.
"Jangan meniduri ranjang Opa."
"Jangan memindahkan keranjang Oma."
Tak ada penjelasan. Tak ada alasan. Hanya dua larangan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bagi sebagian anggota keluarga, itu hanyalah kepercayaan kuno yang tak lagi relevan. Rumah harus dibersihkan, perabot usang harus disingkirkan, dan hidup harus berjalan seperti biasa. Namun ketika salah satu larangan dilanggar, rumah itu berubah.
Suara-suara mulai terdengar pada jam yang sama setiap malam. Penghuni rumah mengalami mimpi yang identik, seolah-olah melihat masa lalu yang bukan milik mereka. Benda-benda kembali ke tempat semula setelah dipindahkan. Pintu yang sudah dikunci terbuka sendiri. Yang paling mengerikan, setiap orang mulai kehilangan potongan ingatannya, seakan rumah itu sedang mengambil sesuatu yang tak kasatmata.
Semakin mereka berusaha mencari jawaban, semakin jelas bahwa Opa dan Oma selama ini bukan sedang menyembunyikan rahasia keluarga, melainkan menjaga sesuatu agar tetap terkurung. Ranjang tua dan keranjang bambu itu bukan sekadar peninggalan, melainkan bagian dari sebuah ikatan yang telah dipertahankan selama puluhan tahun.
Kini keluarga itu hanya memiliki dua pilihan: memulihkan aturan yang telah dilanggar atau menghadapi kenyataan bahwa rumah tersebut sedang mencari penghuni baru.
Karena ada warisan yang tidak pernah dimaksudkan untuk dimiliki.