Dilan 1990 Diluar Ekspektasi? Ini Dia Alasannya!
Dilan 1990 Diluar Ekspektasi  Ini Dia Alasannya  - Indahhikma mengapa,film,dilan,bisa,sukses,dikatakan,luar,ekspektasi,begini,alasannya
Mengapa film Dilan bisa sukses dan dikatakan di luar ekspektasi? Begini alasannya!

Respon positif masyarakat terhadap film Dilan 1990 membuat film besutan Fajar Bustomi meraup dua juta penonton dalam seminggu tayang di bioskop Indonesia. Sebagian dari mereka terhipnotis dengan kata-kata manis Dilan dan adegan romantis dua kekasih dalam film.

Pantas saja, saat hari pertama tayang, netizen menyebutnya hari baper nasional. Namun, apa sih sebenarnya yang membuat Dilan 1990 di luar ekspektasi? 

1. Guyonan Fresh dari Tokoh

Ketika membaca novelnya, pembaca senyum-senyum sendiri membayangkan guyonan lucu namun segar yang dilontarkan oleh Dilan. Saat divisualisasikan ke dalam film, seluruh penonton bioskop berhasil terhibur dengan suguhan candaan khas dari karakter utamanya, Sang Peramal.

2. Dibuat Mirip dengan Novelnya

Terkadang saat novel diangkat ke layar lebar ada beberapa bagian penting yang sengaja dihilangkan. Alhasil, ceritanya pun tidak sama persis dengan bukunya. Lain halnya dengan Dilan, hanya sedikit adegan yang dihilangkan, namun tetap menampilkan seluruh aspek pentingnya. Sutradara berhasil memvisualisasikan karya Pidi Baiq dengan sempurna.

Detail Kota Bandung pada tahun 1990, pengambilan gambar, mood, hingga seluruh detail pakaian benar-benar menggambarkan kisah Dilan dan Milea pada tahun 90-an.

3. Sempat Dicibir, Akhirnya Iqbaal Panen Pujian

Saat diumumkan bahwa pemeran Dilan adalah Iqbaal, banyak penggemar novel Pidi Baiq kecewa. Mereka mengira bila mantan personil CJR ini terlalu muda dan kalem. Apalagi selama ini image-nya boyband. Tentu saja hal ini berbeda dengan penggambaran Dilan dalam novel.

Namun sang penulis, Pidi Baiq bersikukuh bahwa Iqbaal itu adalah Dilan. Anggapan penonton kepada Iqbaal salah setelah melihat aktingnya. Ia menunjukkan sisi yang tak disangka oleh penggemar. Mulai dari segi bicara, gestur tubuh serta emosi yang dimainkan patut diacungi jempol.

4. Iqbaal Ciptakan Dilan Versi Sendiri Tapi Ngena

Saat membaca novelnya, penggemar akan merasa jika Dilan itu layaknya seorang pujangga di tahun 90-an. Namun dalam versi layar lebar, Iqbaal menunjukkan Dilan versi dirinya sendiri yang lebih segar, ringan dan santai.

5. Slengak’annya Kurang

Tokoh Dilan digambarkan sebagai seorang ‘Panglima Tempur'. Namun beberapa review dari youtube dan netizen di media sosial berpendapat bila sosok tersebut kurang begitu kuat dan mantap. Tapi secara keseluruhan, Iqbaal memang Dilan dalam versi terbaik.

6. Karakter Pendukung Tidak Begitu Ditonjolkan

Di dalam buku, karakter Piyan, Anhar, Wati, Rani, Nandan, dan lainnya digambarkan dengan kuat. Namun dalam versi layar lebar, karakter pendukung tersebut dirasa kurang kuat, sehingga kesannya seperti kurang terasa kehadirannya.

Jadi nih, bagi yang belum nonton film Dilan 1990, segera ke bioskop kesayangan dan buktikan sendiri kebaperannya! (ind)

    Dilihat .
Saran dari Discover
15 Januari 2018

PEMENANG QUIZ #DILANdaRinduBerat Berhadiah Tiket Gala Premiere Film Dilan 1990

06 Maret 2018

Jika Benyamin Biang Kerok Capai 2 Juta, Aci Resti Enggan Bernazar

16 Juli 2018

9 Café Instagram-able Yang Wajib Dikunjungi Ketika Berada di Seoul

30 April 2018

Tidak Ada Hubungan Darah, Seleb Tanah Air Ini Punya Kembaran Bintang Hollywood