Indozone ID Menulis artikel
@indozone

Dimakan Burung hingga Dibuat Manik-manik, Ini Ritual Pemakaman Tak Biasa di Dunia

Dimakan Burung hingga Dibuat Manik-manik Ini Ritual Pemakaman Tak Biasa di Dunia

INDOZONE.ID - Perbedaan wilayah, menyebabkan perbedaan budaya dan kepercayaan, yang hasilkan perlakuan yang berbeda-beda terhadap jasad orang yang telah tiada.

Mungkin mengebumikan orang yang telah tiada menjadi pemandangan lumrah yang bisa kamu jumpai. Namun, sebagian dari kita di belahan dunia lain punya cara yang berbeda dan mungkin akan terdengar atau terlihat sangat mengerikan.

Seperti apa ritual pemakaman mereka? Dilansir dari berbagai sumber, Minggu (5/4/2020), inilah ritual pemakaman tak biasa di dunia.

1. Passiliran

3 Ritual Pemakaman Tak Biasa di DuniaPassiliran. (Instagram/@Krisbiiantoandyha)

Tradisi pemakaman ini ada di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang mana ditujukan untuk bayi yang meninggal dan belum tumbuh gigi.

Bayi yang meninggal tersebut akan dimakamkan dengan cara dimasukan ke dalam sebuah pohon, yang batangnya sebelumnya dilubangi. Bayi tersebut dimasukan tanpa kain, kemudian lubang itu ditutup oleh ijuk.

Pohon yang digunakan adalah jenis pohon taraa yang getahnya disimbolkan seperti asi yang menjadi asupan sang bayi.

2. Manik-manik

3 Ritual Pemakaman Tak Biasa di DuniaIlustrasi manik-manik. (Pexels/Artem Beliaikin)

Sekitar tahun 2000 sebuah undang-undang di Korea Selatan mengharuskan pihak keluarga menggali kembali jasad keluarganya yang dikubur setelah 60 tahun, guna menghemat ruang dan memberi tempat untuk penghuni baru.

Hal tersebut membuat banyak orang memilih cara kremasi. Kemudian ada yang mengubah abu tersebut, menjadi manik-manik cantik. Manik-manik tersebut kemudian diletakkan ke dalam sebuah tempat dan dipajang sebagai penghormatan.

3. Pemakaman Langit

3 Ritual Pemakaman Tak Biasa di DuniaPemakaman langit. (Tibettravel)

Cara satu ini boleh dibilang akan terdengar sangat mengerikan, yakni jasad orang meninggal akan dibawa ke pemakaman langit dan dimakan oleh burung nasar, atau burung pemakan bangkai.

Tapi tidak mengerikan bagi umat Buddha di Tibet. Cara ini justru dipercaya dapat membuat orang yang telah tiada berpindah ke kehidupan berikutnya yang lebih baik.

Namun tak semua orang bisa menjalani cara ini, misalnya seperti seseorang yang meninggal karena penyakit atau kecelakaan, anak dibawah 18 tahun atau wanita hamil.

Artikel Menarik Lainnya:

Sumber: indozone.id
0
0 none
Artikel dari Indozone ID
Sejarah Munculnya Istilah Polisi Tidur
Kucing Havana Brown, Ras Kucing Langka Berwarna Cokelat
Kulit Apel Berkilat Berkat Pemberian Lilin pada Buah
Yang mungkin kamu suka
Pembawa Acara Andy Cohen Positif Virus Corona
Tutorial Makeup Pakai Bahan Dapur, Wanita Ini Tuai Komentar Kocak
Teh Hijau Dapat Turunkan Berat Badan, Mitos atau Fakta?
Komentar