Kupas Tuntas Fakta Gemerlapnya Industri Anime dari Serial Girlish Number, Yuk!
Kupas Tuntas Fakta Gemerlapnya Industri Anime dari Serial Girlish Number  Yuk  - I D Pran sebagai,penonton,anime,kita,hanya,tahu,seputar,hal-hal,dasar,seperti,anime,baru,yang,tayang,event,anime,atau,pengisi,suara,yang,ciamik,namun,sudah,tahu,bahwa,balik,orang-orang,yang,bekerja,keras,lingkungan,yang,berat
Sebagai penonton anime, kita hanya tahu seputar hal-hal dasar seperti anime baru yang tayang, event anime, atau pun pengisi suara yang ciamik. Namun, sudah tahu kah bahwa di balik itu, ada orang-orang yang bekerja keras di lingkungan yang berat?
Tahun 2016 kemarin, sudah kah nonton anime berjudul Girlish Number? Kalau belum, coba deh nonton dulu, karena banyak hal berkaitan dengan industri anime yang diungkap di sana. Terutama soal dunia seiyuu.

Anime ini sendiri diadaptasi dari Light-novel, yaitu novel ringan bergambar karya Wataru Watari dan hanya tayang sebanyak 12 episode, seperti layaknya anime season kebanyakan. Lalu, hal seputar industri anime apa saja yang diungkapkan dari anime ini? Berikut ini ulasannya.

1. Mengungkap Alasan di Balik Event Seiyuu
Mengungkap Alasan di Balik Event Seiyuu
keepo.me
Menjadi seiyuu ternyata juga mirip seperti selebritis. Bayaran mereka dibedakan berdasarkan kelas. Misalnya, seiyuu anyaran akan mendapat gaji sekitar 1 ribu yen per episode. Kalau sudah naik ke kelas A, bisa lebih mahal, yaitu sekitar 4 ribu yen per episode. Tidak heran jika event seiyuu menjadi sangat penting, selain sebagai pendapatan tambahan yang lebih besar, kepopuleran seiyuu akan lebih melejit jika hadir di event-event seiyuu.

2. Light Novel yang Kurang Populer Dibandingkan Komik
Light Novel yang Kurang Populer Dibandingkan Komik
keepo.me
Akhir-akhir ini light novel memang cukup populer di Indonesia, bahkan sudah banyak komunitas penulis seperti ini. Namun, tetap saja, kepopuleran mereka masih kalah dengan komik. Hal ini karena tidak semua penikmat anime suka membaca teks tanpa gambar yang menjelaskan secara detil. Memang di light novel ada gambarnya, tetapi hanya sedikit dan kadang tidak menjelaskan cerita sama sekali.

3. Mangaka dan Seiyuu Lebih Tinggi Kelasnya daripada Penulis Light Novel
Mangaka dan Seiyuu Lebih Tinggi Kelasnya daripada Penulis Light Novel
keepo.me
Selain light novel tidak terlalu populer, pengarangnya pun tidak terlalu dianggap. Biasanya sebuah LN yang dibuat serial anime, pengarangnya tidak terlalu terkenal namanya. Sebut saja pengarang SAO, beberapa dari penonton anime SAO bahkan tidak tahu siapa pengarang ceritanya. Beda dengan Naruto, One Piece atau Dragon Ball, kalau ditanya siapa mangaka-nya, kamu pasti langsung menjawab, Masahi Kishimoto, Eichiro Oda, Akira Toriyama.

4. Menjadi Seiyuu Tidak Hanya Mengandalkan Suara
Menjadi Seiyuu Tidak Hanya Mengandalkan Suara
keepo.me
Kalau kamu berpikir di Jepang seiyuu hanya mengandalkan suara, maka hal itu kurang benar, karena sebagian besar seiyuu setidaknya punya wajah cantik atau tampan supaya bisa lebih menarik perhatian penggemar. Ada juga memang sebagian seiyuu yang berparas biasa saja, tetapi biasanya adalah seiyuu senior yang sudah malang melintang di insdustri ini. Sedangkan untuk seiyuu baru, karena mereka juga akan diorbitkan sebagai idol, maka setidaknya harus good looking. Kalau bisa menyanyi malah menjadi poin plus.

5. Seleksi yang Ketat Sebuah Manga Menjadi Anime
Seleksi yang Ketat Sebuah Manga Menjadi Anime
keepo.me
Manga yang akan dijadikan anime haruslah sesuai permintaan pasar, karena jika tidak, biasanya peminatnya akan sedikit dan sudah pasti merugikan studio pembuatnya. Apalagi biaya produksi anime tidaklah murah.

6. Menjadi Pengisi Lagu Ending Sama Sekali Tidak Bergengsi
Menjadi Pengisi Lagu Ending Sama Sekali Tidak Bergengsi
keepo.me
Di anime Girlish Number, bercerita tentang menjadi pengisi sountrack ending anime itu tidak begitu membanggakan. Pasalnya, lagu ending memang sering dilewatkan, berbeda dengan opening yang selalu ditunggu. Memang hal ini tidak dipukul rata, karena sebagian penyanyi tetap populer meskipun mengisi OST ending.

7. Adegan Pertempuran Individu vs Rame-Rame
Adegan Pertempuran Individu vs Rame-Rame
keepo.me
Ternyata adegan pertempuran rame-rame di anime sering sekali menyulitkan staff. Sebab, mereka harus menggambar banyak sekali orang dan semua itu butuh biaya yang besar. Inilah mengapa kadang adegan peperangan dibuat seadanya dan jadi tidak menarik. Berbeda dengan pertempuran individu yang lebih fokus dan biasanya dibuat sangat detil.

8. Template dan Hal Klise dalam Anime akan Membuatnya Lebih ‘Anime’
Template dan Hal Klise dalam Anime akan Membuatnya Lebih    Anime
keepo.me
Mangaka baru yang tidak bisa memberi gebrakan pada sebuah cerita, cenderung memakai template yang sudah ada dan membuat adegan-adegan klise supaya bisa diterima penikmatnya. Inilah mengapa kamu sering menemukan anime-anime dengan cerita yang begitu-begitu saja.

    Dilihat .
Saran dari Discover
28 Mei 2018

5 Hal Yang Hanya Dipahami Pecinta K-Beauty

19 Januari 2018

Kembali ke Amerika Serikat, Perpisahan Iqbaal dan Vanesha Disaksikan Oleh Ridwan Kamil

04 September 2019

Wheein MAMAMOO Comeback Dengan Nyanyian Musim Gugur Lebih Menjiwai

31 Juli 2017

Hyosung "SECRET" Membeberkan Bagaimana Bintang K-Pop Berpacaran