5 Negara Ini Larang Warga Negara Main Media Sosial, Beruntung Kamu Tinggal di Indonesia
5 Negara Ini Larang Warga Negara Main Media Sosial  Beruntung Kamu Tinggal di Indonesia - Indahhikma pernah,nggak,kamu,berpikir,bila,tiba-tiba,saja,indonesia,warga,negaranya,dilarang,bermain,media,sosial,negara,bahkan,sudah,menjalankan,kebijakan
Pernah nggak sih kamu berpikir bila tiba-tiba saja di Indonesia warga negaranya dilarang bermain media sosial? Nah, 5 negara ini bahkan sudah menjalankan kebijakan itu.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, media sosial menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkomunikasi, membangun bisnis hingga berkarir. Sejumlah jejaring sosial kini sangat berpengaruh terhadap kehidupan mereka. Rasanya kurang lengkap memang bila tidak membuka Facebbok, Instagram, Twitter, hingga Youtube

Sebagai masyarakat Indonesia, kamu terbilang beruntung lho Kwikkers. Sebab, pemerintah kita tak melarang warga negaranya untuk berselancar di dunia maya. Bahkan, pemimpin negara hingga instansi pemerintah pun memiliki akun di jejaring sosial.

Bayangkan kalau kamu tinggal di negara - negara yang melarang penduduknya menggunakan media sosial ini. Betah nggak?

1. Korea Utara

Selain melarang warga negaranya untuk berpakaian sembarangan, Korea Utara juga berencana menghapus semua dokumen yang diperlukan tentang teknologi. Pemerintah melarang penduduknya untuk bermain media sosial, salah satunya adalah Facebook.

Meski Kim Jong Un pemimpin Korut pernah mengenyam pendidikan di Eropa, namun ia justru tak pernah menerima teknologi di negaranya. Pemerintah hanya menyediakan jaringan 3G untuk pengunjung asing. Sedangkan untuk warga negaranya sendiri telah disediakan internet lokal bernama Kwangmyong yang biasanya hanya digunakan untuk mengunggah pesan ulang tahun.

2. Iran

Presiden Iran, Hassan Rouhani memiliki akun Twitter pribadi, namun tetap dikelola oleh admin. Meski demikian, pemakaian media sosial yang digunakan hanya dapat diperoleh melalui server proxy.

Setelah pemilu 2009, Facebook dilarang di negara itu karena kekhawatiran akan gerakan oposisi yang diatur oleh web. Tetapi kini Menteri Kebudayan, Ali Jannati menyatakan bahwa jejaring sosial sudah bisa diakses oleh rakyat biasa.

3. Cina

Sejak tahun 2009, negeri tirai bambu memblokir saluran media sosial. Bermula dari kerusuhan yang terjadi di Xinjiang oleh orang Uighur, etnis muslim minoritas di Cina. Sedangkan partai komunis Cina secara agresif mengendalikan internet dan mereka menghapus postingan serta memblokir akses ke situs web.

Sebenarnya larangan itu sudah dicabut pada September 2013. Namun hanya berlaku di zona perdagangan bebas seluas 17 mil persegi dari Shanghai. Hingga kini masih menunggu putusan pencabutan larangan tersebut di daerah lainnya.

4. Vietnam

Vietnam secara tak resmi memblokir Facebook sejak tahun 2009. Tetapi larangan itu hanya kadang-kadang saja. Alasan pemerintah bertindak demikian adalah hanya karena tidak ingin warga negaranya mengkritik kebijakan pemerintah, seperti digunakan untuk protes terhadap negara dan tindak kejahatan lainnya.

5. Kuba

Penggunaan Facebook di Kuba hanya diperbolehkan khusus untuk politisi, beberapa jurnalis dan mahasiswa kedokteran. Secara legal mereka bisa mengaksesnya di rumah. Sedangkan bagi warga negara lainnya yang tidak termasuk hanya bisa menggunakannya di warung internet.

Sedangkan tarif unlimited ke situs web selama satu jamnya adalah sekitar 6 hingga 10 dolar AS. Sementara gaji rata-rata orang Kuba sekitar 20 dolar AS. Oleh sebab itu, bagi warga negara biasa untuk mengakses internet terbilang cukup mahal. Biaya tinggi itu juga tidak sepadan dengan kecepatan internet. Sama aja bohong dong ya.

Beruntung banget Kwikkers hidup di Indonesia yang segalanya sudah difasilitasi. (ind)

    Dilihat .
Saran dari Discover
03 Februari 2018

Dulu Fiersa Besari Tak Yakin Dengan Iqbaal, Kini Balik Memujinya

29 Mei 2018

10 Minuman Soda Ini Punya Varian Rasa Nyeleneh, Berani Coba?

06 Maret 2018

Sebelum Oscar, Gary Oldman Sudah Terima Beragam Penghargaan

13 Desember 2017

Kejanggalan-Kejanggalan Aneh Yang Ditemukan Di Film Hollywood Terkenal