Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Selama bertahun-tahun, Rania menabung demi satu impian yang tak pernah berubah: menjadi tamu Allah di Tanah Suci. Ketika hari keberangkatan Umrah akhirnya semakin dekat, hidupnya justru dipenuhi rangkaian déjà vu yang semakin nyata. Satu demi satu peristiwa yang dilihatnya selalu terjadi, seolah masa depan telah memperlihatkan dirinya lebih dahulu.
Namun, di antara semua kilasan itu, ada satu hal yang tidak pernah ia lihat.
Dirinya sendiri di Tanah Suci.
Ketiadaan itulah yang perlahan mengubah keyakinannya menjadi ketakutan. Jika semua déjà vu selalu menjadi kenyataan, apakah impian terbesarnya memang tidak pernah ditakdirkan terjadi? Semakin keras Rania berusaha memastikan masa depannya, semakin ia menyadari bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan oleh manusia.
Fate & Future adalah kisah tentang takdir, ikhtiar, dan tawakal—tentang seorang wanita yang mampu melihat hampir seluruh masa depannya, kecuali perjalanan yang paling ingin ia jalani. Sebab, mungkin ada masa depan yang sengaja disembunyikan agar manusia belajar percaya, bukan sekadar mengetahui.
Premis
Menjelang impian terbesarnya untuk menunaikan ibadah Umrah, seorang wanita berusia empat puluh lima tahun mengalami déjà vu yang selalu menjadi kenyataan. Namun, di antara semua kilasan masa depan yang dilihatnya, ia tak pernah sekali pun melihat dirinya berada di Tanah Suci. Keyakinannya pada kemampuan itu berubah menjadi kegelisahan, hingga ia harus memilih antara mempercayai apa yang dilihatnya atau mengimani takdir yang belum diperlihatkan Tuhan.
Pengenalan Tokoh
Sejak suaminya meninggal, Rania menjalani hidup dalam kesunyian. Di usianya yang keempat puluh lima tahun, ia hanya memiliki satu impian yang terus disimpan di dalam hati: menunaikan ibadah Umrah sebagai bentuk syukur atas perjalanan hidupnya dan sebagai ikhtiar untuk menyempurnakan fitrahnya sebagai seorang Muslimah di hadapan Allah.
Bertahun-tahun ia menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya kesempatan itu datang. Namun, menjelang keberangkatan, hidupnya berubah oleh rangkaian déjà vu yang semakin sering muncul. Bukan sekadar perasaan pernah mengalami suatu kejadian, melainkan kilasan masa depan yang selalu menjadi kenyataan. Bersamaan dengan itu, ingatan dan ketajaman berpikirnya berkembang luar biasa, membuatnya mampu memprediksi berbagai peristiwa sebelum terjadi.
Akan tetapi, di antara semua masa depan yang dapat ia lihat, ada satu hal yang tidak pernah muncul.
Ia tidak pernah melihat dirinya berada di Tanah Suci.
Ketiadaan itu perlahan berubah menjadi kegelisahan. Jika semua déjà vu selalu terbukti benar, mengapa perjalanan yang paling ia impikan justru tidak pernah diperlihatkan? Apakah Allah belum mengizinkannya menjadi tamu-Nya, ataukah ada makna yang belum ia pahami?
Semakin keras Rania berusaha memastikan keberangkatannya, semakin banyak peristiwa di luar kendalinya yang terjadi. Ia mulai menyadari bahwa selama ini ia lebih sibuk mencari kepastian tentang masa depan daripada memperkuat kepercayaannya kepada Sang Penentu masa depan. Di tengah pergulatan antara logika, firasat, dan keimanan, Rania dihadapkan pada pilihan terbesar dalam hidupnya: terus bergantung pada apa yang dapat ia lihat, atau berserah kepada kehendak Allah yang tak selalu dapat dipahami.
Fate & Future adalah novel psikologis dan spiritual tentang takdir, ikhtiar, dan tawakal. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa tidak semua masa depan perlu diperlihatkan kepada manusia, karena ada doa yang dijawab bukan dengan pengetahuan, melainkan dengan kesempatan untuk benar-benar menjalaninya. Dan terkadang, perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perjalanan pulang menuju fitrah dan ketenangan jiwa.