J_astor Menulis artikel
@jastor

5 Fakta Menarik Pram, Sosok Dibalik Cerita 'Bumi Manusia'

5 Fakta Menarik Pram Sosok Dibalik Cerita Bumi Manusia
Fakta-fakta mengenai penulis PAT ini akan membuat kamu tercengang, seorang dibalik cerita Bumi Manusia, Film berbalut sejarah Indonesia yang tayang pada Agustus 2019.
Cocok buatmu

Film bumi manusia, nampaknya dapat tempat tersendiri bagi penggemarnya. Terutama mereka yang peduli sejarah dan perjalanan Indonesia, film ini pasti menarik perhatian untuk ditonton. Sebuah karya besutan Hanung bramantyo yang diangkat dari sebuah buku karangan penulis terkemuka Indonesia Pramoedya Ananta T. Seorang pribumi yang banyak menjadi saksi Indonesia sebelum akhirnya sampai pada era sekarang ini.

Apa saja fakta menarik dari penulis legendaris yang namanya telah banyak membumi di dunia internasional ini? mari simak ulasan berikut ini :

1. Lahir di Blora

Kwikku, Lahir di Blora
Sumber: koransulindo.com

Pria bernama lengkap Pramoedya Ananta Toer (PAT) yang mengarang karya ‘Bumi Manusia' ini lahir di kabupaten Blora, Jawa tengah pada tanggal 6 Februari 1925. Sastrawan tutup usia pada 2006 lalu, pada tanggal 30 April.


2. Pernah menjadi tahanan politik (tapol)

Kwikku, Pernah menjadi tahanan politik tapol
Sumber: sindonews.com

PAT pernah menjalani kehidupannya sebagai tapol dan ia menjalani masa tahanan selama 14 tahun dengan tuduhan yang tak jelas serta tidak pernah di adili atau dipanggil ke pengadilan. Penulis legendaris ini juga pernah berada di penjara Salemba, Nusa Kambangan,diasingkan sampai ke pulau Buru selama 10 tahun (1969-1979), hingga Magelang, dan baru bebas pada 21 Desember 1979. (*dikutip dari buku karya PAT- Nyanyi Sunyi Seorang Bisu).


3. Mulai menulis sejak duduk di bangku SD

Kwikku, Mulai menulis sejak duduk di bangku SD
Sumber: sindonews.com

Pria yang lekat dengan sapaan Pram itu sudah aktif menulis bahkan sejak usianya masih sangat muda, tulisannya semasa SD, salah satunya pernah ditawarkan kepada penerbit ‘Tan Koen Swie' Kediri, namun ditolak dan semua hilang.

4. Menghasilkan banyak karya

Kwikku, Menghasilkan banyak karya
Sumber: brillio.net

Pramoedya telah menghasilkan banyak karya. Tulisan-tulisannya terbit dalam berbagai bahasa. Beberapa karyanya bahkan pernah dirampas dan disita oleh marinir Belanda, Angkatan darat dan beberapa dilarang untuk terbit oleh Jaksa Agung.

Beberapa judul buku yang pernah ia buat antara lain : Kranji-Bekasi Jatuh (1947), Perburuan (1950), Percikan Revolusi (1951), Cerita dari Blora (1952), Korupsi (1954), Cerita dari Jakarta (1957), Lentera (1965), Bumi Manusia (1980), Tempo Doeloe (1982), Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (1995-1997, namun karya ini lebih dulu terbit di Belanda tahun 1988-1989), Arok Dedes (1999), Larasati (Ara) (2000) dan masih banyak lagi.


5. Mendapat berbagai penghargaan

Kwikku, Mendapat berbagai penghargaan
Sumber: mazhabcolombo.wordpress.com

Karya-karya yang banyak diterbitkan dalam bahasa lain seperti Belanda dan Inggris membuat karyanya bisa meluas ke dunia internasional. Karya Pram, mampu menghipnotis pembacanya. Hingga ia dianugerahi banyak penghargaan terutama dari luar negeri. Dari tahun 1988 s/d 2000 ada lebih dari 10 penghargaan ia terima. Diantaranya adalah FREEDOM TO WRITE Dari PEN, American Center, AS. Penghargaan dari UNESCO, juga dari Jepang, Fokuoka Cultural Grand Prize.

0
0 none
Yang mungkin kamu suka
Elki CLC dan Tzuyu TWICE Tunjukkan Persahabatan yang Manis
Bertemu Pacar Tiap Hari Gak Jadi Jaminan Hubunganmu Langgeng, Gak Percaya?
Bikin Kebayang-Bayang, Para Monster dari Anime Ini Sangat Menyeramkan
Komentar