Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Tak ada warga kota yang berani mendekati bekas istana peninggalan Belanda itu. Bangunan reyot yang dijuluki The Damned Palace tersebut telah lama menjadi sumber kisah-kisah mengerikan. Konon, siapa pun yang nekat melintas di sekitarnya akan pulang membawa petaka—jika masih sempat pulang.
Namun bagi sebuah band rock alternatif yang sedang mengejar mimpi, kutukan hanyalah cerita. Dengan izin pemerintah setempat, mereka menyulap istana tua itu menjadi studio rekaman sekaligus markas latihan.
Segalanya berubah hanya dalam hitungan minggu. Seorang personel baru bergabung—seorang vokalis sekaligus gitaris berbakat yang terasa seperti kepingan terakhir yang selama ini mereka cari. Musik mereka berkembang, semangat mereka membara, dan harapan akan masa depan terasa semakin nyata.
Sayangnya, mereka bukan satu-satunya yang menyambut kedatangannya.
Seorang arwah wanita yang terobsesi padanya mulai menampakkan diri. Mengaku ingin menjadi backing vocal band itu, sang hantu justru menyeret seluruh penghuni Dam Paleis ke dalam rangkaian peristiwa ganjil, mencekam, sekaligus mematikan. Di istana yang nyaris roboh itu, mereka segera menyadari bahwa ada harga yang harus dibayar untuk setiap nada yang mereka mainkan.
Premis
Demi mengejar mimpi menembus industri musik, sebuah band rock alternatif menerima tawaran yang tak masuk akal: menjadikan bekas istana Belanda yang telah lama ditinggalkan sebagai studio rekaman dan markas latihan. Bagi warga kota, bangunan yang dijuluki The Damned Palace itu adalah tempat terkutuk yang menyimpan sejarah kelam dan menjadi sumber berbagai kejadian misterius.
Harapan baru muncul ketika seorang vokalis sekaligus gitaris berbakat bergabung dan mengangkat kualitas musik mereka ke level yang belum pernah mereka capai. Namun kehadiran pemuda itu membangunkan seorang arwah wanita yang terobsesi padanya. Sang hantu bersikeras menjadi bagian dari band sebagai backing vocal, dan penolakannya memicu serangkaian teror yang semakin brutal.
Terjebak di antara ambisi, persahabatan, cinta yang mustahil, dan kutukan masa lalu istana, para personel band harus memutuskan: mempertahankan mimpi mereka dengan mempertaruhkan nyawa, atau meninggalkan Paleis Bobrok selamanya s
Pengenalan Tokoh
Tak seorang pun di Bandung berani mendekati bangunan tua peninggalan Belanda di ujung kota yang dikenal sebagai De Dam Paleis. Setelah puluhan tahun terbengkalai, istana bobrok itu lebih populer dengan julukan, karena sederet kisah mengerikan yang konon menimpa siapa pun yang berani memasukinya.
Namun bagi personel band rock alternatif The Bull Fighters, tempat itu justru menjadi kesempatan emas. Berkat hubungan keluarga Boris Mulder, sang drummer, dengan pejabat pemerintah kota, mereka memperoleh izin untuk menjadikan bangunan tersebut sebagai studio rekaman sekaligus markas latihan. Bersama adiknya, Andra Mulder, gitaris kawakan yang dikenal peka terhadap hal-hal gaib, bassist muda Alvin Irama, serta Mulyani yang sesekali membantu sebagai backing vocal, istana tua itu kembali dipenuhi dentuman drum dan raungan gitar setelah puluhan tahun sunyi.
Kehadiran Brett Wiryadirga, gitaris muda berbakat yang diam-diam memiliki suara luar biasa, menjadi titik balik perjalanan mereka. Musik The Bull Fighters berkembang pesat, seolah-olah bangunan tua itu sendiri ikut menghidupkan setiap lagu yang mereka ciptakan.
Tetapi mereka tidak pernah benar-benar berlatih sendirian.
Dari balik cermin tua yang retak, sepasang mata selalu mengawasi mereka. Pemiliknya adalah Sarah Sumayani, atau Floortje, arwah perempuan cantik yang telah menghuni De Dam Paleis selama hampir seabad. Dengan polos ia menawarkan diri menjadi vokalis perempuan. Meski suaranya biasa saja, lirik-lirik ciptaannya begitu puitis dan sangat cocok dengan karakter musik The Bull Fighters.
Sejak Sarah mulai menjadi bagian dari latihan mereka, berbagai kejadian ganjil bermunculan. Senar gitar putus tanpa sebab, stik drum patah di udara, mikrofon mati sendiri, gelas pecah, hingga burung-burung gagak berdatangan setiap kali Sarah bernyanyi. Sementara anggota band menganggap semua itu kebetulan, Andra justru merasakan kehadiran sesuatu yang tidak berasal dari dunia manusia.
Di sisi lain, Brett tidak takut kepada Sarah. Ketertarikannya pada yoga dan dunia spiritual membuatnya justru ingin memahami keberadaan perempuan misterius itu. Melalui sebuah rosario tua peninggalan keluarga De Vries, Sarah memperlihatkan kepadanya serpihan-serpihan masa lalu De Dam Paleis—kisah cinta, pengkhianatan, dosa keluarga, dan tragedi yang melahirkan kutukan istana tersebut. Semakin dalam Brett menyelami rahasia itu, semakin sulit baginya membedakan kenangan, arwah, dan kenyataan.
Ketika para penghuni lain Paleis Bobrok mulai menampakkan diri dan berebut mempertahankan masa lalu mereka, latihan musik berubah menjadi pertarungan hidup dan mati. Persahabatan diuji, cinta melampaui batas dunia, dan Brett harus memilih antara menyelamatkan orang-orang yang dicintainya atau tetap bersama perempuan yang telah menunggu dirinya selama seratus tahun.
Di Paleis Bobrok, setiap lagu memiliki gema dari masa lalu. Dan tidak semua suara yang ikut bernyanyi berasal dari mereka yang masih hidup.