Tidak Hanya Mesir, Indonesia Juga Punya Banyak Tradisi Mumifikasi di Berbagai Daerah
Tidak Hanya Mesir  Indonesia Juga Punya Banyak Tradisi Mumifikasi di Berbagai Daerah - I D Pran tradisi,mengawetkan,mayat,ternyata,memang,mendunia,buktinya,indonesia,beberapa,suku,melakukan,tersebut
Tradisi mengawetkan mayat ternyata memang mendunia. Buktinya, di Indonesia pun beberapa suku melakukan hal tersebut.
Sumber foto header: analisadaily.com

Pengawetan mayat atau yang disebut sebagai mumifikasi, memang paling santer terdengar berasal dari Mesir Kuno. Terutama dengan mumi-mumi Firaun yang hingga kini disimpan dengan baik. Akan tetapi, apakah tradisi memumikan mayat hanya ada di Mesir? Jawabannya adalah tidak. Sebab, di berbagai negara tampaknya memiliki cara mereka sendiri untuk membuat mumi. Tidak ketinggalan di Indonesia, kalau kamu mau ke beberapa sudut daerah, banyak juga suku-suku yang memiliki tradisi mumifikasi. Bahkan meskipun sama-sama dari Indonesia, tetapi cara mereka untuk membuat mumi sangat berbeda-beda.

Berikut ini adalah beberapa daerah di Indonesia yang memiliki tradisi membuat mumi.

1. Mumi Suku Dani di Papua
Mumi Suku Dani di Papua
newshub.id
Suku Dani sangat terkenal dengan mumi hitam khas mereka. Sangat berbeda dengan mumi kebanyakan, mumi suku Dani tidak diletakkan di dalam peti mati maupun dibalsam. Mumi-mumi ini bahkan posisinya terduduk dengan kepala menghadap ke atas dan mulutnya terbuka lebar. Selain itu, mumi-mumi ini juga disimpan di dalam rumah, dan baru dikeluarkan ketika ada tamu yang datang.

Mengapa mumi suku Dani berwarna hitam? Hal itu karena mumi ini diasapi di atas perapian. Pertama, mumi dijemur terlebih dulu sampai kering, kemudian disimpan ke dalam goa, dan barulah diasapi sambil ditusuk memakai tulang babi supaya lemak-lemak di jasad menghilang.

2. Mumi Suku Toraja di Sulawesi Selatan
Mumi Suku Toraja di Sulawesi Selatan
amazonaws.com

Di Toraja, masyarakatnya juga punya tradisi untuk memumikan jasad dari orang meninggal. Suku ini juga punya cara berbeda untuk memumikan mayat, yaitu dengan memberi ramuan khusus untuk mencegah pembusukan. Setelah itu, mayat akan mengering dan barulah disimpan di kuburan batu. Bahkan setiap beberapa tahun sekali, mereka akan mengeluarkan mumi-mumi dari lubang di tebing batu untuk dibersihkan dan dipakaikan pakaian baru yang lebih bagus.

3. Mumi Kampung Wolondopo di Nusa Tenggara Timur
Mumi Kampung Wolondopo di Nusa Tenggara Timur
rri.co.id
Di Kampung Wolondopo, Nusa Tenggara Timur juga terdapat mumi yang sampai sekarang masih sering dikunjungi wisatawan. Uniknya, mumi tersebut tidak mengalami proses pembalsaman sama sekali, tetapi mengering dengan sendirinya dan menjadi mumi. Nama mumi tersebut adalah Kaki More, seorang keturunan dari keluarga Mosalaki(Pemimpin Adat). Sebelum meninggal ia pernah berpesan bahwa tidak ingin dikuburkan, dan akhirnya ia menjadi mumi sendiri.

4. Mumi Suku Moni di Papua
Mumi Suku Moni di Papua
detik.net.id
Suku Moni yang juga ada di Papua, pun memiliki mumi yang sangat dihormati. Nama mumi tersebut adalah Belau Mala, yang dianggap berjasa oleh suku tersebut. Kamu yang datang ke Papua juga bisa melihat mumi Belau Mala dengan membayar sejumlah uang. Warga menggunakan uang dari wisatawan biasanya untuk melakukan perawatan pada mumi tersebut.

Gimana Kwikkers? Kalau tidak mau jauh-jauh melihat mumi sampai ke luar negeri, coba kunjungi tempat-tempat tersebut di atas. Sekalian belajar sejarah dan kebudayaan daerah-daerah di Indonesia.

    Dilihat .
Saran dari Discover
31 Mei 2018

Tidak Begitu Populer, 5 Hantu Seram Ini Mulai Dilupakan Warga Indonesia

22 Juni 2017

9 Ilustrasi Bentuk Manusia Dari Beberapa Kartun Yang Melegenda

06 Januari 2018

Inilah Gol-Gol Tercepat Sepanjang Masa di Liga Premier Inggris. Ada yang Cuma 9 Detik

02 Desember 2017

10 Meme Ini Cuma Cowok yang Ngerti, Cewek Pasti Gagal Paham!