4 Suku di Dunia Masih Lakukan Ritual Sadisme dan Kanibalisme Hingga Kini!
4 Suku di Dunia Masih Lakukan Ritual Sadisme dan Kanibalisme Hingga Kini  - Indahhikma meski,zaman,sudah,modern,namun,suku-suku,dunia,masih,lakukan,ritual,sadis,sampai,kanibalisme
Meski zaman sudah modern, namun suku-suku di dunia ini masih lakukan ritual sadis sampai kanibalisme.

Sejarah peradaban manusia melalui proses yang panjang dan terjadi bertahun-tahun yang lalu. Mereka menjalankan kehidupan tanpa adanya teknologi, sehingga hanya berbekal alat seadanya. Berburu, berkebun, bertani hingga memahat adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia dahulu.

Manusia dahulu juga kerap dikaitkan dengan kekejaman dan sadisme untuk mempertahankan hidup. Hal tersebut juga tidak luput dengan kepercayaan animisme dan dinamisme, yang mana kekuatan gaib dari leluhur mengizinkan mereka untuk bertindak sadis.

Meski di era modern sudah tidak ada lagi proses kehidupan demikian, namun ternyata beberapa suku yang tersisa masih melakukan rangkaian ritual yang mengorbankan jiwa manusia, lho. Kira-kira suku apa saja yang masih suka memakan daging sesama manusia? Simak ulasannya berikut ini!

1. Suku Maya

Suku Maya terkenal dengan ramalan-ramalannya akan masa depan. Mereka kerap melakukan sebuah ritual pemanggilan hujan, dan tentunya untuk melakukan kegiatan itu harus mengorbankan jiwa manusia. Saat ritual berlangsung, puluhan orang akan dibelah perutnya dan diambil hatinya. Kemudian mayatnya akan ditenggelamkan di danau yang seketika airnya berubah menjadi merah karena darah.

Pengorbanan ini dilakukan di kolam Belize Cara Blanca. Mereka percaya jika dewa Chaak akan memberikan hujan usai mayat-mayat ditenggelamkan. Upacara ini terus dilakukan selama berpuluh-puluh tahun hingga danau tersebut penuh dengan tumpukan mayat di dasarnya. 

2. Suku Acolhua

Di Meksiko ada Suku Acolhua yang suka melakukan penangkapan terahdap orang-orang untuk dijadikan tumbal. Korban yang diambil bukan berasal dari suku tersebut. Mereka akan menyembelih dan mengeluarkan isi perut dalam sebuah upacara pengorbanan di tengah kerumunan warga desa.

Secara khusus kepala suku akan memberikan arahan mengenai tata cara penyembelihan manusia agar dewa-dewa mereka senang dengan tumbalnya. Usai penyembelihan, daging manusia akan dimasak dan dinikmati bersama-sama dalam upacara yang sakral. Sedangkan kepala korban akan dijadikan pajangan di desa. Semakin banyak kepala artinya semakin banyak keberkahan.

3. Suku Indian Mapuche

Gempa yang terjadi di Chile pada tahun 1960 membuat suku Indian Mapuche merasa harus mengorbankan tumbal anak kecil berusia 5 hingga 6 tahun. Mereka akan dibelah perutnya, kemudian hatinya diambil untuk dibuang ke laut. Tujuan dari pembunuhan ini adalah untuk mempersembahkan jiwa pada Tuhan yang disembah.

Salah satu korban yang menjadi korban dari suku ini adalah Jose Luis Painecur. Sebelum diambil hatinya, tangan dan kaki bocah malang tersebut dimutilasi. Pembunuhan itu ternyata seizin orang tua dari sang bocah yang kini mereka mendekam dipenjara karena kejadian itu. 

4. Suku Aztec

Aztec dikenal sebagai salah satu suku Indian yang kerap melakukan ritual sadis. Ritual yang mereka lakukan khusus dipersembahkan kepada dewa-dewa yang disembah, seperti Tlaloc, Xipe Totec, Teteoinnan.

Persembahan kepada Tlaloc adalah dengan mengiliti anak laki-laki yang masih hidup. Sementara untuk Xipe Totec dengan menembakkan panah ke arah tubuh sang korban sebelum akhirnya dikuliti oleh para tetua adat.

Sedangkan persembahan untuk Teteoinnan adalah menguliti tubuh perempuan yang masih hidup. Dalam pemilihan korban, mereka melakukannya dengan hati-hati dan teliti.

Bagaimana menurutmu dengan ritual sadis di atas Kwikkers? (ind)


    Dilihat .
Saran dari Discover
18 Mei 2018

Heoibikuni, Si Kambing Hitam Atas Kentut Majikan yang Marak di Era Kekaisaran Lama Jepang

25 April 2018

5 Tragedi Kemanusian Terbesar yang Mengenaskan, Memori yang Sangat Menyayat Hati

11 April 2017

Amalan Seorang Istri Agar Wajahnya Semakin Bercahaya Ketika Tidur

19 September 2019

Ide OOTD ke Kantor Buat Hijabers, Cobain Yuk!