Menulis artikel
@

Ini Data Terbaru Untuk Melihat Polusi yang Dirilis Google dan Aclima

Ini Data Terbaru Untuk Melihat Polusi yang Dirilis Google dan Aclima

INDOZONE.ID - Google dan Aclima belum lama ini merilis sistem data yang memudahkan para peneliti untuk memantau kondisi polusi udara saat ini. Sistem data baru ini sekaligus sebagai usaha upaya untuk mengatasi perubahan iklim.

Mengutip The Verge, Google dengan Google Street View berkolaborasi dengan Aclima, perusahaan yang memetakan polusi udara berskala hyperlocal menawarkan sistem data terbaru untuk mengukur kualitas udara.

Adapun pengukuran yang ditawarkan seperti untuk melihat perubahan kualitas, udara dari blok ke blok, pengukuran kabut asap, jelaga, karbon hitam, nitrogen oksida, karbon dioksida, dan metana.

Sistem data ini memiliki kemampuan perbesaran untuk melihat perbedaan di antara satu jalan dengan jalan lain bagaimana keadaan polusi udara terbanyak berasal dan paling berpengaruh.

"Kami benar-benar meningkatkan piksel pada gambar kualitas udara. Teknologi atau metodologi untuk melakukan itu belum tersedia," kata pendiri dan CEO Aclima, Davida Herzl.

Peta diambil dengan menggunakan sensor Google's Street View, lalu pengukuran kualitas udara menggunakan sensor dari Aclima.

Kendaraan yang sudah dilengkapi oleh kedua sensor tersebut harus berulang kali di jalan-jalan kota yang sama untuk mendeteksi tingkat polusi udara pada tingkat lokasi. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak 2015 lalu.

Dalam sebuah data yang dikumpulkan oleh Google dan Aclima pada penelitian 2018 lalu menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas udara tingkat jalan dan penyakit jantung di Oakland, California.

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa penduduk lanjut usia lebih banyak terpapar polusi udara dari lalu lintas dan berisiko tinggi terhadap penyakit kardiovaskular.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Yang mungkin kamu suka
FOTO: Horor! Suasana Menyeramkan Mall Terbengkalai di Bangkok
Tebar Energi Positif di Tengah Pandemi, Ini yang Dilakukan Tukang Pos Inggris
Perangi Krisis Ekologi, Afrika Sedang Bangun Tembok Hijau Besar, Capai 8000 Km
Komentar