Unik, Suku Chambri di Papua Nugini Punya Sisik Mirip Buaya di Kulitnya
Unik  Suku Chambri di Papua Nugini Punya Sisik Mirip Buaya di Kulitnya - Indahhikma sempat,dikira,siluman,buaya,suku,chambri,papua,nugini,memiliki,tubuh,bersisik,layaknya,hewan,melata,tersebut
Sempat dikira siluman buaya, Suku Chambri di Papua Nugini memiliki tubuh bersisik layaknya hewan melata tersebut.

Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia, Papua Nugini masih memiliki keadaan alam dan kebiasaan yang sama. Kabarnya, negara ini memiliki 850 bahasa lokal. Jumlah sukunya pun mencapai kurang lebih 6 juta jiwa. Salah satu yang terkenal adalah Suku Chambri. Para petualang menyebutnya sebagai manusia buaya. Kok bisa? 

1. Tinggal di dekat danau

Diketahui Suku Chambri tinggal di dekat Danau Chambri, provinsi Sepik, Papua Nigini. Dalam kesehariannya mereka melakukan perburuan dan memancing. Sedangkan para perempuan lebih suka berkebun. 

2. Tubuh bersisik seperti buaya

Oleh para penjelajah, Suku Chambri disebut sebagai manusia buaya karena tubuhnya bersisik. Sisik-sisik tersebut tidak muncul dengan sendirinya, melainkan sengaja dibuat seperti benjolan kecil-kecil di kulitnya.

Suku tersebut menganggap buaya sebagai leluhurnya. Sedangkan tempat tinggal mereka banyak terdapat hewan buas itu dengan ukuran rata-rata 4 hingga 7 meter. Mereka menjaga kehidupan buaya dan menghormatinya.

3. Buaya adalah leluhurnya

Suku Chambri beranggapan bahwa buaya adalah leluhurnya. Mereka percaya bahwa dulunya hewan tersebut berevolusi menjadi manusia. Sehingga mereka membuat sisik-sisik di kulit sebagai bentuk penghormatan.

Selain itu, bagi kaum pria sisik tersebut sebagai tanda kedewasan. Mereka dianggap telah menjadi kuat dan perkasa karena telah menahan sakit selama membuat sisik-sisik tersebut.

4. Tradisi membuat sisik di kulit

Sayatan-sayatan yang kemudian membentuk layaknya sisik buaya itu merupakan tradisi Suku Chambri yang telah berlangsung sejak zaman dahulu. Bagi lelaki, saat usia 11 hingga 25 tahun wajib untuk membentuk sisik-sisik tersebut.

Sebelum penyayatan dilakukan, ada sejumlah ritual yang perlu dilakoni terlebih dahulu. Mulai dari doa-doa hingga tari-tarian. Barulah kemudian kepala suku yang akan melakukan penyayatan. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan, infeksi dan bahaya akan penggunaan bedan tidak streil, tak sedikit dari mereka yang pada akhirnya meninggal dunia. Kehilangan banyak darah dan tak kuat menahan rasa sakit adalah penyebab utamanya.

Para lelaki Suku Chambri bangga bila tubuhnya telah disayat hingga membentuk sisik buaya. Tapi ngeri banget ya guys tradisinya. Kalau kamu, jangan pernha mencobanya, ya. (ind)


    Dilihat .
Saran dari Discover
11 April 2017

Amalan Seorang Istri Agar Wajahnya Semakin Bercahaya Ketika Tidur

12 Maret 2018

Rinrada Thurapan, Wakil Thailand di Miss International Queen 2018 Bikin Kamu Bertanya-tanya, Dia Ladyboy?

30 April 2018

Apakah Jenglot Adalah Makhluk yang Nyata? Mari Ulas Bersama Misteri Makhluk Mini Menyeramkan Ini

23 April 2017

Rahasia Di Balik Agenda Rutin Pemilihan Putri Indonesia, Ternyata Begini Yang Terjadi