Suka Kerokan Saat Masuk Angin? Berikut 6 Fakta Yang Tak Diduga-duga!
Suka Kerokan Saat Masuk Angin  Berikut 6 Fakta Yang Tak Diduga-duga  - Indahhikma balik,kerokan,untuk,menghilangkan,masuk,angin,implementasi,rumus,einsten,tentang,pelepasan,energi
Di balik kerokan untuk menghilangkan masuk angin, ada implementasi rumus Einsten tentang pelepasan energi.

Makan tidak teratur, dan kurangnya istirahat membuat seseorang menajdi lemas, pusing hingga mual. Gejalanya bisa dilihat dari banyaknya angin yang keluar melalui mulut. Untuk itulah orang Indonesia menyebutnya sebagai masuk angin.

Nah, sebagian masyarakat tanah air mengatasai hal tersebut dengan kerokan. Cara ini dipercaya dapat menyembuhkan masuk angin. Caranya adalah dengan menggaruk sambil menekan permukaan kulit dengan menggunakan benda tumpul atau logam. Nantinya, akan muncul bercak kemerah-meraha di atas permukaan kulit, dengan begitu katanya anginnya sudah ke laur.

Kwikkers, sebenarnya ada fakta menarik lho di balik kerokan itu sendiri? Simak ulasannya berikut ini, yuk!

1. Kerokan sebenarnya adalah rumus Eisnten, kok bisa?

Pernah nggak sih kamu berpikir jika kerokan itu sebenarnya adalah rumus? Yup, cara tersebut adalah salah satu implementasi teori Albert Eisnten, yakni e = mc2. Rumus tersebut menjelaskan bahwa pergesekan dua buah benda akan membentuk energi. Antara kulit dan logam nantinya akan menghasilkan energi panas. Oleh sebab itu, efek dari kerokan akan menyebabkan tubuh menjadi lebih hangat. Logic, nggak?

2. Zat endorfin meningkat

Kalau kamu sudah merasakan nikmatnya kerokan, pasti bakalan ketagihan. Ternyata hak tersebut memang ada penjelasan ilmuiahnya, lho. Saat tubuh dikerok, zat alami dalam tubuh yang bernama beta endorfin menjadi meningkat.

Endorfin adalah zat alami yang memberikan efek tenang dan nyaman. Sama halnya dengan badan saat dipijat. Tahu kan sekarang?

3. Kenapa Dikerok di Punggung?

Kalau bertanya soal mengapa kerokan di punggung sih, alasan dari orang adalah terdapat banyak ruang kosong di area tersebut. Tapi alasan ilmiahnya adalah untuk melancarakan peredaran darah. Di bagian punggung ada sistem saraf terpadu dengan pembuluh darah yang paling panjang menyebar ke seluruh tubuh.

4. Semakin banyak penyakitnya, semakin merah

Bekas merah pada punggung usai kerokan bukanlah barometer seberapa banyak angin yang sudah keluar. Bekas merah tersebut adalah efek yang muncul akibat pembuluh darah yang terbuka akibat pecah. Semakin kuat gesekan logam, maka semakin pekat juga warnanya.

5. Pori-pori terbuka, bakteri mudah masuk

Ada banyak bakteri di sekitar kita. Keberadaan mereka memang tak kasat mata, namun makhluk mikoroskopis itu mengancam kesehatan manusia. Saat kerokan, pori-pori kulit terbuka, sehingga memungkinkan bakteri untuk masuk ke tubuh. 

6. Kerokan bisa menyebabkan bayi lahir prematur

Tahukah kamu bila kerokan sebenarnya bisa menimbulkan peradangan dan penipisan kulit? Hal tersebut juga memudahkan bakteri dan virus masuk. Pada orang biasa, kerokan bisa memunculkan zat anti peradangan yang bernama cytokines. Namun pada ibu hamil, hal tersebut justru memicu munculnya zat prostaglandin yang akan menyebabkan kontraksi dini dan bayi lahir prematur.

Sudah tahu dong kelebihan dan kekurangan dari kerokan? Jadi kamu masih mau melakukannya atau pergi ke dokter saja nih? (ind)

    Dilihat . 1 Re-kwik
Saran dari Discover
24 November 2018

Semua Tentang Pori-Pori: Tips Mengecilkan, Produk, & Gaya Hidup Untuk Kulit Flawless

16 Agustus 2018

Jangan Stres, 5 Cara Ini Bakal Bantu Kamu Jaga Kesehatan Mental Di Dunia Kerja

22 November 2017

Ternyata Apapaun yang Kamu Beli, Uangmu Pasti Akan Masuk ke Rekening 10 Perusahaan Ini

17 Maret 2018

Tutup Usia, Stephen Hawking Tinggalkan 7 Penemuan Besar Untuk Alam Semesta